Simak Pembahasan Kalimat Efektif Berikut Biar Kamu Semakin Mahir Merangkai Kata!

Simak Pembahasan Kalimat Efektif Berikut Biar Kamu Semakin Mahir Merangkai Kata!

Quipperian, apakah kamu bingung dengan materi kalimat efektif dalam pelajaran Bahasa Indonesia? Jika iya, Quipper Video Blog akan membahas tentang kalimat efektif dalam artikel kali ini.

Yuk, langsung saja disimak pembahasannya!

Materi Kalimat Efektif Bagian dari Sintaksis Bahasa

Sebelum membahas mengenai kalimat efektif, ada baiknya kamu mengetahui dasar pelajaran materi tersebut. Materi kalimat efektif masuk ke dalam materi sintaksis bahasa. Secara sederhana, sintaksis adalah bagian dari tata bahasa yang mempelajari proses pembentukan kalimat atau menganalisis kalimat atas bagian-bagiannya. Sintaksis biasa disebut juga tata kalimat.

Di dalam sintaksis ada beberapa hal elemen yang dipelajari, yakni frasa, klausa, dan kalimat. Frasa adalah kelompok kata atau gabungan dua kata atau lebih yang sifatnya tidak predikatif. Gabungan tersebut dapat rapat maupun renggang. Frasa terbagi atas beberapa jenis, yakni frasa setara, frasa bertingkat, dan frasa eksosentris.

Lalu, klausa adalah kelompok kata yang sudah memiliki subjek dan predikat, tetapi belum berintonasi akhir. Klausa terbagi dua jenis dan sifatnya, yakni klausa atasan yang disebut juga klausa pokok atau induk kalimat dan klausa bawahan yang disebut juga keterangan atau anak kalimat.

Dan, elemen terakhir ialah kalimat. Pengertian kalimat ialah kesatuan bahasa atau ujaran yang berupa kata atau kumpulan kata disertai intonasi yang menunjukkan bahwa kesatuan itu sudah lengkap.

Kumpulan kata itu berupa satu klausa atau lebih yang ditata menurut pola tertentu dan dapat berdiri sendiri sebagai satu kesatuan. Nah, materi yang dibahas dalam artikel ini, yakni kalimat efektif, merupakan subbagian dari elemen bahasa yang ketiga, yakni kalimat.

Pengertian dari Kalimat Efektif Adalah:

Untuk memahami materi kalimat efektif, kamu harus memahami pengertiannya terlebih dahulu. Kalimat efektif adalah kalimat yang penulisannya sesuai dengan kaidah bahasa atau tata bahasa serta dapat menyampaikan informasi secara tepat. Kalimat efektif juga disebut sebagai kalimat baku.

Kata kunci untuk memahami apa itu kalimat efektif terletak pada seberapa mudahnya informasi di dalam kalimat itu tersampaikan. Dikatakan efektif suatu kalimat karena tidak memiliki kemungkinan ambiguitas dalam penyampaian informasinya kepada pembaca atau pendengarnya.

Kesalahan utama ketika seseorang membuat kalimat efektif ialah penggunaan kata-kata yang keterangannya menyulitkan orang lain sulit memahaminya. Oleh sebab itu, ketika menuliskan kalimat efektif, hendaknya menghindari kata-kata yang bisa menyebabkan makna ganda atau ambigu.

Ciri-Ciri Kalimat Efektif Beserta Contohnya

Berikut adalah ciri-ciri kalimat efektif beserta contohnya yang sangat menonjol:

1. Memiliki minimal subjek dan predikat

Contohnya sebagai berikut:

Darto melempar bola hingga masuk ke keranjang.

Di dalam kalimat itu terdapat subjek, predikat, dan objek. Subjeknya adalah ‘Darto’, predikatnya ‘melempar’, dan objeknya adalah bola. Kalimat tersebut terdapat subjek dan predikat dan oleh karena itu dapat dikategorikan sebagai kalimat efektif.

2. Hemat dalam penggunaan kata-kata

Kalimat efektif memiliki susunan yang tidak bertele-tele. Dengan demikian, pembaca dapat mengetahui informasi yang ada dalam kalimat tersebut.

Contohnya sebagai berikut:

Para penonton kecewa dengan acara yang disajikan.

Dari kalimat tersebut terlihat informasi yang ingin disampaikan, yakni ‘para penonton’ merasakan kecewa. Kalimat tersebut tidak bertele-tele dan langsung memberikan informasi di dalamnya kepada pembaca.

3. Menyampaikan informasi di dalamnya secara logis

Artinya, di dalam kalimat tersebut susunan informasinya dapat langsung dicerna dan sesuai dengan nalar.

