Metode Mengajar yang Wajib Guru Tahu

Metode Mengajar

Halo Bapak/Ibu, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat mengajarnya.

Saat berada di dalam kelas, metode apa yang biasa Bapak/Ibu terapkan untuk mengajar para peserta didik? Metode mengajar memegang Sebenarnya, banyak metode mengajar yang bisa Bapak/Ibu terapkan untuk menciptakan kegiatan belajar mengajar yang kondusif. 

Nah, pada artikel ini, Quipper Blog akan membahas tentang metode mengajar. Semoga bisa membantu Bapak/Ibu.

Pengertian Metode Mengajar

Metode mengajar adalah strategi atau cara yang digunakan  agar tujuan pembelajaran bisa tercapai. Setiap guru tentu memiliki karakter atau pembawaan yang berbeda-beda, begitu juga dengan peserta didik. 

Dalam satu kelas saja, Bapak/Ibu harus akan menjumpai berbagai karakter peserta didik, misalnya usil, malas, rajin, dan masih banyak lainnya. Untuk menyampaikan tujuan pembelajaran pada peserta didik yang memiliki keragaman karakter tentu dibutuhkan suatu metode, yaitu metode mengajar. Apa saja metode mengajar yang bisa Bapak/Ibu terapkan?

Macam-Macam Metode Mengajar

Adapun macam metode mengajar yang bisa diterapkan adalah sebagai berikut.

1. Metode Ceramah

Metode ceramah adalah metode pembelajaran yang disampaikan secara lisan langsung pada para peserta didik. Metode ceramah ini merupakan salah satu metode mengajar yang sering diterapkan oleh Bapak/Ibu guru karena cukup mudah pelaksanaannya dan tidak membutuhkan peralatan tambahan. 

Namun, Bapak/Ibu juga harus memperhatikan respon dari peserta didik saat dilakukan metode ceramah. Peserta didik diusahakan tidak mengalami kejenuhan, agar materi yang disampaikan Bapak/Ibu bisa diterima dengan mudah. 

Supaya peserta didik tidak mudah jenuh, berikut ini hal-hal yang bisa Bapak/Ibu perhatikan.

  • Dilakukan dengan penuh semangat dan keceriaan.
  • Menggunakan bahasa yang santun, baik, dan mudah dicerna oleh peserta didik.
  • Diselingi dengan humor/candaan yang tetap mengacu pada ranah kesopanan.
  • Memperhatikan gerak tubuh, tidak berdiam diri di tempat yang sama, gerakan mata, dan sebagainya. Hal itu bisa menambah ketertarikan peserta didik pada Bapak/Ibu dalam mengajar.

2. Metode Diskusi

Metode diskusi adalah metode mengajar yang dirancang dalam forum diskusi antarsiswa. Artinya, siswa harus mampu memecahkan permasalahan melalui kelompok diskusinya. 

Untuk memulai metode ini, Bapak/Ibu bisa membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok. Anggota setiap kelompok juga harus bervariasi. 

Variasi ini diharapkan bisa meragamkan pendapat, sehingga diperoleh kesimpulan yang sesuai dengan pokok permasalahan yang diberikan oleh Bapak/Ibu. 

Agar proses diskusi bisa berjalan secara optimal, Bapak/Ibu harus rutin memantau kegiatan peserta didik selama diskusi berlangsung.

3. Metode Resitasi

Pada dasarnya, metode resitasi ini merupakan umpan balik yang diberikan guru pada para peserta didik, yaitu dengan mewajibkan peserta didik membuat ringkasan materi yang telah disampaikan. 

Materi bisa disampaikan dengan metode ceramah, visual/melalui video, atau melalui audio. Pembuatan ringkasan diharapkan bisa meningkatkan ingatan peserta didik tentang materi yang telah ditulis. 

