Home » UNTUK GURU » Metode Pembelajaran Daring

Metode Pembelajaran Daring

Sejak pandemi melanda, istilah kata daring menjadi cukup populer di kalangan masyarakat Indonesia.  Siap tidak siap, semua kegiatan yang dilakukan secara tatap muka harus diganti menjadi daring, salah satunya pembelajaran di sekolah. Itulah sebabnya pembelajaran tersebut dinamakan pembelajaran daring. Lalu, apa itu metode pembelajaran daring? Metode pembelajaran daring adalah metode pembelajaran yang dilakukan secara virtual dengan memanfaatkan perangkat elektronik yang terhubung jaringan internet. Lalu apa saja macam-macam metodenya dan bagaimana pelaksanaannya? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Pengertian Metode Pembelajaran Daring

Metode pembelajaran daring (dalam jaringan) adalah metode pembelajaran yang dilakukan secara virtual (maya) dengan memanfaatkan perangkat elektronik yang terhubung dengan jaringan internet. 

Metode ini menjadi lebih popular di era pandemi seperti sekarang. Demi menyebar penyebaran Covid-19, setiap kegiatan tatap muka harus dibatasi bahkan dihentikan. 

Adapun contoh pembelajaran daring adalah pembelajaran yang dilakukan melalui aplikasi teleconference seperti Zoom, Google Classroom, Google Meet, dan sebagainya. 

Guru akan memberikan materi pembelajaran dan disaksikan oleh peserta didik melalui aplikasi yang sama. Dalam menyampaikan materi, guru bisa menggunakan metode ceramah atau simulasi melalui animasi.

Manfaat Metode Pembelajaran Daring

Pembelajaran yang dilakukan dari jarak jauh memiliki beberapa manfaat, baik bagi peserta didik maupun guru. Adapun manfaatnya adalah sebagai berikut.

  1. Guru memiliki waktu yang lebih leluasa dan fleksibel untuk menyiapkan pembelajaran.
  2. Guru bisa lebih kreatif menyuguhkan materi pembelajaran karena peserta didik bisa melihat dengan jelas melalui aplikasi teleconference.
  3. Kemampuan guru dan peserta didik dalam menggunakan teknologi pembelajaran semakin baik.
  4. Guru dan peserta didik bisa belajar di manapun dan kapanpun tanpa harus keluar rumah.
  5. Peserta didik akan mendapatkan poin-poin penting dari materi pembelajaran.

Macam-Macam Metode Pembelajaran Daring

Agar bisa berjalan efektif, bagaimana metode pembelajaran daring yang sesuai? Berikut ini macam-macam metode pembelajaran daring yang bisa Bapak/Ibu jadikan acuan dalam pembelajaran.

1. Berbasis kompetensi

Pembelajaran berbasis kompetensi dirancang untuk memenuhi kebutuhan akademik peserta didik selama belajar secara daring. Dengan adanya pembelajaran ini, diharapkan peserta didik bisa mencapai kompetensi yang ditetapkan. Mengingat, pembelajaran secara online berbeda dengan pembelajaran tatap muka. Adapun kompetensi yang harus dicapai dan dikuasai peserta didik adalah berpikir kritis, kreatif, kerja sama, dan komunikatif.

2. Pembelajaran hybrid

Pembelajaran hybrid merupakan kombinasi antara pembelajaran tatap muka dan pembelajaran online. Sebagian peserta didik melakukan pembelajaran tatap muka, sisanya melakukan pembelajaran online. Namun, pelaksanaan hybrid ini harus mendapat persetujuan satgas setempat. Umumnya, daerah berstatus zona hijau atau kuning yang masih diperbolehkan.

3. Pembelajaran study tour

Study tour yang dimaksud bukan ke luar daerah melainkan secara virtual melalui aplikasi tertentu. Jika pembelajaran hanya terpaku pada materi saja, mungkin peserta didik akan mengalami kebosanan. Mengingat, mereka harus berada di rumah sepanjang hari. 

