Sendi – IPA Kelas 8

Sendi - IPA Kelas 8

Hai Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat belajar, ya.

Pada artikel kali ini, Quipper Blog akan mengajak Quipperian untuk belajar tentang sendi. Sebelum membahas lebih lanjut tentang sendi, cobalah kamu gerakkan lengan kanan atau kirimu! Selanjutnya, gerakkan pula siku atau lututmu.

Dari dua gerakan itu, apa yang bisa Quipperian simpulkan? Arah gerakan lengan pasti berbeda dengan siku atau lutut, kan? Jika lengan bisa bergerak secara bebas, maka siku atau lutut hanya bisa digerakkan satu arah saja. Mengapa gerak kedua bagian tubuh itu berbeda? Hal itu karena sendi penyusunnya berbeda. Nah, ingin tahu selengkapnya tentang sendi? Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Pengertian Sendi

Sendi adalah penghubung antartulang sehingga tulang bisa dengan mudah digerakkan. Kira-kira, mengapa sih tulang butuh sendi? Quipperian tahu bahwa tulang merupakan bagian tubuh yang bersifat keras. Artinya, tulang tidak bisa dibengkokkan sesuka hati. 

Nah, agar tulang yang keras bisa digerakkan harus ada penghubung yang sifatnya fleksibel, yaitu sendi. Hubungan antara tulang satu dan lainnya melalui sendi disebut sebagai persendian. Ternyata, sendi ada yang bisa digerakkan dan ada juga yang tidak bisa digerakkan. Apa saja macamnya? Check this out!

Macam-Macam Sendi

Berdasarkan banyak sedikitnya gerakan yang bisa dilakukan, sendi dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

1. Sinartrosis

Sinartrosis adalah sendi yang tidak bisa digerkkan. Itulah sebabnya sinartrosis biasa disebut sendi mati. Contohnya adalah sendi yang terletak di antara tulang tengkorak. Sambungan antarsendi pada tulang tengkorang disebut sebagai sutura.

2. Amfiartrosis

Amfiartrosis adalah sendi yang bisa digerakkan namun sangat terbatas. Contoh amfiartrosis terletak pada sambungan ruas-ruas tulang belakang dan sambungan antara tulang rusuk dan tulang dada.

3. Diartrosis

Diartrosis adalah sendi yang bisa digerakkan secara bebas. Kamu bisa bergerak dengan leluasa karena ada diartrosis ini. Berdasarkan jenis gerakannya, diartrosis dibagi menjadi 5 macam sendi, yaitu sebagai berikut.

a. Sendi peluru

Sendi peluru adalah sendi yang memungkinkan terjadinya gerakan bebas. Contohnya hubungan antara tulang lengan atas dan tulang belikat serta tulang pinggul dan paha. Sendi peluru memiliki ujung berbentuk bulat dan masuk ke ujung tulang lain yang berongga. Keberadaan sendi peluru ini bisa membuat kamu menggerakkan tulang tersebut ke segala arah. Berikut ini contohnya.

b. Sendi engsel

Pernahkah kamu melihat engsel pintu? Keberadaan engsel membuat pintu bisa digerakkan membuka dan menutup. Jika diperhatikan, apakah bisa pintu bergerak secara bebas? Tentu tidak ya karena engsel hanya membantu pintu untuk bergerak satu arah saja. Begitu juga dengan sendi engsel. Sendi engsel hanya memungkinkan gerakan satu arah, yaitu ke depan atau belakang. Sendi engsel ini terletak di hubungan antara tulang siku maupun tulang lutut.

c. Sendi putar

Sendi putar adalah sendi yang memungkinkan adanya gerakan memutar. Gerakan memutar berporos pada salah satu tulang dan tulang lainnya berputar mengelilingi poros. Sendi putar bisa kamu temukan pada hubungan antara tulang tengkorak dan tulang leher. Dengan adanya sendi putar ini, kamu bisa memutar, mengangguk, dan menggelengkan kepala.

d. Sendi pelana

Sendi pelana adalah sendi yang memungkinkan terjadinya dua gerakan, yaitu ke depan-belakang dan samping. Sendi ini disebut pelana karena hubungan antara dua tulangnya berbentuk seperti pelana. Contoh sendi pelana terletak pada pangkal ibu jari.

e. Sendi geser

Sendi geser adalah sendi yang menghubungkan bagian tulang yang bentuknya datar. Lantas, bagaimana cara kerjanya? Yaitu dengan bergeser di atas tulang lainnya. Contoh sendi geser bisa kamu temukan pada hubungan tulang pada pergelangan tangan dan kaki. Sendi pelana inilah yang sering kamu manfaatkan untuk beraktivitas, misalnya mengambil air, menyalakan televisi, menulis, dan sebagainya.

Gangguan pada Sendi

Sudah tahu kan Quipperian, seberapa penting sih sendi dalam kehidupan? Ternyata, sendi juga bisa mengalami gangguan, lho. Oleh karena itu, kamu harus selalu menjaga agar persendianmu bisa tetap bekerja secara normal, misalnya menjaga pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat. Adapun gangguan yang bisa terjadi pada sendi adalah sebagai berikut.

 1. Arthritis

Arthritis atau disebut juga radang sendi, yaitu gangguan berupa bengkak, merah, dan nyeri pada sendi. Gangguan ini disebabkan oleh adanya timbunan asam urat, infeksi oleh bakteri, menerima beban terlalu berat, dan faktor usia. Arthritis mengakibatkan penderitanya sakit untuk berjalan atau bergerak.

2. Rheumatik

Pernahkah kamu mendengar penyakit rheumatik? Rheumatik adalah peradangan sendi yang sudah kronis yang disebabkan oleh autoimun. Gejala yang umum dirasakan penderita adalah mengalami nyeri di bagian persendian.

3. Keseleo

Mungkin kamu sering mendengar istilah keseleo. Tapi, apakah keseleo itu? Keseleo adalah kondisi di mana sendi mengalami cedera, misalnya terpuntir. Akibat keseleo, seseorang bisa mengalami lepas sendi yang ditandai dengan adanya memar.

4. Lepas sendi

Lepas sendi adalah kondisi di mana sendi lepas dari tempatnya ditambah dengan robeknya ligamen.

Itulah pembahasan Quipper Blog tentang sendi. Semoga bermanfaat buat Quipperian. Jangan lupa untuk tetap belajar, meskipun masih di rumah saja. Untuk menunjang kemudahan saat belajar di rumah, silakan gabung bersama Quipper Video. Quipper Video menyediakan tutorial belajar beserta soal dan pembahasannya. So, tunggu apa lagi, grab it fast. Salam Quipper!

Penulis: Eka Viandari



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang