Belajar Materi Semantik Biar Lulus Ujian Bahasa Indonesia!

Belajar Materi Semantik Biar Lulus Ujian Bahasa Indonesia!

Materi semantik merupakan salah satu materi yang kerap muncul dalam berbagai macam ujian, termasuk ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri atau biasa disingkat SBMPTN. Untuk itu, Quipperian harus membekali diri dengan matang agar dapat menghadapi tipe soal materi semantik dalam ujian bahasa Indonesia di SBMPTN 2018.

Biar kamu dapat memahami apa itu semantik dan ruang lingkupnya, Quipper Video Blog akan membahasnya dalam artikel ini. Yuk, langsung saja disimak pembahasan materi semantik berikut ini!

Pengertian Semantik

Semantik adalah tata bahasa yang berhubungan dengan makna ungkapan dan juga struktur makna. Semantik juga merupakan sistem dan penyelidikan makna serta arti dalam suatu bahasa. Jadi, sederhananya, semantik adalah ilmu yang mempelajari makna kata.

Ketika kamu mempelajari semantik maka kamu akan mempelajari makna. Untuk itu, kamu harus tahu definisi dari makna.

Pengertian dari makna adalah hubungan abstrak antara kata sebagai simbol dengan objek atau konsep yang ditunjuk atau diwakili. Hubungan tersebut, dalam arti kesepadanan atau ketidaksepadanan antara bahasa dan alam di luar bahasa, atau antara ujaran dan semua hal yang ditunjukkannya.

Jenis-Jenis Makna Semantik

Setelah mengetahui definisi dari makna, maka kamu perlu tahu jenis-jenis makna. Ada empat jenis makna yang wajib kamu ketahui, yakni makna leksikal, gramatikal, denotasi, dan konotasi.

Makna leksikal adalah makna kata sebagai satuan yang bebas. Biasanya, maknanya dianggap sejajar dengan makna denotasi. Selain itu, makna leksikal biasa dianggap sebagai arti kata dalam kamus. Contoh makna leksikal seperti:

Kata Arti Kamus
Guru Orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya, profesinya) mengajar
Murid Orang (anak) yang sedang berguru (belajar, bersekolah)

Lalu, makna gramatikal adalah makna kata yang timbul karena proses ketatabahasaan, seperti dilekati imbuhan, diulang, kompositum (kata majemuk) di tempatkan dalam frase, klausa, atau intonasi. Contoh makna gramatikal sebagai berikut:

Kata ‘rumah’ secarah leksikal bermakna ‘bangunan untuk tempat tinggal.’ Pada tabel kamu akan melihat makna gramatikal dari beberapa bentuk kata ‘rumah.’

Kata Makna Gramatikal
Rumah Sakit Bangunan untuk merawat orang sakit atau tempat berobat orang sakit
Perumahan Kumpulan dari rumah yang tipenya sama (rumah kompleks)

Jenis makna ketiga, makna denotasi, yakni makna harafiah, arti lugas, arti sebenarnya, atau arti tersurat. Artinya, didasarkan penunjukkan secara langsung pada objek atau konsep yang dimaksud. Dan, terakhir, makna konotasi adalah makna kias atau makna yang didasarkan pada penunjukkan secara tidak langsung. Untuk contoh makna denotasi dan konotasi akan dituliskan berdampingan agar kamu langsung mengerti:

Bunga melati harum sekali.

Arti kata ‘bunga’ pada kalimat tersebut mengacu pada makna denotasinya, yakni ‘bagian tumbuhan yang akan menjadi buah, biasanya elok warnanya dan harum baunya.’

Generasi muda adalah bunga bangsa.

Arti kata ‘bunga’ pada kalimat tersebut mengacu pada makna konotasinya, yakni ‘mengacu kepada generasi penerus.’

