Prinsip dan Strategi Penyederhanaan Kurikukulum

Artikel ini merupakan rangkuman dari acara webinar yang diselenggarakan oleh Quipper pada tanggal 30 September 2020 dengan judul “Guru dan Kurikulum: Isu Penyederhanaan, Makna, dan Tantangannya”. Video webinar dapat ditemukan di akhir artikel ini.

Menyusun kurikulum tentu bukan hal yang mudah. Banyak kendala yang ditemui oleh guru, terutama di masa pandemik seperti sekarang. 

Dikarenakan kegiatan belajar-mengajar yang hanya bisa dilakukan secara daring, maka perlu dilakukan penyesuaian terhadap kurikulum sekolah untuk mendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang efektif.

Oleh karena itu, tim Quipper akan membagikan tips serta strategi penyederhanaan kurikulum yang dapat dibaca di bawah ini.

Mengapa Kurikulum Perlu Disederhanakan?

Berikut adalah 5 alasan mengapa penyederhanaan kurikulum perlu dilakukan menurut ibu Ririn Yuniasih, Ph.D (PPPPTK Penjas dan Bimbingan Konseling, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan):

  1. Adanya tumpang-tindih dalam rumusan kompetensi
    Para guru harus selalu mengkritisi rumusan kurikulum dan bersifat fleksibel (tidak kaku).
  2. Terlalu padat materi
    Latihan dan detail pada sebuah materi terlalu banyak, sehingga perlu mengurangi kepadatan dan tuntutan capaian materi.
  3. Perlunya pelonggaran tuntutan capaian dari siswa
    Dalam konteks pandemik, penyesuaian tuntutan capaian sangat dibutuhkan untuk mengurangi stres terhadap siswa.
  4. Membuka ruang untuk modifikasi dan penyesuaian
  5. Membuka ruang untuk melonggarkan proses dan arah pembelajaran
    Diharapkan agar bisa mengakomodir kebutuhan dan kondisi siswa.

Permasalahan Umum dalam Pembuatan Kurikulum

Apa saja permasalahan umum yang ditemui oleh guru di Indonesia dalam proses pembuatan kurikulum?

  • Administrative-driven: penyusunan untuk kepentingan administrasi
  • Mekanis dan presedural yang kaku: minim ruang bagi peserta didik untuk berekspresi, berkreasi, berpikir kritis, bereksplorasi, dan berproses secara beragam
  • Perspective: tidak berbasis pada karakteristik peserta didik
  • Content drive: berorientasi pada penguasaan materi pembelajaran:
    • Fokus pada capaian pengetahuan dan keterampilan
    • Kurang memperhatikan kapasitas umum/general ability peserta didik (komunikasi kolaborasi berpikir kritis kreativitas dan inovasi)
    • Tidak secara menyeluruh berorientasi pengembangan peserta didik
  • Aspek penilaian terfokus pada hasil akhir:  kurang memperhatikan penilaian proses

Prinsip dan Strategi Penyederhanaan Kurikulum

Bagaimana kita bisa melakukan penyederhanaan kurikulum dengan baik? Berikut tipsnya:

  • Proses Identifikasi dan Analisis
    • Mengidentifikasi rumusan kompetensi yang tumpang-tindih
    • Mengidentifikasi konten/isi materi yang terlalu banyak, padat, atau luas
    • Mengidentifikasi kompetensi yang esensial atau prioritas
  • Proses Penyederhanaan
    • Mengurangi atau menghilangkan komponen yang tidak atau kurang esensial
    • Mengintegrasikan komponen yang saling terkait dan dapat digabungkan
    • Berbasis aktivitas, bukan berbasis materi
    • Mengakomodir input dan kontribusi siswa
    • Mengedepankan relevansi terhadap kebutuhan dan kondisi siswa

Dengan ini diharapkan penyederhanaan kurikulum dapat dilakukan dengan baik sehingga kegiatan belajar-mengajar saat PJJ akan menjadi lebih efektif untuk guru dan siswa.

Bagi bapak ibu guru yang ingin mempelajari topik ini lebih lagi, silakan tonton penjelasan dan diskusi melalui video berikut ini:

DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang