Gagasan Pokok (TPS Bahasa Indonesia)

TPS - Gagasan Pokok

Halo, Quipperian! Apa kabar semua? Semoga dalam keadaan sehat dan masih tetap semangat, ya. Gimana persiapan kamu menuju SBMPTN? Semoga kamu sudah menguasai berbagai materi dan siap menghadapi ujiannya agar bisa lulus ke PTN impian.

Nah, untuk membantumu mewujudkan mimpi tersebut, kali ini Quipper Blog mau mengajak kamu untuk belajar materi Gagasan Pokok. Daripada galau dan kelamaan intro, langsung saja yuk simak pembahasan di bawah ini!

Pengertian Gagasan Pokok

Untuk memahami sebuah isi bacaan, kita harus tahu dulu inti bacaannya melalui gagasan pokok. Gagasan pokok ialah gagasan yang menjadi dasar atau tumpuan yang dikembangkan untuk pemikiran selanjutnya.

Selain gagasan pokok, istilah lain yang digunakan untuk materi ini ialah gagasan utama, pikiran utama, pikiran pokok, atau ide pokok. Jadi, kalau besok-besok ada pertanyaan yang menggunakan istilah “pikiran pokok” atau “pikiran utama”, jangan bingung ya, Quipperian. Sebab, maksud dari pertanyaan itu ialah gagasan pokok.

Gagasan pokok = gagasan utama = pikiran utama = pokok pikiran = ide pokok.

Gagasan pokok bisa kamu temukan dalam kalimat utama sebuah paragraf dan sebuah paragraf yang baik hanya memiliki satu gagasan pokok saja. Selain gagasan pokok, kamu juga akan menemukan gagasan penjelas yang terletak dalam kalimat-kalimat penjelas. Umumnya, kalimat penjelas lebih dari satu. Semakin banyak gagasan penjelas yang disampaikan, semakin kuat pula gagasan dasar yang disampaikan.

Perbedaan Kalimat Utama dan Kalimat Penjelas

Kedua kalimat ini tentu punya karakteristik berbeda, Quipperian. Kalimat utama, sifatnya memberikan ide pokok tentang apa yang mau dibahas dalam paragraf tersebut. Sedangkan kalimat penjelas, sifatnya mengembangkan atau menjelaskan ide pokok dan berupa uraian, contoh, ilustrasi, gagasan yang mendukung ide pokok, atau memuat kata rujukan.

Supaya kamu lebih gampang mengidentifikasi ide pokok dalam sebuah paragraf, kamu harus paham dulu nih jenis-jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utamanya. Jika sudah tahu jenis-jenisnya, maka kamu bisa lebih fokus pada kalimat tertentu untuk tahu mana gagasan pokok paragraf tersebut.

Jenis-jenis Paragraf berdasarkan Letak Kalimat Utama

1. Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif ialah paragraf yang diawali oleh hal atau keadaan umum lalu diikuti hal-hal atau keadaan-keadaan khusus. Sederhananya, paragraf deduktif punya kalimat utama atau ide pokok di awal paragraf, diikuti gagasan penjelas pada kalimat-kalimat berikutnya.

Contoh:

(1) Kini pembuatan makanan berbahan dasar buah mangrove sudah mulai dikembangkan. (2) Salah satu kelompok masyarakat yang berupaya untuk terus mengembangkannya adalah ibu-ibu nelayan di Balikpapan. (3) Meskipun tidak langsung berhasil, akhirnya mereka berhasil memanfaatkan beberapa jenis mangrove menjadi aneka makanan, seperti kolak, sayur, dan permen. (4) Hal tersebut dilakukan dalam upaya memanfaatkan buah mangrove menjadi makanan yang lebih berguna dan bernilai ekonomi tinggi. 

Diadaptasi dari kompasiana.com.

Yuk, coba kita “kupas” lebih dalam mengenai contoh kalimat di atas, Quipperian.

Kalimat utama:
Kini pembuatan makanan berbahan dasar buah mangrove sudah mulai dikembangkan.

Gagasan pokok:
Pengembangan makanan berbahan dasar buah mangrove.

Mengapa kalimat utamanya ada di awal paragraf? Sebab, hal ini terbukti dari kalimat (2) yang mengutarakan contoh dari apa yang ada di kalimat pertama, yakni kelompok yang mengembangkan makanan berbahan dasar mangrove.

Lalu, pada kalimat (3), ada pula contoh-contoh makanan berbahan dasar buah mangrove. Pada kalimat (4), disampaikan tentang tujuan yang mendukung kalimat utama dan adanya kata rujukan tersebut yang merujuk pada kalimat (1).

Supaya kamu lebih gampang mengingatnya, Quipper Blog punya tips SUPER, nih. Dipahami baik-baik, ya!