Contohnya sebagai berikut:

Mayat yang terpotong-potong itu mondar-mandir di Detos. (tidak efektif/baku)

Sebelum menjadi mayat yang terpotong-potong, ia mondar-mandir di Detos. (kalimat efektif/baku)

Pada kedua contoh tersebut terlihat perbedaan antara kalimat efektif dan tidak. Pada kalimat efektif, urutan waktunya sangat logis dan isi informasinya dapat langsung diterima pembacanya. Sedangkan, kalimat yang tidak efektif terlihat membingungkan.

4. Penulisannya sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) atau dulu disebut dengan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD).

Contohnya sebagai berikut:

Seorang dokter harus pandai menganalisa pasien. (tidak efektif/baku)

Seorang dokter harus pandai menganalisis pasien. (kalimat efektif/baku)

Pada kedua kalimat tersebut terdapat perbedaan pada kata ‘menganalisa’ dan ‘menganalisis.’ Bila mengacu pada PUEBI, maka kata yang tepat adalah ‘menganalisis.’ Jadi, kalimat efektif selalu menggunakan kata-kata yang merujuk pada PUEBI.

5. Memiliki keparalelan bentuk atau memiliki kesamaan bentuk kata yang digunakan dalam kalimat

Pada kalimat efektif, gaya paralelisme menempatkan unsur yang setara dalam konstruksi yang sama. Adapun, paralelisme atau kesejajaran bentuk itu bertujuan untuk membantu memberi kejelasan dalam unsur gramatikal dengan memperhatikan bagian-bagian yang sederajat dalam konstruksi yang sama.

Sederhananya, kata-kata dalam kalimat efektif memiliki kesamaan bentuk dan sederajat.

Contohnya sebagai berikut:

Kebutuhan yang harus dipersiapkan adalah buku, penggaris, dan menghapus. (tidak efektif/baku)

Kebutuhan yang harus dipersiapkan adalah buku, penggaris, dan penghapus. (kalimat efektif/baku)

Pada kalimat pertama, kata ‘buku’, ‘penggaris’, dan ‘menghapus’ tidak memiliki kesamaan bentuk ataupun sederajat. Sebab, kata ‘buku’, dan ‘penggaris’ merupakan kata benda sedangkan ‘menghapus’ adalah kata kerja.

Pada kalimat kedua, kata ‘buku’, ‘penggaris’, dan ‘penghapus’ memiliki kesamaan bentuk atau berposisi sederajat dalam konstruksi kalimat tersebut. Ketiga kata tersebut merupakan kata benda.

6. Kalimat efektif tidaklah ambigu

Ciri tersebut berkaitan dengan tujuan utama dari kalimat efektif, yakni memberikan informasi secara jelas kepada pembaca atau pendengarnya. Oleh sebab itu, kalimat yang efektif tidak memiliki potensi bermakna ganda.

Contohnya sebagai berikut:

Ayah membeli tujuh karung beras. (tidak efektif/baku)

Ayah membeli beras sebanyak tujuh karung. (kalimat efektif/baku)

Pada kalimat pertama, informasi yang ada di dalamnya tidak begitu jelas. Hal itu membuat pembacanya menjadi bingung karena ada keambiguan maknanya. Sedangkan, pada kalimat kedua, informasi yang disampaikan sangat jelas dan tidak membingungkan.

Itulah pembahasan mengenai kalimat efektif. Kalau kamu masih kurang jelas, kamu bisa mendapatkan penjelasan lebih detil melalui video pembelajaran Pak Ardian, Sang Pelukis Bahasa, di Quipper Video. Bila menonton video pembelajarannya, pastinya kamu langsung paham apa itu kalimat efektif dan berbagai materi pelajaran bahasa Indonesia lainnya.

Untuk bergabung bersama Quipper Video cukup mudah lho! Kamu cukup klik link ini dan ikuti tata cara pendaftarannya. Selain materi pelajaran bahasa Indonesia, kamu juga akan mendapat materi pelajaran lain yang pastinya diberikan oleh tutor-tutor kece! Tunggu apa lagi, yuk bergabung bersama Quipper Video!

Sumber:

  1. Materi Bahasa Indonesia Quipper Video Mengenai Sintaksis Bahasa Indonesia
  2. http://www.edutafsi.com/2016/07/pengertian-dan-ciri-kalimat-efektif.html
  3. https://news.okezone.com/read/2016/08/15/65/1464154/perbedaan-eyd-dengan-puebi

Penulis: Muhammad Khairil



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang