Home » UNTUK GURU » Diklat – Pengertian, Tujuan, Metode

Diklat – Pengertian, Tujuan, Metode

Diklat

Halo Bapak/Ibu, sebelum memulai aktivitas, segarkan pikiran dengan secangkir kopi ditemani Quipper Blog.

Bagaimana kabar Bapak/Ibu hari ini? Semoga selalu sehat dan tetap semangat mengajar, ya.

Kapan terakhir Bapak/Ibu mengikuti diklat? Saat mengikuti pendidikan dan pelatihan, pasti Bapak/Ibu akan mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru. Itulah mengapa, salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan kinerja adalah diklat. Pada pembahasan ini, Quipper Blog akan mengajak Bapak/Ibu untuk mengenal diklat. Daripada penasaran, mari dimulai!

Pengertian Diklat

Diklat merupakan singkatan dari pendidikan dan pelatihan. Diklat adalah serangkaian proses untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan seorang pegawai demi tercapainya tujuan suatu organisasi. 

Jika pihak yang mengikuti, dari kalangan guru, berarti organisasi yang dimaksud adalah sekolah secara umum dan peserta didik secara khusus. Diklat bisa diibaratkan sebagai jalan untuk menggali hal-hal yang belum diketahui berkaitan dengan profesionalisme. 

Seperti yang Bapak/Ibu ketahui, guru dituntut untuk selalu kompeten, kreatif, dan profesional. Untuk mewujudkan itu semua, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan selalu berupaya memfasilitasi guru dalam mengembangkan profesionalisme kerjanya, salah satunya melalui diklat.

Penunjang Keberhasilan Diklat

Keberhasilan diklat dipengaruhi oleh beberapa komponen penunjang seperti berikut.

1. Materi

Diklat tanpa materi ibarat jalan tak tahu tujuan. Materi harus sesuai dengan tema yang dijalankan. Penyusunan materi harus mempertimbangkan kebutuhan dan tujuan.

2. Metode yang digunakan

Metode berkaitan dengan jenis pelatihan yang dijalankan. Kesesuaian metode dengan program diklat akan berpengaruh pada materi yang disampaikan.

3. Kemampuan instruktur diklat

Hal yang tak kalah penting adalah instruktur yang ditunjuk sebagai penanggung jawab materi harus memiliki kemampuan yang mumpuni.

4. Sarana dan prinsip pembelajaran

Sarana dan prinsip pembelajaran yang dipilih harus mendukung pelaksanaan diklat agar berjalan secara efektif dan efisien.

5. Evaluasi

Evaluasi merupakan tahap akhir untuk menyimpulkan sukses tidaknya pelaksanaan diklat. 

Tujuan Diklat

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 101 Tahun 2000 tentang Pendidikan/Pelatihan Jabatan Pegawai pasal 2 dan 3, tujuan utama diklat adalah sebagai berikut.

  1. Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap agar dapat menjalankan tugas dalam jabatannya secara profesional dilandasi kepribadian etika pegawai negeri sipil yang disesuaikan dengan kebutuhan suatu instansi.
  2. Mencetak pegawai yang bisa berperan sebagai pembaharu dan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.
  3. Memberikan pemantapan dalam bersikap dan semangat kepribadian yang berorientasi pada pelayanan, pengayoman, dan pemberdayaan masyarakat.
  4. Menyamakan visi dan dinamika pola berpikir untuk melaksanakan tugas pemerintahan dan pembangunan demi terwujudnya pemerintahan yang baik.

Tujuan di atas dikhususkan bagi para pegawai pemerintahan seperti PNS dan ASN. Sementara itu, untuk tujuan secara umumnya adalah sebagai berikut.

  1. Meningkatkan kinerja pegawai.
  2. Mengembangkan kepribadian dan wawasan pegawai.
  3. Menumbuhkan sikap loyal dan kerja sama yang lebih menguntungkan.
  4. Meminimalisir kesalahan di dalam suatu perusahaan melalui banyaknya tenaga profesional dan terlatih.
  5. Memenuhi standar sumber daya manusia yang berkompeten di dalam perusahaan.