Selama membuat ringkasan, Bapak/Ibu bisa mengawasi peserta didik agar tidak ada peserta didik yang saling mencontek satu sama lain. Lalu, ditindaklanjuti dengan memberikan sejumlah pertanyaan berkaitan dengan ringkasan yang telah dibuat secara acak.

4. Metode Eksperimen

Eksperimen merupakan salah satu metode yang cukup efektif untuk mendapatkan kesimpulan terhadap suatu permasalahan. Dengan adanya eksperimen, para peserta didik diharuskan menjalankan serangkaian proses ilmiah hingga diperoleh suatu hasil. 

Nah, hasil itulah yang nantinya dianalisis. Dari analisis yang dilakukan, akan diperoleh suatu kesimpulan. Peran guru pada metode eksperimen ini adalah menjadi pemandu yang mengarahkan bagaimana eksperimen harus disusun hingga diperoleh kesimpulan.

5. Metode Demonstrasi

Metode demonstrasi merupakan integrasi antara gerakan dan juga lisan. Untuk menerapkan metode ini, Bapak/Ibu harus memberikan contoh melalui gerakan disertai penjelasan secara lisan. 

Misalnya, Bapak/Ibu membahas materi tentang lempar lembing. Hal yang harus Bapak/Ibu lakukan adalah bagaimana mempraktikkan lempar lembing itu beserta pembahasan lengkap teknisnya.

6. Metode Karya Wisata

Metode karya wisata merupakan salah satu metode yang disukai peserta didik karena mereka bisa belajar di luar kelas dengan melakukan pengamatan secara langsung di lingkungan sekitar. 

Melalui metode ini, Bapak/Ibu bisa lebih mudah mengajarkan tentang penerapan materi yang sedang dipelajari, misalnya materi tentang interaksi makhluk hidup dengan lingkungan.

7. Metode Tanya Jawab

Metode tanya jawab adalah metode mengajar di mana guru akan memberikan bahan ajar berupa pertanyaan. Dalam hal ini, partisipasi peserta didik sangat menentukan keberhasilan pembelajaran. 

Kelebihan metode tanya jawab ini adalah bisa melatih keberanian peserta didik untuk menyampaikan pendapat berdasarkan hasil analisisnya terhadap suatu permasalahan. 

Agar proses pembelajaran dengan metode ini bisa berjalan secara optimal, Bapak/Ibu harus membuat pertanyaan berbasis HOTS (high order thinking skill) atau kemampuan berpikir tingkat tinggi.

8. Metode Discovery

Discovery berarti penemuan. Metode discovery adalah metode yang melibatkan partisipasi aktif dan mandiri para peserta didik. 

Sebagai guru, Bapak/Ibu hanya berperan mengarahkan kegiatan pembelajaran. Untuk mempelajari materi secara keseluruhan, dibutuhkan keaktifan dan kemandirian peserta didik dalam mencari, memahami, dan menemukan inti dari materi yang sedang dipelajari. Itulah mengapa, metode ini disebut metode penemuan (discovery).

Dari pembahasan metode mengajar di atas, metode manakah yang sesuai dengan implementasi Bapak/Ibu? Penerapan metode di atas sebenarnya bisa disesuaikan dengan kondisi setiap kelas. Misalnya, jumlah peserta didik dalam suatu kelas hanya 15 anak dan sebagian besar dari mereka merupakan anak yang rajin dan penurut. 

Nah, untuk melakukan kegiatan belajar mengajar di kelas tersebut, Bapak/Ibu bisa menggunakan metode ceramah saja karena sebagian besar peserta didiknya rajin dan penurut dan sebagainya.

Itulah pembahasan Quipper Blog tentang metode mengajar, semoga bermanfaat buat Bapak/Ibu. Jika Bapak/Ibu masih mau membaca informasi lain terkait dunia pendidikan, kunjungi Quipper Blog. Salam Quipper!

Penulis: Eka Viandari

Tanyakan PR & materi sulit, LANGSUNG ke tutor! Yuk, Gabung Sekarang