Perubahan Makna Semantik

Setelah mengetahui jenis-jenis makna, sekarang Quipper Video Blog akan masuk ke dalam perubahan makna. Setidaknya, ada tujuh perubahan makna, yakni peyorasi, ameliorasi, meluas, menyempit, sintesia, asosiasi, dan apelativa. Berikut pengertian dari masing-masing jenis perubahan makna tersebut:

  1. Peyorasi adalah perubahan nilai rasa makna menjadi lebih rendah dari yang sebelumnya. Peyorasi menggunakan kata yang merendahkan atau kasar.
  2. Ameliorasi adalah perubahan nilai rasa makna kata menjadi lebih tinggi, lebih hormat, dan lebih disukai.
  3. Perubahan makna meluas adalah perubahan makna kata yang semula cakupan maknanya lebih sempit dari yang sekarang.
  4. Perubahan makna menyempit adalah perubahan makna dari semula cakupan maknanya luas kini menyempit.
  5. Sinestesia adalah perubahan makna karena adanya pertukaran tanggapan dua indera yang berbeda.
  6. Asosiasi adalah perubahan makna karena adanya persamaan sifat atau hubungan makna secara tidak langsung. Makna asosiasi juga dapat dihubungkan dengan beberapa unsur berikut:
    1.  Nilai rasa: kesan baik atau buruk kata tersebut.
    2.  Warna.
    3. Tempat atau Lokasi.
    4. Waktu atau Peristiwa.
  7. Apelativa adalah makna yang muncul disebabkan oleh beberapa faktor, seperti:
    1. Anamatope atau tiruan bunyi.
    2. Perbuatan.
    3. Penemu.
    4. Tempat.
    5. Bahan.
    6. Sifat yang menonjol.

Hubungan Arti Kata Semantik

Di dalam semantik, terdapat beberapa hubungan arti kata. Biasanya, soal mengenai hubungan arti kata ini kerap muncul dalam berbagai jenis ujian, khususnya SBMPTN Berikut hubungan arti kata tersebut:

  1. Sinonim adalah dua kata atau lebih yang memiliki arti sama. Sinonim memiliki terdapat tiga jenis, yakni:
  2. Sinonim persis atau lengkap (saling menggantikan).
  3. Sinonim mirip atau tidak saling menggantikan.
  4. Padanan kata.
  5. Antonim adalah dua kata atau lebih yang artinya berlawanan.
  6. Hiponim adalah kata-kata yang artinya dicakup oleh kata yang lain.
  7. Polisemi adalah kata-kata yang artinya berkaitan.
  8. Hipernim adalah kata atau frase yang mewakilkan banyak kata yang termasuk di dalamnya.

Hubungan Bentuk Kata Semantik

Selain materi hubungan arti kata, dalam semantik juga membahas hubungan bentuk kata. Hubungan bentuk kata terdiri dari tiga jenis, yakni homonim, homofon, dan homograf.

Homonim adalah hubungan bentuk dua kata atau lebih yang tulisan dan bunyinya sama, sedangkan maknanya berbeda. Lalu, homofon adalah hubungan bentuk dua kata atau lebih yang sama bunyi, namun tulisan dan maknanya berbeda. Dan, homograf adalah hubungan bentuk dua kata atau lebih yang sama bentuk dan tulisan, namun lafal dan maknanya berbeda.

Biasanya, submateri ini juga sering muncul dalam berbagai jenis ujian bahasa Indonesia. Jadi, kalau kamu mau lulus SBMPTN 2018, jangan sampai tidak mempelajari submateri ini ya Quipperian!


Nah, itulah pembahasan materi semantik bahasa Indonesia. Semoga dengan pembahasan itu kamu bisa mulai belajar untuk mempersiapkan diri menghadapi SBMPTN 2018.

Kalau kamu merasa pembahasan itu masih kurang, kamu bisa menonton video pembelajaran di Quipper Video. Melalui video pembelajaran itu, kamu bisa memahami materi semantik secara menyeluruh atau materi lainnya. Untuk dapat mengaksesnya, kamu cukup daftar Quipper Video dengan klik di sini. Semangat belajar ya Quipperian!

Bingung cara daftarnya? Nonton video ini aja! Gampang kok Quipperian.

Sumber:

  1. Materi dan Latihan Soal SBMPTN Top Level – XII SMA Bahasa Indonesia Sesi 11 Quipper Video
  2. http://www.gurupendidikan.co.id/pengertian-semantik-dan-contohnya-lengkap/
  3. https://susandi.wordpress.com/seputar-bahasa/semantik/
  4. http://www.bimbelbahasaindonesia.com/2016/10/pengertian-hipernim-dan-hiponim-beserta.html

Penulis: Muhammad Khairil



Konsultasi langsung dengan tutor di Quipper Video Masterclass. DISKON, kode promo: CERMAT Daftar Sekarang