Home » UNTUK GURU » Inovasi Pendidikan – Pengertian, Sasaran, Jenis

Inovasi Pendidikan – Pengertian, Sasaran, Jenis

Sebagai pendidik, guru harus selalu memotivasi diri sendiri dan peserta didik agar berkembang menjadi insan yang kreatif dan penuh inovasi. Jika inovasi itu diperuntukkan bagi pendidikan, maka disebut inovasi pendidikan. Lantas, seperti apa konsep dasar inovasi pendidikan itu? Yuk, simak ulasan lengkap mengenai inovasi pendidikan di bawah ini.

Pengertian Inovasi Pendidikan

Inovasi pendidikan adalah suatu ide, produk, atau hasil karya baru yang bisa digunakan sebagai pembaharu untuk mencapai tujuan pendidikan atau menyelesaikan permasalahan di dunia pendidikan. 

Dengan adanya inovasi di bidang pendidikan, diharapkan kualitas pendidikan akan semakin baik dan terarah. Inovasi semacam ini harus terus digalakkan, baik di tingkat SD, SMP, SMA, maupun perguruan tinggi. Terlebih lagi di era kemajuan teknologi seperti sekarang.

Tujuan Inovasi Pendidikan

Dunia pendidikan harus selalu berinovasi agar bisa mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Adapun tujuannya adalah sebagai berikut.

  1. Meningkatkan kualitas pendidikan, baik dari sisi sumber daya, sarana, prasarana, struktur, sampai prosedur.
  2. Menjamin terselenggaranya pendidikan, baik di tingkat sekolah dasar, menengah, dan perguruan tinggi.
  3. Menyelesaikan masalah pendidikan yang belum juga usai.
  4. Menyejajarkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pendidikan di Indonesia agar tidak terus tertinggal dari kemajuan global.

Sasaran Inovasi Pendidikan

Adapun sasaran inovasi pendidikan adalah sebagai berikut.

A. Guru

Pihak yang menjadi sasaran utama adalah guru. Sebagai pendidik, guru merupakan garda terdepan bagi kelangsungan belajar peserta didiknya di kelas. Keahlian guru dalam mengajar tentu akan membawa perubahan bagi pengetahuan dan moral peserta didiknya. 

Adapun langkah perubahan atau inovasi yang bisa dilakukan guru adalah:

  • Membuat rencana pembelajaran;
  • Menerapkan pembelajaran;
  • Menjalankan tugas administratifnya;
  • Menjalin komunikasi dengan rekan sejawat maupun peserta didik;
  • Meningkatkan skill mengajar; dan
  • Mengembangkan skill peserta didik.

B. Peserta didik

Peserta didik merupakan objek utama pendidikan. Pencapaian peserta didik bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan suatu proses pembelajaran. Bagaimanapun juga, peserta didik harus ikut terlibat dalam inovasi meskipun hanya berupa pengenalan, misalnya menerima pembelajaran hasil inovasi, mengajarkan pada antarpeserta didik tentang pengetahuan yang diperolehnya, dan sebagainya.

C. Kurikulum

Kurikulum merupakan pedoman guru dalam melakukan pembelajaran. Oleh sebab itu, setiap inovasi yang akan diterapkan di sekolah harus diselaraskan dengan kurikulum terlebih dahulu. Tanpa adanya kurikulum, inovasi tidak akan mencapai tujuannya. 

Inovasi kurikulum bisa diartikan sebagai gagasan pembentukan kurikulum baru dengan memaksimalkan potensi yang ada di dalamnya guna menyelesaikan suatu permasalahan.

D. Fasilitas

Inovasi fasilitas sekolah tidak bisa diabaikan begitu saja. Tanpa adanya fasilitas memadai, pembelajaran tidak akan berjalan kondusif. Adapun contoh inovasi fasilitas sekolah adalah membuat ruang baca di dalam kelas, membuat lapangan basket, melengkapi peralatan laboratorium, dan sebagainya.

