Home » UNTUK GURU » 9 Langkah Membuat Perencanaan Pembelajaran yang Efektif

9 Langkah Membuat Perencanaan Pembelajaran yang Efektif

Membuat sebuah perencanaan pembelajaran adalah hal yang biasa dilakukan oleh seorang pengajar. Semua bisa melakukannya. Tapi, tidak banyak yang tahu bagaimana cara membuat perencanaan pembelajaran yang efektif.
Membuat perencanaan pembelajaran yang efektif memakan banyak waktu, ketekunan, dan kemampuan untuk memahami kemampuan dan tujuan murid. Harapannya, dengan rencana yang dibuat, murid akan termotivasi untuk belajar dan mengikuti beragam aktivitas pembelajaran.
Untuk itu, kita perlu untuk mengetahui langkah-langkah membuat perencanaan pembelajaran yang efektif.

Membuat Perencanaan Pembelajaran dengan Kolaboratif

Kini, membuat perencanaan pembelajaran bisa dilakukan dengan mudah. Ada banyak template yang bisa digunakan, sehingga memudahkan pengajar untuk bisa membuat cepat dan memahami isinya.
Salah satunya adalah dengan menggunakan template perencanaan pembelajaran yang ada di Canva. Para pengajar bisa menggunakannya dan berkolaborasi dengan para pengajar lainnya dengan langsung.
Pengajar bisa melihat bermacam perencanaan pembelajaran dan menggunakannya. Bahkan, pengajar pun bisa memuat langsung dari nol dan perencanaan pembelajaran buatannya bisa digunakan untuk para pengajar lain.
Akses menggunakan Canva sendiri bisa digunakan penuh untuk para pengajar dan murid lewat Canva untuk Pendidikan.
Canva untuk Pendidikan merupakan upaya Canva untuk memberdayakan insan akademik untuk berkolaborasi dan meningkatkan mutu pendidikan lewat desain dan cara mengajar inovatif.
Dengan Canva untuk Pendidikan, murid bisa langsung mendesain untuk membuat tugas, presentasi, atau bahkan berkarya. Sementara pengajar bisa dengan mudah memeriksa tugas secara langsung, membuat media pembelajaran, penilaian, dan bahan ajar lainnya; termasuk perencanaan pembelajaran.