TPS - Gagasan Pokok SUPER 1

2. Paragraf Induktif

Nah, kalau paragraf induktif merupakan paragraf yang diawali oleh hal-hal atau keadaan-keadaan khusus, lalu diakhiri pernyataan hal-hal atau keadaan umum. Sederhananya, paragraf induktif memiliki kalimat utama di akhir paragraf, setelah sebelumnya diawali oleh gagasan-gagasan penjelas.

Contoh:

(1) Diketahui bahwa lebih dari dua ratus rumah dan bangunan mengalami kerusakan, baik sedang maupun berat. (2) Jumlah korban jiwa yang melayang mencapai lima puluh orang. (3) Belum lagi korban yang mengalami luka-luka, jumlahnya lebih dari tiga ratus orang. (4) Orang-orang yang kini selamat dari gempa tersebut kini berusaha untuk bertahan hidup dengan kondisi kekurangan air, pakaian layak, dan makanan. (5) Mereka pun terserang berbagai penyakit kulit karena harus tinggal di pengungsian yang memiliki tingkat sanitasi kurang baik. (6) Gempa yang berpusat di Banten itu memang menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat yang terkena dampaknya.

Sumber: Quipper Video

Yuk, coba kita kulik mengenai paragraf di atas, Quipperian!

Kalimat utama:
Gempa yang berpusat di Banten itu memang menimbulkan banyak kerugian bagi masyarakat yang terkena dampaknya.

Gagasan pokok:
Banyaknya kerugian yang ditimbulkan oleh gempa yang berpusat di Banten atau gempa yang berpusat di banten menimbulkan banyak kerugian.

Nah, kalau diamati secara cermat, tentu kamu langsung tahu kalau kalimat utamanya ada di akhir paragraf kan, Quipperian? Bisa dilihat dari kalimat (1) sampai (5) yang memaparkan keadaan-keadaan khusus yang menjelaskan kalimat (6). 

Pada kalimat (6) pun, kita bisa melihat adanya kata yang biasanya menandakan bahwa kalimat tersebut berupa simpulan, yakni kata memang.

Biar kamu lebih gampang mengingatnya, lihat nih tips SUPER dari Quipper Video di bawah ini.

TPS - Gagasan Pokok SUPER 2

Sebagai tambahan juga, beberapa paragraf induktif biasanya ditandai oleh keberadaan konjungsi yang menyatakan simpulan, seperti jadi, oleh karena itu, oleh sebab itu, atau dengan demikian. 

3. Paragraf Variatif

Paragraf variatif ialah gabungan dari paragraf deduktif dan induktif. Kalimat utama pada jenis paragraf ini ada di awal dan akhir paragraf. Jadi, biasanya kalimat awal dan akhir menyiratkan hal yang sama meskipun menggunakan kata-kata yang berbeda.

Contoh:

(1) Meskipun tinggal di desa, banyak orang tua yang kini sudah menyadari pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya. (2) Mereka mendorong anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikan sampai tingkat tinggi. (3) Bahkan, tak jarang mereka menjual berbagai harta yang mereka miliki, seperti hewan ternak, sawah, kebun, tanah, dan rumah demi bisa menyekolahkan anaknya. (4) Mereka pun rela terpisah untuk beberapa waktu dengan anak-anaknya selama menempuh pendidikan karena sang anak harus menetap di kota yang jaraknya jauh dari desa. (5) Orang tua yang tinggal di pedesaan pun sekarang telah mengubah pola pikirnya, tidak seperti dahulu.

Sumber: Quipper Video

 

Yuk, langsung saja kita ulas tentang kalimat di atas, Quipperian!

 

Kalimat utama:

  • Meskipun tinggal di desa, banyak orang tua yang kini sudah menyadari pentingnya pendidikan bagi anak-anaknya.
  • Orang tua yang tinggal di pedesaan pun sekarang telah mengubah pola pikirnya, tidak seperti dahulu.

Gagasan pokok:
Banyak orang tua yang tinggal di pedesaan telah menyadari pentingnya pendidikan.

Kalau kamu amati paragraf di atas dengan cermat, kamu pasti langsung tahu letak kalimat utama ada di awal dan akhir paragraf. Meskipun berbeda kata-kata, klausa orang tua yang tinggal di pedesaan pun sekarang telah mengubah pola pikirnya pada kalimat (5) bermakna bahwa mereka sudah mementingkan pendidikan seperti yang ditulis pada kalimat (1).

Agar kamu lebih gampang mengidentifikasi jenis paragraf ini, gunakan tips SUPER di bawah ini, ya.

TPS - Gagasan Pokok SUPER 3

Contoh Soal

Quipperian, biar belajar kamu makin afdol, yuk coba kerjakan latihan soal dari Quipper Video di bawah ini.