E. Masyarakat

Masyarakat menjadi objek inovasi secara tidak langsung. Mengapa demikian? Karena inovasi akan berdampak secara langsung pada peserta didik. Nah, peserta didik itulah yang nantinya akan berkiprah di masyarakatnya. Oleh karena itu, masyarakat bisa menjadi salah satu faktor yang diperhitungkan dalam inovasi.

Jenis-Jenis Inovasi Pendidikan

Berikut ini adalah jenis-jenis inovasi pendidikan yang bisa Bapak/Ibu jadikan referensi.

A. Top-down model

Top down model adalah model inovasi pendidikan yang dibuat atau diciptakan oleh seorang atasan dan ditujukan untuk pihak di bawahnya. Misalnya inovasi yang diciptakan oleh Kemendikbud dan ditujukan bagi seluruh instansi pendidikan di bawah naungannya. Penerapan inovasi ini bisa dilakukan melalui ajakan, anjuran, bahkan sedikit pemaksaan.

B. Bottom up model

Bottom up model adalah model inovasi pendidikan yang diciptakan dari bawah sebagai upaya untuk menjamin dan meningkatkan kualitas mutu pendidikan. Inovasi ini tergolong sebagai inovasi yang berkelanjutan dan tidak mudah berhenti. Contohnya adalah inovasi yang dibuat oleh sekolah maupun guru untuk menunjang pembelajaran di sekolah atau di kelasnya.

Inovasi Pendidikan di Masa Pandemi

Pandemi COVID-19 telah berpengaruh di berbagai aspek kehidupan manusia, baik dari aspek sosial, budaya, ekonomi, kesehatan, maupun pendidikan. Membahas pendidikan di masa pandemi, tentu harus diiringi dengan inovasi. Mengapa demikian? 

Hal itu karena pola belajar peserta didik mengalami perubahan yang signifikan. Jika  biasanya peserta didik menerima materi secara tatap muka, kini harus berjibaku di dunia maya (daring). 

Tidak hanya itu, peserta didik harus belajar mandiri dalam menyelesaikan tugas-tugasnya dari rumah. Oleh karenanya, guru dituntut untuk selalu berinovasi agar pembelajaran yang dilakukan secara daring bisa berjalan kondusif dan mencapai tujuan yang ditetapkan. Adapun contoh inovasi pendidikan di masa pandemi adalah sebagai berikut.

1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan beberapa program seperti berikut.

  • Program Belajar dari Rumah yang disiarkan melalui stasiun TV Nasional, yaitu TVRI.
  • Mengadakan bimbingan maupun diklat secara online melalui SIMPKB bagi tenaga pendidik.
  • Program Guru Belajar dan Berbagi, yaitu program untuk belajar GTK dan tempat berbagai RPP, silabus, maupun artikel bagi para pendidik.

2. Universitas Muhammadiyah Kotabumi meluncurkan Program Guru Virtual, yaitu platform untuk mengakses berbagai video pembelajaran.

3. Program belajar luring (luar jaringan) dilakukan dengan cara membentuk kelompok kecil beranggotakan peserta didik yang rumahnya saling berdekatan. Lalu, guru mendatangi setiap kelompok secara bergantian. Cara ini lebih efektif untuk diterapkan di daerah pedalaman yang akses internetnya masih terbatas.

4. Sering diadakannya webinar tentang pendidikan oleh berbagai lembaga pendidikan di Indonesia, misalnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, platform e-learning seperti Quipper Video, maupun perguruan tinggi di Indonesia.

Melalui inovasi pendidikan di atas, konsep merdeka belajar yang digagas Mendikbud benar-benar diwujudkan di masa pandemi ini. Kini, belajar bisa dimanapun dan kapanpun. Bahkan jauhnya jarak sudah bukan penghalang untuk belajar, baik guru, peserta didik, maupun orang tua. So, tetap semangat untuk Bapak/Ibu. Percayalah, jerih payah Bapak/Ibu akan berbuah manis di masa mendatang.

Jika ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang dunia pendidikan, pantau terus Quipper Blog ya. Sampai jumpa di artikel menarik lainnya, Bapak/Ibu!

Lainya untuk Anda