Quipperian, kamu pasti tahu bahwa setiap tahun, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) selalu mengalami perubahan, termasuk soal-soalnya. Itulah mengapa selain belajar dengan sungguh-sungguh, kamu perlu aktif mencari berbagai informasi terkait dengan jenis soal yang akan kamu hadapi. Jangan sampai materi yang kamu pelajari justru tidak muncul dalam soal-soal UN. Sebagai antisipasi, kamu bisa menyimak pembahasan soal UN dari tahun ke tahun berikut ini.
Paket Soal yang Semakin Bertambah
Pada awal tahun 2000, semua soal UN sama sekali tidak dikelompokkan ke dalam paket-paket. Jadi, semua peserta UN mendapatkan soal yang sama. Tahun 2010 menandai dimulainya penerapan sistem paket pada soal UN, yakni sebanyak dua jenis. Setahun berikutnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memutuskan untuk menambah paket soal menjadi lima jenis. Jadi, dalam satu ruangan UN, hanya ada empat orang yang mengerjakan satu paket soal sama.
Sistem soal tersebut kembali diterapkan pada UN 2012. Bobot soalnya juga masih berupa 10% mudah, 80% sedang, dan 10% sulit. Kemendikbus melakukan upaya peningkatan keamanan dan kerahasiaan soal UN 2012 dengan memberi kode rahasia pada masing-masing soal sesuai dengan nama percetakan dan wilayahnya. Jadi, jika ada naskah soal yang mengalami kebocoran, Kemendikbud dapat mengetahui sumber kebocoran di percetakannya.
Meminimalisir Kecurangan dengan Sistem Barcode
Bobot soal UN pada tahun 2013 mengalami perubahan, yakni 10% mudah, 70% sedang, dan 20% sulit. Tidak hanya itu, Kemendikbud sepertinya semakin gencar dalam usaha meminimalisir kecurangan pada UN. Mereka menerapkan sistem barcode pada naskah soal dan Lembar Jawaban Komputer (LJK). Kedua lembaran tersebut harus dibagikan sebagai kesatuan yang tidak boleh dipisah. Kode barcode yang ada pada naskah soal dan LJK harus sama.
Jadi, begitu mendapatkan naskah soal dan LJK, peserta UN harus langsung mengecek kondisi fisik dan kode yang tertera pada kedua hal tersebut. Jika ada halaman naskah soal yang mengalamai kerusakan, peserta juga harus mengganti LJK atau jawaban yang mereka isi pada LJK lama tidak akan terbaca karena barcode-nya berbeda dengan naskah soal. Pada tahun 2013 juga lah Kemendikbud memutuskan untuk menambah paket soal UN menjadi 20.
Daripada Jagain Temen atau Guru Pengawas, Yuk Intip Sukses Ujian Nasional 2016 Berikut Ini
Awal Penerapan UNBK
Istilah Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) mungkin baru booming pada tahun 2015, tetapi pelaksanaannya sudah pertama kali dilakukan pada tahun 2014 di SMP Indonesia Singapura dan SMP Indonesia Kuala Lumpur (SIKL). Karena hasilnya dirasa cukup memuaskan, Kemendikbud memutuskan untuk kembali menerapkan UNBK secara bertahap pada tahun 2015. Kurang lebih ada 556 sekolah yang terlibatm yakni 135 SMA/MA, 42 SMP/MTs, dan 379 SMK di Indonesia.
Karena masih diterapkan secara bertahap, belum semua sekolah di Indonesia melakukan UNBK. Masih ada sekolah-sekolah yang mengerjakan soal-soal UN dengan berbasis kertas. Tetapi, Kemendikbud mengurangi jumlah paket soal menjadi lima, seperti pada tahun 2011. Hal ini dilakukan untuk mengurangi risiko kesalahan UN seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Kisi-Kisi dari Dua Kurikulum
Dengan segala perubahan sistem soal UN yang pernah ada, soal-soal seperti apa yang akan muncul pada UN 2016 nanti? Sama seperti tahun 2015, UN Utama 2016 juga diadakan dengan berbasis kertas (Paper Based Test) dan komputer (UNBK). Kisi-kisi soalnnya didasarkan pada dua kurikulum pendidikan, mengingat bahwa ada dua kurikulum yang diterapkan oleh sekolah-sekolah di Indonesia, yakni Kurikulum 2006 (KTSP) dan Kurikulum 2013 (K-13).
Tapi, tenang saja, Quipperian. Kamu tidak perlu khawatir akan menemukan materi yang tidak pernah kamu dapatkan sebelumnya. Sebagai pihak yang mengeluarkan kisi-kisi UN 2016, Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah menggunakan sistem titik singgung dari KTSP dan K-13. Kemendikbud menjamin soal-soal UN 2016 tidak akan membuatmu kesulitan. Kamu juga tida kperlu mempelejari materi dari dua kurikulum sekaligus.
Sebagai informasi, UN 2016 akan dilaksanakan selama tiga kali. Ujian pertama merupakan UN Perbaikan 2015 dengan kisi-kisi yang sama dengan UN 2015. Nah, ujian kedua lah yang harus menjadi fokusmu karena ia merupakan UN Utama 2016 yang diadakan mulai tanggal 4 April 2016. Sedangkan, ujian ketiga merupakan UN Perbaikan 2016. Good luck Quipperian!