Langkah membuat Perencanaan Pembelajaran yang Efektif

  1. Pahami tujuan
    Saat membuat perencanaan pembelajaran pertama kali, tujuan harus jadi hal yang utama. Kita perlu tahu apa yang ingin kita capai, apa yang diharapkan untuk para murid kuasai.
    Misalnya seperti, murid akan bisa menyebutkan perbedaan kata kerja dan kata sifat serta cara penggunaannya.
    Pada dasarnya, tujuan adalah apa yang murid bisa lakukan setelah kita memberikan bahan ajar kepada mereka. Jika ingin hal yang lebih menantang, kita bisa mengajak mereka untuk bisa menjelaskan apa yang mereka kuasai dengan membuat permainan, video, presentasi dan lainnya.
  2. Kenali murid
    Kita tidak bisa asal menyiapkan perencanaan pembelajaran saat kita tidak memiliki informasi sedikitpun tentang siapa murid yang akan kita ajar. Mengenali murid jadi langkah terpenting kedua yang perlu dilakukan.
    Bagaimana cara belajar mereka (visual, menyukai tes, menyukai presentasi, atau gabungannya), apa yang mereka sudah tahu (jangan sampai membuang waktu mengajar hal yang sudah mereka kuasai).
    Fokuskan perencanaan pembelajaran agar cocok dengan keseluruhan murid yang dimiliki di kelas. Jangan lupa juga untuk memodifikasi perencanaan pembelajaran untuk memastikan semua murid dengan kekurangan, yang kesulitan belajar, tidak memiliki semangat, dan bahkan yang memiliki kecerdasan berlebih untuk ikut ambil peran di dalam aktivitas belajar.
  3. Tulis kemampuan yang diharapkan
    Sedikit mirip dengan poin pertama, tapi sebenarnya berbeda. Jika pada poin pertama yang diharapkan adalah kemampuan yang dimiliki oleh murid, di sini adalah pemahamannya.
    Misalnya, jika murid berhasil mengetahui perbedaan dari kata sifat dan kata kerja, maka mereka juga harus memahami kapan penggunaan yang tepat untuk kata tersebut.
    Jika murid mempelajari tentang sejarah kemerdekaan Indonesia, mereka juga perlu untuk memahami alasan-alasan beragam kejadian di waktu tersebut bisa terjadi.
  4. Tentukan waktu belajar
    Pastikan kita menentukan waktu yang pas dalam rencana pembelajaran. Hal ini perlu dilakukan agar kita bisa memastikan seluruh materi yang kita ingin sampaikan bisa tersampaikan dengan baik.
    Misalnya di awal waktu mengajar, kita melakukan pemanasan untuk menarik perhatian murid. Lalu saat berikutnya kita mempresentasikan bahan ajar. Kemudian memberikan waktu untuk diskusi. Dilanjutkan dengan kegiatan latihan untuk semakin mengasah informasi. Dan terakhir kita memberikan kesimpulan dari hasil belajar.
  5. Gunakan banyak bentuk interaksi
    Beberapa murid bisa belajar dengan baik sendirian. Tapi tidak dengan beberapa murid lainnya yang biasanya akan bisa belajar dengan lebih baik jika memiliki pasangan atau rekan belajar.
    Memang, selama kita berinteraksi dengan murid, maka kita sudah melakukan pembelajaran dengan efektif. Tapi setiap murid berbeda, dan kita perlu untuk mencoba beragam cara untuk memaksimalkan kegiatan belajar.
    Gunakan banyak bentuk interaksi dengan murid. Apakah dengan alat pembelajaran maupun dengan metode belajar berkelompok. Dengan hal ini, tentu suasana belajar mengajar akan jadi lebih hidup dan mudah untuk dimengerti.
  6. Maksimalkan gaya mengajar yang berbeda
    Seorang pengajar sangat mungkin untuk mendapatkan murid yang tidak bisa duduk tenang menyaksikan video berdurasi 25 menit, tapi murid lain mungkin saja tidak punya masalah membaca 2 halaman buku dengan tenang.
    Tidak ada yang salah dari mereka. Keduanya memiliki kesukaan dan cara belajar yang berbeda. Karenanya, kita perlu menggunakan cara mengajar yang berbeda setiap saat untuk bisa mengajar dengan efektif setiap murid yang ada.
    Setiap murid berbeda. Terkadang ada murid yang senang mendengarkan langsung penjelasan guru, tapi ada juga yang lebih senang jika ia mempelajari langsung sendiri. Saat pengajar sudah mulai terlalu sering menjelaskan materi ajar, tidak ada salahnya untuk mengajak murid berbicara tentang apa yang sedang dibahas.
    Hal ini akan memancing kemampuan dan keinginan murid untuk mempelajari materi ajar yang sedang dibahas.
  7. Buat rencana berlebih dan cadangan
    Punya banyak yang harus dilakukan lebih baik daripada tidak. Jadi, sebaiknya kita membuat perencanaan pembelajaran dengan banyak aktivitas yang bisa kita gunakan dan maksimalkan. Jangan sampai kita malah kehilangan materi atau aktivitas di tengah waktu mengajar.
    Cara paling mudah adalah dengan membuat permainan kesimpulan. Tanyakan pada murid apa kesimpulan yang bisa diambil dari pembelajaran hari ini. Atau kita juga bisa membuat diskusi dengan para murid, mengajak mereka untuk bertanya dan mengemukakan pendapat yang mereka miliki.
    Bukan hanya berlebih, kita juga perlu untuk menyiapkan rencana cadangan. Rencana cadangan ini akan sangat berguna jika rencana awal yang dibuat ternyata tidak bisa dilakukan karena satu dan lain hal.
  8. Sisakan waktu untuk pertanyaan
    Jika memiliki kelas dengan waktu yang padat untuk membahas materi ajar, sisakan waktu paling tidak 10 menit untuk pertanyaan di akhir waktu. Hal ini bisa berubah menjadi diskusi selain juga memancing lebih banyak pertanyaan mendalam yang akan membantu murid memahami materi dengan lebih cepat.
    Apabila ternyata di kelas tersebut tidak ada murid yang ingin bertanya, beri mereka topik untuk didiskusikan bersama, dan minta mereka untuk mengemukakan pendapat tentang topik tersebut. Minta juga pendapat murid lain tentang pendapat rekan sekelasnya.
  9. Pastikan mudah dimengerti guru pengganti
    Apapun bisa terjadi. Tidak terkecuali para pengajar. Jika suatu saat suatu hal terjadi dan tidak bisa mengajar, tentunya akan sangat membantu jika guru pengganti punya perencanaan pembelajaran yang sejalan dengan yang telah dibuat.
    Karenanya, penting untuk membuat perencanaan pembelajaran yang mudah dimengerti orang lain atau guru pengganti.

Ada beberapa template perencanaan pembelajaran yang bisa dibuat dengan sangat menarik; sehingga akan lebih mudah untuk bisa dimengerti guru pengganti.

Lainya untuk Anda