Oleh sebab itu, Bapak/Ibu bisa mengajak mereka tur keliling Indonesia atau dunia melalui dunia virtual. Namun, tur yang dilakukan harus tetap sejalan dengan materi yang sedang diajarkan.

4. Media video

Media video artinya guru mengajarkan materi tertentu di depan papan tulis sembari online bersama para peserta didiknya. Dengan demikian, peserta didik bisa lebih memahami materi yang sedang diajarkan. 

Selanjutnya, guru meminta peserta didiknya untuk mendiskusikan kembali materi yang telah diajarkan. Bagaimanapun juga, peserta didik membutuhkan suasana kelas yang cukup interaktif agar tidak bosan.

Langkah-Langkah Pelaksanaan Metode Pembelajaran Daring

Menurut Kemdikbud Ristek, untuk memudahkan capaian pembelajaran lulusan ada lima langkah yang harus dilakukan, yaitu sebagai berikut.

1. Langkah analisis

Di langkah ini, hal-hal yang bisa dilakukan guru adalah sebagai berikut.

  • Menganalisis tujuan pembelajaran.
  • Merumuskan bentuk capaian peserta didik.
  • Menganalisis proses pembelajaran yang akan berlangsung, sehingga peserta didik bisa memiliki gambaran terkait pembelajarannya.
  • Menganalisis kebutuhan peserta didik selama pembelajaran.

2. Langkah desain

Hal-hal yang bisa dilakukan guru pada langkah ini adalah sebagai berikut.

  • Menentukan indikator pencapaian peserta didik.
  • Membuat kriteria penilaian bagi peserta didik.
  • Menyusun instrumen penilaian.

3. Langkah pengembangan

Hal-hal yang bisa dilakukan guru pada langkah ini adalah sebagai berikut.

  • Memilih bentuk pembelajaran daring yang sesuai.
  • Memberikan bentuk penugasan pada peserta didik.
  • Mengembangkan keberagaman materi pelajaran dalam suatu bahan ajar.
  • Mengembangkan sistem pembelajaran daring yang sedang dilakukan.

4. Langkah implementasi

Hal-hal yang bisa dilakukan guru pada langkah ini adalah sebagai berikut.

  • Mengadakan pembelajaran yang sesuai dengan langkah pengembangan.
  • Melakukan latihan sebelum pembelajaran dimulai terkait tenaga pendidiknya.

5. Langkah evaluasi

Pada langkah evaluasi, pendidik atau guru bisa melakukan evaluasi pelaksanaan pembelajaran untuk dijadikan dasar penyelenggaraan pembelajaran serupa di waktu selanjutnya.

Seberapa Efektifkah Pembelajaran Daring?

Jika ditinjau di masa pandemi seperti sekarang ini, efektifitas metode pembelajaran daring bisa dikatakan cukup baik. Daring merupakan solusi terbaik dan efektif untuk menempuh pendidikan di tengah lingkungan yang tidak menentu. Pembelajaran ini dikatakan efektif karena bisa dilakukan kapanpun dan di manapun. 

Bagaimanapun juga, pendidikan merupakan faktor penting yang tidak boleh putus begitu saja, bahkan dalam masa pandemi sekalipun. 

Namun demikian, pembelajaran berbasis online masih menyisakan beberapa persoalan, terutama terkait dengan akses jaringan yang belum merata di Indonesia. Oleh sebab itu, dibutuhkan regulasi yang mendukung infrastruktur pembelajaran online ini untuk ke depannya. 

Itulah pembahasan Quipper Blog kali ini. Semoga bisa bermanfaat buat Bapak/Ibu. Jika Bapak/Ibu ingin mendapatkan informasi lain tentang dunia pendidikan, jangan lupa untuk mengakses Quipper Blog, ya. Tetap semangat dan salam Quipper!

Lainya untuk Anda