Sistem Saraf dan Indera (Sistem Koordinasi) – Biologi G11

Sistem Saraf dan Indera (Sistem Koordinasi) - Biologi G11

Hai Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat belajar, ya.

Saat kamu sedang fokus mengamati sesuatu, tiba-tiba seseorang memukulmu dari belakang. Kira-kira, apa respon yang akan kamu tunjukkan? Kaget, menjerit, refleks memukul balik, deg-degan, atau bahkan ketiganya? Saat seseorang memukulmu, sistem saraf akan menerima rangsangan berupa sentuhan. 

Rangsangan itu nantinya akan diteruskan ke sumsum tulang belakang karena kejadiannya spontan. Sumsum tulang belakang akan memerintahkan berbagai indera untuk menanggapinya, misalnya refleks memukul balik, menjerit, dan sebagainya. Nah, itu semua akan kamu pelajari di bagian sistem saraf berikut ini.

Pengertian Sistem Saraf

Sistem saraf adalah sistem koordinasi yang bertugas mengendalikan seluruh aktivitas tubuh. Cara kerja sistem saraf adalah dengan menerima dan meneruskan rangsang ke pusat saraf, misalnya otak atau sumsum tulang belakang.

Bagian-Bagian Sistem Saraf

Sistem saraf terdiri dari beberapa bagian, yaitu sebagai berikut.

1. Neuron (Sel Saraf)

Neuron adalah unit terkecil dan fungsional yang membentuk sistem saraf. Neuron memiliki panjang 39 inchi dan berfungsi untuk menghantarkan rangsangan dari reseptor ke pusat saraf serta menghantarkan rangsangan dari pusat saraf ke otot dan kelenjar. Adapun struktur neuron yang harus Quipperian tahu adalah sebagai berikut.

  1. Badan sel saraf (perikarion) merupakan pengendali seluruh aktivitas neuron. Fungsi dari badan sel ini adalah menerima rangsang dari dendrit ke akson. Bagian-bagian badan sel, yaitu sitoplasma yang didalamnya terdapat badan Nissl (tumpukan RE kasar dan ribosom), nukleus, dan organel sel lain seperti mitokondria, badan Golgi, dan neurofibril.
  2. Dendrit merupakan bagian neuron yang ukurannya pendek dan bercabang-cabang. Dendrit berfungsi untuk menerima impuls dan meneruskannya ke badan sel saraf.
  3. Akson adalah bagian neuron yang ukurannya panjang dan memiliki cabang tunggal. Bagian ujung terdapat suatu kantong yang berisi neurotransmitter. Nah, neurotransmitter inilah yang nantinya akan menyampaikan  impuls saraf ke bagian sinapsis.
  4. Selubung mielin adalah pelindung akson yang berisi lemak berwarna putih kekuningan dan bersegmen. Selubung mielin disusun oleh suatu sel yang disebut sel Schwann. Bagian akson yang tidak ditutupi oleh mielin disebut nodus Ranvier.

Berikut ini adalah gambar struktur neuron.

Berdasarkan fungsinya, neuron dibagi menjadi tiga, yaitu neuron sensorik, motorik, dan konektor. Untuk memudahkan kamu mengingat, perhatikan SUPER “Solusi Quipper” berikut ini.

  1. Neuron sensorik adalah neuron yang berfungsi menghantarkan impuls dari reseptor ke pusat saraf, yaitu otak dan sumsum tulang belakang.
  2. Neuron motorik adalah neuron yang berfungsi untuk mengnatarkan impuls dari pusat saraf ke efektor (otot dan kelenjar).
  3. Neuron keonektor adalah penghubung antara neuron sensorik dan motorik.

Berdasarkan juluran sitoplasmanya, neuron dibagi menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.

  1. Neuron unipolar adalah neuron yang memiliki satu juluran sitoplasma pada badan selnya.
  2. Neuron bipolar adalah neuron yang memiliki dua juluran sitoplasma pada badan selnya. Contohnya neuron pada alat indera seperti telinga, mata, dan hidung.
  3. Neuron multipolar adalah neuron yang memiliki satu akson dan banyak dendrit pada badan selnya.

2. Neuroglia

Neuroglia atau biasa disebut sel glia merupakan penunjang susunan saraf pusat yang berfungsi sebagai jaringan ikat. Neuroglia ini terdiri dari beberapa jenis sel, yaitu astrosit yang berbentuk seperti bintang dan berfungsi sebagai penyatu neuron, oligodendrosit yang berbentuk seperti astrosit namun dengan badan sel lebih kecil dan berfungsi membentuk selubung mielin, mikroglia yang bersifat fagosit, dan sel ependima berupa sel epitelium yang melapisi serebral dan medula spinalis. Untuk memudahkan kamu mengingat, inilah SUPER “Solusi Quipper”.

3. Sinapsis

Sinapsis adalah penghubung antarneuron. Artinya, sinapsis menjadi titik temu antara ujung akson suatu neuron dan dendrit dari neuron lain. Pada celah sinapsis inilah terkandung suatu substansi kimia yang disebut neurotransmitter. Neurotransmitter terdiri dari beberapa macam, yaitu sebagai berikut.

  1. Asetilkolin yang disekresikan oleh neuron di bagian otak.
  2. Epinefrin disekresikan oleh kelenjar adrenal saat tubuh sedang bahaya.
  3. Norepinefrin disekresikan oleh sebagian besar neuron yang badan selnya berada di batang otak dan hipotalamus.
  4. Dopamin disekresikan oleh hipotalamus. Dopamin ini berperan besar dalam menentukan emosional Quipperian.
  5. Serotonin diproduksi di saluran pencernaan, kelenjar pineal, dan sistem saraf pusat.
  6. Asam gama aminobutirat disekresikan oleh neuron di otak. Jika kadar asam ini berkurang, kamu akan merasa tidak nyaman, galau, takut, dan gelisah.

Untuk struktur sinapsis, bisa Quipper lihat di gambar berikut.

Mekanisme Penghantaran Impuls

Impuls adalah rangsangan yang berupa aliran listrik dan merambat pada serabut saraf. Penghantaran impuls terjadi secara konduksi yang melibatkan pompa ion Na+ dan K+. Mekanisme penghantaran impuls terjadi melalui tiga tahap, yaitu sebagai berikut.

1. Tahap polarisasi (istirahat)

Pada tahap ini, neuron tidak menghantarkan impuls, sehingga saluran ion Na+ dan K+ tertutup dan bagian luar membran bermuatan positif sedangkan bagian dalamnya bermuatan negatif.

2. Tahap depolarisasi

Pada tahap ini, neuron sedang dilalui oleh impuls. Keadaan neuron pada tahap ini adalah sebagai berikut.

  1. Saluran ion Na+ terbuka. Akibatnya ion Na+ masuk ke dalam sel.
  2. Muatan listrik mengalami perubahan di mana bagian luar bermuatan negatif dan bagian dalamnya bermuatan positif.

3. Tahap repolarisasi

Tahap repolarisasi terjadi ketika neuron sudah dilalui impuls. Hal ini mengakibatkan saluran Na+ tertutup dan tidak aktif. Sementara itu, saluran K+ terbuka sehingga ion K+ akan keluar.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut.

Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat meliputi otak dan sumsum tulang belakang (medula spinalis). Kedua sistem ini dilindungi oleh suatu selaput yang disebut meninges. Meninges terdiri dari tiga lapisan, yaitu piameter (lapisan terdalam), araknoid (lapisan tengah), dan durameter (lapisan terluar).

1. Otak

Otak terdiri dari dua bagian, yaitu sebagai berikut.

  1. Substansi grisea (abu-abu) adalah bagian terluar otak yang mengandung banyak badan sel, serabut bermielin, serabut tak bermielin, astrosit protoplasma, olegodendrosit, dan mikroglia. Substansi ini berfungsi sebagai tempat terjadinya persepsi, integrasi, dan peningkatan perilaku serta intelektual.
  2. Substansi alba (putih) adalah bagian terdalam otak yang berfungsi sebagai pusat koordinasi motor. Bagian ini mengandung serabut bermielin dan tak bermielin, astrosit fibrosa, oligodendrosit, dan mikroglia.

Adapun bagian-bagian otak adalah sebagai berikut.

a. Otak besar (serebrum)

Otak besar merupakan sumber kecerdasan, pusat ingatan, pusat kesadaran, pusat alat indra, dan pusat asosiasi. Otak besar ini terdiri dari beberapa lobus seperti berikut.

  • Lobus frontal adalah adalah bagian depan dari otak besar. Fungsi lobus ini adalah berhubungan dengan penalaran, keterampilan motorik, kognisi, dan bahasa ekspresif.
  • Lobus temporal adalah bagian samping dari otak besar. Lobus ini berfungsi sebagai pusat pendengaran, emosi, dan belajar.
  • Lobus parietal berada di belakang lobus frontal atau biasa dikenal sebagai ubun-ubun. Lobus ini berfungsi pada proses pengaturan suhu, rasa, tekanan, sentuhan, dan rasa sakit.
  • Lobus oksipitalis adalah bagian belakang otak besar. Lobus ini berperan dalam proses rangsangan visual, penafsiran, dan informasi.

b. Diesenfalon

Diesenfalon terletak di antara serebrum dan otak tengah atau tersembunyi di balik hemisfer serebral. Diensefalon ini terdiri dari talamus, hipotalamus, dan epitalamus.

c. Sistem limbik

Sekumpulan struktur yang berhubungan dengan emosi dan perasaan. Semakin besar area limbik, tingkat hubungan emosionalnya akan semakin besar pula.

d. Otak tengah (mesensefalon)

Otak tengah merupakan penghubungan antara pons varolli dan otak kecil dengan otak tengah. Fungsi otak tengah adalah sebagai pusat refleks.

e. Pons varolii

Pons varolii berfungsi untuk menghantarkan impuls dari bagain kiri dan kanan otak kecil, mengatur frekuensi serta kekuatan bernapas.

f. Otak kecil

Otak kecil adalah otak yang berada di bagian punggung atas batang otak dan di bawah lobus oksipitalis. Otak kecil berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan, mengontrol gerakan mata, dan sebagainya.

g. Medula oblongata

Medula oblongata berfungsi untuk mengatur denyut jantung, tekanan darah, pernapasan, gerakan alat pencernaan, bersin, batuk, dan sebagainya.

Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut.

2. Sumsun Tulang Belakang (Medula Spinalis)

Sumsum tulang belakang terdiri dari dua bagian, yaitu sebagai berikut.

a. Substansi alba (putih)

Bagian ini merupakan bagian terluar dari sumsum tulang belakang dan terdiri dari akson bermielin.

b. Substansi grisea (abu-abu)

Substansi grisea merupakan bagian dalam sumsum tulang belakang. Substansi ini memiliki bentuk menyerupai huruf H atau seperti kupu-kupu dan terdiri dari empat bagian, yaitu sayap dorsal, ventral, lateral, dan komisura grisea.

Adapun fungsi dari sumsum tulang belakang adalah sebagai berikut.

  1. Menghantarkan impuls sensorik reseptor ke otak.
  2. Pusat gerak refleks.
  3. Penghantar impuls motorik dari otak ke efektor.

Sistem Saraf Tepi

Sistem saraf tepi terdiri dari pasangan saraf kranial (otak) dan spinal (sumsum tulang belakang). Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadar (somatik) dan tak sadar (otonom).

1. Sistem saraf sadar

Sistem saraf sadar terdiri dari 12 pasang saraf kranial dan 31 pasang saraf spinal. Susunan sistem saraf ini ditunjukkan oleh gambar berikut.

2. Sistem saraf tak sadar

Sistem saraf tak sadar dibedakan menjadi dua, yaitu sistem saraf simpatis dan parasimpatis.

a. Sistem saraf simpatis

Sistem saraf simpatis bersumber dari segmen toraks dan lumbar sumsum tulang belakang. Sistem saraf ini berperan untuk mendukung peningkatan denyut jantung, tekanan darah, dan terbukanya saluran pernapasan.

b. Sistem saraf parasimpatis

Sistem saraf parasimpatis bersumber dari area kranial dan sakrum.  Sistem saraf ini bekerja dalam keadaan tenang. Artinya, sistem kerjanya berkebalikan dengan sistem saraf simpatis.

Inilah tabel kerja sistem saraf simpatis dan parasipatis pada tubuh manusia.

Gerak Sadar dan Refleks

Quipperian pernah kan mengalami gerak refleks? Menurut Quipperian, apa sih perbedaan antara gerak sadar dan refleks?

1. Gerak sadar

Gerak sadar adalah gerak yang didasari dengan kesadaran penuh untuk melakukannya atau gerak secara disengaja. Misalnya saja, saat kamu lapar, sengaja mengambil makanan. Urutan proses terjadinya gerak sadar adalah sebagai berikut.

2. Gerak refleks

Gerak refleks terjadi secara spontan, misalnya saja saat kamu sedang fokus mengamati sesuatu, lalu seseorang memukulmu dari belakang. Pada gerak refleks, impuls berjalan cukup cepat dengan jalur yang pendek. Urutan proses terjadinya gerak refleks adalah sebagai berikut.

Perbedaan antara keduanya, terletak di saraf pusat yang mengatur. Untuk gerak sadar berpusat di otak. Sementara gerak refleks di sumsum tulang belakang.

Gangguan Sistem Saraf

Sistem saraf juga bisa mengalami gangguan. Akibatnya akan muncul penyakit yang bisa mengganggu aktivitas. Adapun gangguan sistem saraf adalah sebagai berikut.

  1. Meningitis adalah peradangan pada selaput meninges. Gangguan ini disebabkan oleh virus atau bakteri.
  2. Esenfalitis adalah peradangan pada jaringan otak. Penyebabnya adalah virus.
  3. Neuritis adalah gangguan pada saraf tepi akibat peradangan atau tekanan.
  4. Kesemutan adalah gangguan pada sistem saraf sensorik akibat terganggunya metabolisme.
  5. Epilepsi (ayan) adalah gangguan menahun yang menyerang saraf.
  6. Alzheimer adalah gangguan berupa sindrom kematian sel otak secara bersamaan. Biasanya, gangguan ini menyerang para lansia.
  7. Stroke adalah gangguan yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah di otak.

Itulah pembahasan Quipper Blog tentang sistem saraf. Semoga bermanfaat buat Quipperian. Jika Quipperian ingin mengerjakan latihan soal tentang sistem saraf, buka akun Quipper Video-nya, ya. Quipper Video menyediakan beragam latihan soal beserta pembahasan yang bisa kamu kerjakan kapanpun dan dimanapun. Salam Quipper!

Penulis: Eka Viandari



Konsultasi langsung dengan tutor di Quipper Video Masterclass. DISKON, kode promo: CERMAT Daftar Sekarang