Manfaat Diklat

Manfaat dari kegiatan ini, bisa dirasakan oleh semua pihak jika tujuannya sudah tercapai. Adapun manfaat diklat adalah sebagai berikut.

  1. Pegawai akan semakin mahir dan profesional dalam menjalankan tugasnya.
  2. Perusahaan atau instansi bisa memiliki standar pegawai yang unggul, loyal, dan berintegritas.
  3. Keberadaan pegawai yang unggul bisa menjawab tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.
  4. Tercipta lingkungan kerja yang kondusif karena setiap pegawai sudah memahami kinerjanya dengan baik dan benar.

Metode Diklat

Agar bisa berjalan secara optimal, pihak penyelenggara harus menerapkan metode yang sesuai. Adapun metode diklat yang biasa digunakan adalah sebagai berikut.

1. Metode on the job training

Metode ini merupakan metode yang sering digunakan untuk melaksanakan diklat. Prinsip yang ditekankan saat menggunakan metode on the job training adalah learning by doing

Artinya, pelatihan dilakukan dengan mempraktikkannya secara langsung. Banyak perusahaan yang memilih metode ini karena mampu menghemat biaya serta pelaksanaannya bisa berjalan dengan efektif dan efisien. Empat metode yang biasa digunakan dalam on the job training adalah sebagai berikut.

a. Rotasi pekerjaan

Rotasi pekerjaan merupakan metode untuk memindahkan satu tugas perusahaan dari satu pegawai ke pegawai lainnya. Hal ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan kerja pegawai.

b. Penugasan terencana

Metode ini dilakukan dengan memberikan penugasan pada pegawai untuk mengasah kemampuan dan pengalaman kerjanya.

c. Pembimbingan

Pembimbingan dilakukan dengan menerjunkan langsung atasan pada para pegawainya. Kelebihan metode ini adalah atasan akan tahu bagaimana kualitas para pegawainya saat bekerja di lapangan.

d. Pelatihan posisi

Pelatihan posisi dikhususkan untuk pegawai yang mendapatkan tugas baru karena pindah posisi. Untuk memahami kinerja di posisi yang baru, pegawai tersebut akan diikutkan diklat.

2. Metode off the job training

Berbeda halnya dengan on the job training, pada metode off the job training pegawai tidak sedang melakukan kerja. Metode ini dilakukan di luar tempat kerja agar pegawai bisa fokus dengan pelatihan saja. 

Jika dibandingkan metode on the job training, metode ini membutuhkan biaya cukup besar karena harus mengakomodasi biaya untuk pegawai. Adapun teknik yang bisa diterapkan untuk off the job training adalah sebagai berikut.

a. Business games

Pada teknik ini, peserta diharuskan untuk memecahkan suatu permasalahan yang sudah disiapkan oleh tim panitia. Permasalahan mengacu pada kondisi suatu perusahaan. Tujuan diadakannya business games ini adalah untuk melatih peserta dalam mengatasi dan menyelesaikan suatu permasalahan di dunia kerja.

b. Vestibule school

Vestibule school adalah teknik yang dilakukan menggunakan peralatan kerja  sebenarnya.

c. Case study

Pada teknik studi kasus, peserta dilatih untuk menyelesaikan permasalahan yang didahului dengan menganalisis penyebab masalah tersebut. Teknik ini bisa dilakukan secara berkelompok maupun individu.

Kira-kira, diklat yang pernah Bapak/Ibu ikuti menerapkan metode apa? Bagaimana dampak yang Bapak/Ibu rasakan setelah mengikutinya?

Itulah pembahasan Quipper Blog tentang diklat. Semoga bisa bermanfaat buat Bapak/Ibu. Selamat mengajar dan tetap semangat. Salam Quipper!

Penulis: Eka Viandari

Lainya untuk Anda