Plantae – Biologi Kelas 10 – Klasifikasi dan Jenisnya

Plantae - Biologi Kelas 10

Kingdom Plantae punya 3 klasifikasi utama; Bryophyta (tumbuhan lumut), Pteridophyta (tumbuhan paku), dan Spermatophyta (tumbuhan berbiji). Tiga klasifikasi ini nanti dibagi lagi dalam kelompok-kelompok kecil. Yuk, simak pembahasannya!

Hai, Quipperian!

Sudahkah kamu mengetahui Kingdom Plantae? Kingdom Plantae adalah kingdom bagi tumbuh-tumbuhan. Kingdom Plantae punya banyak peranan penting bagi kehidupan. Misalnya, menyediakan oksigen di bumi, melindungi permukaan tanah dari curahan hujan, bahkan menjadi sumber makanan yang dibutuhkan oleh makhluk hidup lainnya.

Karena ada banyak klasifikasi berbeda bagi kingdom ini, ayo mulai mengenalnya lewat klasifikasinya yang sederhana berikut ini!

Bryophyta (Tumbuhan Lumut)

Bryophyta dapat disebut juga dengan sebutan lumut, tumbuhan yang biasanya ada pada tempat lembap dan hidup secara autotrof.

Meski begitu, sebetulnya kelompok tumbuhan ini tidak memiliki akar, batang, maupun daun sejati. Bahkan, mereka tidak memiliki jaringan xilem dan floem, lho! Bryophyta terbagi menjadi tiga, yaitu:

1. Lumut hati

Lumut yang berbentuk selayaknya hati manusia ini bereproduksi secara aseksual melalui fragmentasi pada pembentukan kuncup dan sporanya serta secara seksual melalui fertilisasi antara sperma dan ovum. Contoh lumut hati ialah Marchantia polimorpha.

2. Lumut tanduk

Lumut yang memiliki kapsul memanjang yang tumbuh menyerupai tanduk dari gametofitnya ini biasa disebut dengan Anthoceropsida. Contoh lumut tanduk ialah Anthoceros laevis.

3. Lumut daun

Lumut yang hidup berkelompok dan membentuk hamparan tebal ini disebut juga lumut sejati karena bentuk tubuhnya menyerupai tumbuhan dengan akar, batang, dan daun. Contoh lumut daun ialah Spagnum.

Bryophyta memiliki sejumlah manfaat, misalnya, beberapa spesiesnya dapat dimanfaatkan untuk mengobati kulit, mata, hingga penyakit hati. Adanya lumut di hutan hujan juga bermanfaat sebagai penahan erosi sekaligus untuk membantu penyerapan air.

Pteridophyta (Tumbuhan Paku)

Berbeda dari tumbuhan lumut yang tidak memiliki organ sejati maupun jaringan pengangkut, kelompok tumbuhan paku sudah memiliki organ sejati yang disertai dengan jaringan xilem dan floem pula. Tumbuhan paku terbagi menjadi empat, yaitu:

1. Paku purba

Sesuai namanya, jenis paku purba sudah hampir punah. Hanya ada 10 hingga 13 spesies tersisa. Paku purba hanya menghasilkan satu jenis spora. Contoh paku purba ialah Rynia.

2. Paku kawat

Saat ini, terdapat sekitar seribu spesies paku kawat. Paku kawat dapat menghasilkan dua jenis spora dengan gametofit tidak berklorofil uniseksual maupun biseksual. Contoh paku kawat ialah Selaginela.

3. Paku ekor kuda

Saat ini, hanya ada sekitar 15 spesies paku ekor kuda, paku yang bentuknya batang seperti ekor kuda. Paku ekor kuda hanya menghasilkan satu jenis spora. Gametofit paku ekor kuda memiliki klorofil dan bersifat biseksual. Contoh paku ekor kuda ialah Equisetum.

4. Paku sejati

Terdapat hingga 12.000 spesies paku sejati di dunia. Sesuai namanya, paku sejati memiliki akar, batang, serta daun sejati. Contoh paku sejati ialah Adiantum cuneatum.

Pteridophyta berkembang biak dengan spora yang dihasilkan pada sporofil. Ada jenis tumbuhan paku yang bahkan dapat menghasilkan dua jenis spora alias heterospora. Gametofit pada tumbuhan paku dapat memiliki sifat berbeda—ada yang uniseksual dan biseksual.

Kelompok tumbuhan ini memiliki sejumlah manfaat, di antaranya, dapat digunakan sebagai pupuk bagi tanaman padi, dijadikan tanaman hias, sayur-sayuran, dan obat luka.

Spermatophyta (Tumbuhan Berbiji)

Kelompok tumbuhan satu ini disebut sebagai tumbuhan berbiji karena bakal individu barunya bermula dari biji. Sama seperti Pteridophyta, kelompok tumbuhan ini juga memiliki akar, batang, serta daun sejati. Biji yang merupakan cikal bakal tumbuhan ini berasal dari strobilus atau bunga.

Tumbuhan berbiji dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis yaitu:

1. Tumbuhan berbiji terbuka

Yang dimaksud dengan berbiji terbuka adalah tumbuhan dengan biji yang tidak ditutupi oleh bakal buah. Ciri-cirinya antara lain:

    • Memiliki bentuk perakaran tunggang;
    • Tidak memiliki bunga sejati;
    • Memiliki daun yang sempit, tebal, dan kaku;
    • Memiliki alat perkembangbiakan berbentuk kerucut yang disebut strobilus atau runjung; dan
    • Memiliki serbuk sari dalam strobilus jantan dan sel telur dalam strobilus betina.

Tumbuhan berbiji terbuka dibagi lagi ke dalam empat kelas, yaitu:

  • Cycadinae, contohnya Cycas rumphii atau pohon pakis haji.
  • Ginkgoinae, dengan hanya satu spesies, yaitu Ginkgo biloba.
  • Coniferinae Coniferales, contohnya Agathis alba atau pohon damar.
  • Gnetinae, contohnya Gnetum gnemon atau pohon melinjo.

2. Tumbuhan berbiji tertutup

Berbeda dari tumbuhan berbiji terbuka dengan biji yang tidak ditutupi bakal buah, tumbuhan biji tertutup memiliki biji yang terdapat dalam bakal buah. Ciri-cirinya antara lain:

  • Memiliki bunga sejati; dan
  • Memiliki daun berbentuk pipih dan lebar dengan tulang daun menjari, melengkung, menyirip, atau sejajar.

Tumbuhan berbiji tertutup dibagi lagi ke dalam dua kelas, yaitu:

  • Dikotil, contohnya tanaman singkong, petai, tomat, jeruk bali, kapas, jambu air, dan bunga matahari.
  • Monokotil, contohnya tanaman padi, kelapa, jahe, nanas, dan anggrek bulan.

Nah, berakhir di sini dulu ya pembahasan kita kali ini. Jika kamu masih punya banyak pertanyaan seputar Kingdom Plantae, yuk gabung bersama Quipper Video untuk dapat mengakses informasi-informasi penting yang berhubungan dengan pelajaranmu di sekolah. Semoga informasi ini berguna untukmu, ya!

Penulis: Evita