Girls, Sudah Kenal dengan Siklus Bulanan alias Sistem Reproduksi Kamu?

Menstruasi adalah proses keluarnya darah pada perempuan melalui vagina. Sedangkan siklus menstruasi adalah siklus kompleks hasil interaksi antara sistem reproduksi dan sistem endokrin yang menyebabkan adanya perubahan pada endometrium uterus. Ada 2 siklus menstruasi; siklus ovarium dan siklus endometrium uterus.

Hai, Quipperian!
Seberapa kenalkah kamu dengan dirimu sendiri? Belajar Biologi punya begitu banyak pengetahuan tentang diri kita sendiri yang menjadikan pelajaran satu ini begitu menarik. Mulai dari organ pernapasan, pencernaan, hingga reproduksi.
Kali ini, Quipper Blog punya ulasan lengkap tentang siklus bulanan yang dialami perempuan dalam sistem reproduksinya, yaitu siklus menstruasi. Sudahkah kamu mengetahui siklus satu ini? Jika belum, jangan khawatir. Yuk, kenalan lebih lanjut lewat ulasan di bawah ini!

Apa Itu Menstruasi?


Mungkin kamu sudah mengetahui bahwa menstruasi merupakan proses keluarnya darah pada perempuan. Menstruasi akan terjadi dengan vagina sebagai jalan keluarnya. 
Apakah kamu mengetahui penyebabnya? Penyebab menstruasi ialah siklus bulanan alami tubuh perempuan pada organ reproduksinya yang bersiap apabila terjadi kehamilan. Siklus bulanan ini disebut dengan siklus menstruasi.

Apa Itu Siklus Menstruasi?


Siklus menstruasi adalah sebuah siklus kompleks yang merupakan hasil interaksi antara sistem reproduksi dan sistem endokrin yang menyebabkan adanya perubahan pada endometrium uterus.
Perubahan tersebut menghasilkan efek lain, yakni terjadinya peristiwa menstruasi yang terjadi setiap bulan. Siklus menstruasi sendiri akan berlangsung secara terus-menerus, bermula sejak seorang perempuan memasuki usia pubertasnya dan berhenti saat ia memasuki usia menopause.
Secara umum, siklus menstruasi memiliki rentang waktu sepanjang 28 hari. Namun, ada pula rentang waktu yang lebih pendek serta lebih panjang. Siklus terpendek ialah 18 hari dan siklus terpanjang adalah 40 hari.

Seperti Apa Siklus Menstruasi Terjadi?


Siklus menstruasi sendiri terdiri atas dua siklus, yaitu:

1. Siklus ovarium

Siklus ovarium terdiri atas dua fase yang bergantian terjadi, yaitu:

  • Fase folikel, yaitu fase perkembangan folikel.

Pada hari pertama, terjadi sekresi hormon GnRH (Gonadotropin Releasing Hormone) oleh hipotalamus. Hal ini menjadikan hipofisis anterior juga menyekresikan FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone).
Kemudian, terjadi sekresi estrogen pada sekelompok folikel primer dengan reseptor FSH dan LH. Folikel primer tumbuh menjadi folikel sekunder dan membentuk antrum.
Peningkatan estrogen dalam plasma darah akan menghambat sekresi FSH dan LH. Penghambatan ini berakibat penurunan FSH dan menghambat pertumbuhan folikel, kecuali folikel utama yang dilepaskan pada ovulasi.
Peningkatan estrogen pada pertengahan fase folikel akan menyebabkan hipofisis meningkatkan produksi LH.
Pada saat produksi LH mencapai puncaknya, oosit primer pada folikel utama akan berubah menjadi oosit sekunder yang disertai dengan sintesis enzim sekaligus hormon prostaglandin dan merobek dinding folikel de Graff.
Pada saat dinding folikel de Graff robek, oosit sekunder akan keluar dari folikel, melangsungkan proses ovulasi.
Proses ini biasanya terjadi pada hari ke-14, menandai bahwa seorang perempuan ada dalam masa suburnya (hari ke-13 hingga hari ke-15).

  • Fase luteal, yaitu saat terbentuknya korpus luteum.

Oosit sekunder yang keluar dari folikel pada fase folikel akan menyisakan folikel de Graff yaitu korpus luteum. Korpus luteum ini akan memproduksi hormon progesteron dan juga sedikit estrogen.
Meningkatnya hormon tersebut akan menyebabkan penurunan FSH dan LH. Kadar LH yang rendah akan menyebabkan korpus luteum berdegenerasi, berubah menjadi korpus albikans. Karenanya pula, produksi estrogen dan progesteron menurun tajam.
Penurunan ini memberikan dampak pada hipofisis anterior yang mulai memproduksi FSH dan LH kembali untuk memulai siklus baru.

2. Siklus endometrium uterus

Siklus endometrium uterus terdiri atas tiga fase, yakni:

  • Fase menstruasi (haid), pada saat sisa endometrium dikeluarkan lewat vagina beserta dengan pendarahan.

Fase ini biasanya terjadi selama 4-5 hari. Hari pertama dari fase ini dianggap sebagai permulaan siklus baru bersamaan dengan dimulainya fase folikel.
Saat fase ini berlangsung, sel-sel lapisan basal akan membelah untuk memperbaiki endometrium.

  • Fase proliferasi, yaitu pembelahan sel-sel endometrium untuk mempertebal endometrium.

Fase ini terjadi mulai dari akhir fase haid hingga ovulasi dan dirangsang oleh hormon estrogen.

  • Fase sekretori (progestasi), yaitu fase sekresi progesteron.

Fase ini merupakan lanjutan setelah adanya ovulasi di ovarium. Mengikuti fase ini, korpus luteum juga akan terbentuk dan memproduksi progesteron dalam jumlah besar bersamaan dengan estrogen.
Progesteron akan mengubah endometrium yang tebal menjadi jaringan yang kaya akan pembuluh darah dan glikogen hasil sekresi kelenjar.
Dengan begitu, endometrium akan siap untuk mendukung kehidupan embrio jika terjadi fertilisasi dan implantasi.
Jika fertilisasi dan implantasi tidak terjadi, endometrium akan luruh disertai dengan pendarahan—memulai kembali fase haid.

Apakah Ada Kelainan yang Dapat Terjadi pada Siklus Menstruasi?


Setiap perempuan memiliki durasi serta volume pendarahan yang berbeda pada siklus menstruasinya. Maka dari itu, sangat disarankan bagi perempuan untuk memperhatikan bahkan membuat catatan tentang siklus menstruasinya sendiri untuk bisa segera menyadari apabila terdapat suatu kejanggalan.
Berikut tiga contoh kelainan yang umum terjadi:

  • Dysmenorrhea, yakni nyeri haid yang paling sering dialami oleh perempuan.
  • Menorrhagia, yakni volume darah yang berlebihan pada saat menstruasi.
  • Metrorrhagia, yakni pendarahan yang terjadi di sela dua periode menstruasi.

Gejala kelainan siklus menstruasi sendiri pun berbeda-beda bagi setiap kelainan. Secara umum, gejala yang perlu diperhatikan karena merupakan tanda kelainan ialah apabila menstruasi terjadi lebih dari 7 hari dan juga pendarahan deras yang menjadikan perlunya sering mengganti pembalut bahkan diikuti munculnya lebam.
Nah, Quipperian, sekarang pastinya kamu sudah mengenal sistem reproduksi alias siklus menstruasi lebih dalam lagi. Semoga informasi ini bisa berguna untukmu, ya!
Sumber:

Penulis: Evita



Yuk, mulai siap-siap PTS! Kode promo: CERMAT Mulai belajar