Nomor 1

Bacalah teks berikut!

Kata bapak atau ibu tidak hanya digunakan untuk menyebut atau menyapa orang yang menurut usianya pantas disebut bapak atau ibu, tetapi juga untuk menyebut atau menyapa orang yang mempunyai kedudukan atau status sosial yang lebih tinggi walaupun usianya mungkin jauh lebih muda daripada usia orang yang menyapa atau menyebutnya. Kata kakak pun tidak selalu digunakan untuk menyapa orang yang memiliki usia sedikit lebih tua di atas penyapanya, seperti sapaan kakak dari seorang pengemudi ojek daring kepada penumpangnya.

Selain itu, kata saudara sudah lazim digunakan untuk menyapa orang lain dalam berbagai pertemuan atau kesempatan. Penggunaan kata atau istilah perkerabatan tersebut, khususnya bapak dan ibu, mulai muncul setelah beberapa tahun kemerdekaan Indonesia sejak timbulnya kesadaran masyarakat untuk mengganti kata tuan dan nyonya yang biasanya digunakan. Masyarakat menganggap bahwa sebutan tuan dan nyonya merupakan warisan berbau kolonial yang harus dihilangkan lalu menggantinya dengan sebutan bapak dan ibu. Dengan demikian, selain kata saudara, hampir semua kata atau istilah perkerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, adik, atau nenek, telah pula digunakan sebagai kata sapaan untuk menyebut atau menyapa siapa saja yang pantas disebut adik, siapa yang pantas disebut nenek, dan seterusnya.

Diadaptasi dari Pengantar Semantik Bahasa Indonesia karya Drs. Abdul Chaer

Gagasan pokok paragraf tersebut adalah…

A. banyaknya kata atau istilah perkerabatan, seperti bapak, ibu, nenek, dan adik
B. siapa yang pantas disebut nenek, siapa yang pantas disebut adik, dan seterusnya
C. istilah perkerabatan yang juga digunakan untuk sapaan
D. kata bapak atau ibu juga digunakan untuk menyebut atau menyapa orang yang mempunyai kedudukan atau status sosial yang lebih tinggi
E. sapaan tuan dan nyonya merupakan warisan kolonial

Jawaban: C

Pembahasan:

Quipperian, coba ingat tips SUPER untuk menentukan letak kalimat utama, salah satunya adalah tips berikut ini.

  • Perhatikan kalimat terakhir!
  • Jika berupa simpulan dan kalimat pertama tidak menyiratkan hal yang sama, kalimat terakhir itulah kalimat utamanya.

Beberapa paragraf induktif memuat simpulan di akhir paragaraf yang biasanya ditandai oleh keberadaan konjungsi yang menyatakan simpulan, antara lain jadi, oleh karena itu, oleh sebab itu, atau dengan demikian. Dalam teks tersebut, kita dapat menemukan adanya konjungsi yang menyatakan simpulan. Konjungsi tersebut adalah dengan demikian.

Kalimat utama:

Dengan demikian, selain kata saudara, hampir semua kata atau istilah perkerabatan, seperti bapak, ibu, kakak, adik, atau nenek, telah pula digunakan sebagai kata sapaan untuk menyebut atau menyapa siapa saja yang pantas disebut adik, siapa yang pantas disebut nenek, dan seterusnya.

Berdasarkan kalimat utama tersebut dan kalimat-kalimat penjelas, hal yang menjadi dasar pengembangan paragraf adalah kata atau istilah perkerabatan (saudara, nenek, adik, kakak, bapak, ibu) yang telah pula digunakan sebagai kata sapaan. Hal itu terbukti dari kata bapak atau ibu yang digunakan untuk sapaan orang yang lebih tua atau memiliki kedudukan lebih tinggi. Bukti lainnya adalah kakak atau saudara yang juga digunakan untuk menyapa orang lain dalam kesempatan atau situasi tertentu.

Dengan demikian, gagasan pokok yang tepat berdasarkan kalimat-kalimat tersebut yang termuat dalam kalimat utama adalah istilah perkerabatan yang juga digunakan untuk sapaan.

Nomor 2

Bacalah teks berikut!

Ekspor berbagai produk pertanian Indonesia di pertengahan tahun 2018 ini kian melempem. Padahal, sektor agrikultura ini menjadi penyumbang terbesar kedua dalam pertumbuhan produk domestik bruto nasional. Penurunan ekspor tersebut tentu berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi negara kita.
Selain menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani, hal ini juga menjadi salah satu permasalahan serius bagi pemerintah. Melempemnya ekspor produk pertanian disebabkan sejumlah tekanan eksternal. Salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya permintaan sejumlah produk agrikultura Indonesia dari negara lain, seperti karet dan kopi. Permintaan tersebut merosot karena adanya panen serentak berbagai komoditas pertanian di negara-negara lain. Penyebab lainnya adalah harga beberapa komoditas yang mengalami kemerosotan secara global sejak awal tahun ini, salah satunya karet. Indonesia dianggap kalah bersaing dari negara-negara lain, khususnya Vietnam dan Cina, karena belum bisa memberikan harga karet sesuai dengan harga pasar global.

Diadaptasi dari bisnis.com

Kalimat berikut yang memuat kedua gagasan pokok pada teks tersebut adalah…

A. Pertumbuhan ekonomi Indonesia terganggu karena menurunnya jumlah ekspor karet dan kopi yang merupakan penyumbang pertumbuhan produk domestik bruto nasional.
B. Indonesia harus bisa bersaing dengan negara-negara lain dengan menyesuaikan harga-harga komoditas pertanian sesuai pasar global.
C. Panen serentak yang terjadi di beberapa negara berdampak pada menurunnya ekspor komoditas pertanian dari Indonesia.
D. Penurunan ekspor hasil pertanian Indonesia hingga pertengahan tahun 2018 disebabkan tekanan-tekanan eksternal.
E. Pemerintah menghadapi permasalahan serius, yakni merosotnya jumlah ekspor komoditas pertanian.

Jawaban: D

Pembahasan:

Gagasan utama bisa kita temukan dalam kalimat utama. Berdasarkan cirinya,kalimat utama pada kedua paragraf tersebut terdapat di awal.

Ekspor berbagai produk pertanian Indonesia di pertengahan tahun 2018 ini kian melempem. Padahal, sektor agrikultura ini menjadi penyumbang terbesar kedua dalam pertumbuhan produk domestik bruto nasional. Penurunan ekspor tersebut tentu berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi negara kita. Selain menimbulkan kekhawatiran di kalangan petani, hal ini juga menjadi salah satu permasalahan serius bagi pemerintah.

Kalimat kedua pada paragraf tersebut mendukung atau memberikan penjelasan terhadap kalimat pertama, yaitu mengenai ekspor produk pertanian Indonesia. Pada kalimat tersebut pun terdapat kata rujukan ini yang merujuk pada ekspor atau yang diekspor. Kalimat terakhir bukan berupa simpulan dan tidak menyiratkan hal yang sama dengan kalimat pertama. Dengan demikian, kalimat utamanya adalah Ekspor berbagai produk pertanian Indonesia di pertengahan tahun 2018 ini kian melempem.

Melempemnya ekspor produk pertanian disebabkan sejumlah tekanan eksternal. Salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya permintaan sejumlah produk agrikultur Indonesia dari negara lain, seperti karet dan kopi. Permintaan tersebut merosot karena adanya panen serentak berbagai komoditas pertanian di negara-negara lain. Penyebab lainnya adalah harga beberapa komoditas yang mengalami kemerosotan secara global sejak awal tahun ini, salah satunya karet. Indonesia dianggap kalah bersaing dari negara-negara lain, khususnya Vietnam dan Cina, karena belum bisa memberikan harga karet sesuai dengan harga pasar global.

Kalimat kedua pada paragraf tersebut mendukung atau memberikan penjelasan terhadap kalimat pertama, yaitu salah satu tekanan eksternal yang menjadi penyebab melempemnya ekspor produk pertanian Indonesia sampai pertengahan tahun 2018 (rendahnya permintaan sejumlah produk agrikultur Indonesia dari negara lain). Pada kalimat kedua pun terdapat pengulangan kata atau repetisi kata pertanian, tetapi menggunakan istilah lain, yaitu agrikultura.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kalimat kedua mendukung kalimat kesatu. Kalimat terakhir pada paragraf kedua pun bukan berupa simpulan dan tidak menyiratkan hal yang sama dengan kalimat pertama. Dengan demikian, kalimat utamanya adalah Melempemnya ekspor produk pertanian disebabkan sejumlah tekanan eksternal.

Dari kelima opsi, kalimat yang memuat inti kedua kalimat utama tersebut adalah Penurunan ekspor hasil pertanian Indonesia hingga pertengahan tahun 2018 disebabkan tekanan-tekanan eksternal.

Quipperian, itulah sekilas pembahasan dari Quipper Blog mengenai gagasan pokok. Mudah-mudahan kamu jadi lumayan tercerahkan, ya. Jika kamu mau melihat materi ini lebih jelas lagi, intip video ini saja yuk.

Nah, kalau kamu mau lebih banyak lagi belajar materi lainnya, silakan gabung Quipper Video, ya! Di sana kamu bisa belajar bareng para tutor kece lewat video, rangkuman, atau latihan soal. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!