Akuntansi Perusahaan Dagang – Ekonomi Kelas 12

Akuntansi Perusahaan Dagang - Ekonomi Kelas 12

Akuntansi perusahaan dagang adalah pencatatan jurnal tentang penjualan dan penawaran produk berupa bahan baku, barang setengah jadi, atau barang jadi. Ada 4 komponen penting; barang masuk (pembelian), barang keluar (penjualan), kas masuk (pendapatan), dan kas keluar (pengeluaran). Simak lengkapnya di bawah, ya.

Hai, Quipperian!

Di masa depanmu nanti, ingin menjadi apakah kamu? Profesi-profesi seperti dokter atau polisi pastilah sangat menarik dan menjanjikan. Namun, seiring perkembangan zaman, tumbuh pula profesi-profesi lainnya yang tidak kalah menjanjikan, lho.

Salah satu profesi yang banyak dilirik ialah menjadi entrepreneur. Selain menciptakan lapangan kerja, profesi ini juga bisa mendatangkan banyak keuntungan bagi pemiliknya. Namun, perlu diperhatikan bahwa keuntungan tersebut hanya bisa diperoleh secara terus-menerus atau stabil apabila perusahaan memiliki sistem akuntansi yang baik.

Kali ini, Quipper Blog akan membahas tentang akuntansi dalam perusahaan dagang.

Perusahaan Dagang

Sebelumnya, Quipper Blog pernah membahas tentang perusahaan jasa. Ingatkah kamu? Berbeda dengan perusahaan jasa yang melakukan penjualan dan penawaran produk berbentuk pelayanan atau jasa sebagai kegiatan utamanya, perusahaan dagang memiliki aktivitas utama berupa penjualan dan penawaran produk berupa bahan baku, barang setengah jadi, ataupun barang jadi. Barang-barang tersebut ialah hasil pertanian, hasil perkebunan, hasil hutan, serta hasil industri pengolahan.

Secara garis besar, kegiatan dalam sebuah perusahaan dagang bermula dari membeli, menyimpan, kemudian menjual kembali barang dagangnya tanpa memberikan nilai tambah kepada barang tersebut.

Ada beberapa ciri dari perusahaan dagang, yaitu:

  • Pendapatan utama perusahaan berasal dari penjualan barang dagang.
  • Biaya utama perusahaan berasal dari harga pokok barang terjual serta biaya usaha lainnya.
  • Tujuan utama perusahaan ialah mencari laba dari penjualan barang dagang dengan harga yang lebih tinggi daripada harga belinya.
  • Terdapat akun persediaan barang dagang dalam akuntansi perusahaan.
  • Berperan sebagai perantara produsen dengan konsumen.

Akuntansi Perusahaan Dagang

Selayaknya perusahaan jasa, dalam perusahaan dagang pun ada kegiatan akuntansi yang penting bagi perusahaan. Dalam akuntansi perusahaan dagang, terdapat empat komponen penting, yaitu barang masuk (pembelian), barang keluar (penjualan), kas masuk (pendapatan), serta kas keluar (pengeluaran).

Ada beberapa transaksi yang biasanya terjadi dalam sebuah perusahaan dagang, misalnya:

  • Pembelian barang dagang (secara kredit ataupun tunai)
  • Retur pembelian
  • Beban angkut pembelian
  • Potongan pembelian
  • Penjualan barang dagang (secara kredit ataupun tunai)
  • Retur penjualan
  • Potongan penjualan

Ciri-ciri Akuntansi Perusahaan Dagang

Dalam suatu periode akuntansi dalam perusahaan dagang, terdapat beberapa akun yang tidak terdapat pada akuntansi perusahaan jasa, lho.

Sudahkah kamu tahu akun-akun yang dimaksud tersebut?

1. Akun Pembelian

Sebelum dijual kepada konsumen, barang-barang dagangan yang masuk ke dalam perusahaan akan dicatat di dalam akun ini, Quipperian. Namun, tidak semua pembelian akan dicatat, ya! Pembelian selain barang tidak akan dimasukkan ke dalam akun ini.

2. Akun Penjualan

Segala jenis kegiatan penjualan barang dagangan yang dilakukan perusahaan kepada baik itu konsumen maupun perantara akan dicatat di dalam akun ini. Psst, serupa dengan akun pembelian, penjualan selain barang juga tidak akan dimasukkan ke dalam akun ini, lho.

3. Akun Persediaan

Data mengenai ketersediaan barang dagangan perusahaan dalam suatu periode akan dicatat di dalam akun ini.

4. Akun Harga Pokok Penjualan (HPP)

Tidak lupa, harga pokok yang digunakan perusahaan pada saat menentukan harga beli barang yang akan dijual dalam suatu periode serta dipengaruhi oleh harga pasar akan dicatat pula di dalam akun ini.

5. Akun Potongan Tunai

Apabila perusahaan memberikan potongan harga alias diskon bagi konsumen yang melakukan transaksi pembelian barang secara tunai, hal tersebut akan dicatat di dalam akun ini.

6. Akun Potongan Pembelian

Serupa dengan akun potongan tunai, jika perusahaan mendapatkan potongan harga atau diskon dari produsen barang dagangannya karena telah melakukan transaksi pembelian barang secara tunai atau secara lunas, maka hal itu akan dicatat di dalam akun ini.

7. Akun Retur Penjualan

Akun satu ini akan menyimpan sekaligus melakukan analisis terhadap data tentang barang yang telah terjual pada konsumen, namun dikembalikan lagi kepada perusahaan. Pengembalian ini dapat disebabkan oleh kondisi barang yang tidak baik atau cacat serta tidak sesuai dengan pesanan konsumen.

8. Akun Beban Pemasaran

Akun ini akan melakukan pencatatan terhadap beban-beban yang ditanggung perusahaan dalam menjual barang dagangannya hingga sampai kepada konsumen.

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Pertama-tama, perusahaan akan menggunakan jurnal umum untuk mencatat transaksi yang terjadi dalam jumlah yang masih sedikit. Bila transaksi sudah cukup banyak dan terdapat beberapa transaksi yang sering berulang, maka pencatatan akan dipindahkan ke dalam jurnal khusus.

Dari jurnal khusus, akan dilakukan pemindahbukuan atau posting ke dalam buku besar. Biasanya, posting akan dilakukan seminggu atau sebulan sekali. Seusai posting, akuntan perlu mencari besar saldo dari tiap-tiap akun dan kemudian meringkasnya ke dalam suatu daftar saldo.

Selanjutnya, dilakukan penyusunan jurnal penyesuaian yang kemudian dilanjutkan dengan penyusunan kertas kerja.

Pada akhir dari suatu periode akuntansi, seluruh rekening nominal harus ditutup dengan saldo nol. Kemudian, dilakukan penyusunan jurnal penutup. Langkah terakhir ialah langkah opsional, yakni penyusunan jurnal pembalik.

Nah, jika dilihat dari penjelasan ini, tentunya cukup sederhana, ya. Tapi, pada praktiknya di kehidupan nyata nanti, pastilah hal sederhana ini akan berubah menjadi rumit.

Tapi, jangan khawatir, selama kamu mempunyai niat untuk senantiasa belajar dan memperkaya wawasanmu bersama Quipper Video, kamu pasti bisa mengatasinya. Semoga nantinya kamu bisa memiliki perusahaan dagangmu sendiri ya, Quipperian!

Penulis: Evita