APBN Ekonomi Kelas 11 – Pengertian, Fungsi & Prosedur

APBN

APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara) adalah rencana keuangan tahunan pemerintah negara dalam waktu setahun. Rencana keuangan ini diusulkan Presiden dan disetujui DPR. Fungsi APBN ada 4; alokasi, distribusi, stabilisasi, regulasi. Komponen APBN; penerimaan negara, belanja negara, dan pembiayaan. Langkah susunan APBN; perencanaan, pengesahan RAPBN oleh DPR, pelaksanaan APBN oleh pemerintah, penagwasan dan pertanggung jawaban pelaksanaan APBN oleh pemerintah pada DPR.

Hai, Quipperian! Wah, Quipper Blog bangga sama kamu. Setelah seharian belajar di sekolah, kamu masih menyempatkan diri untuk membaca artikel yang satu ini. Kece banget! Yup, dalam artikel ini Quipper Blog akan membahas materi Ekonomi kelas 11 mengenai APBN. Apa itu APBN, fungsinya, tujuan, dan bagaimana prosedur penyusunannya akan dijelaskan lengkap dalam artikel ini.

So, enggak usah berlama-lama lagi, langsung saja ya kepoin artikel Quipper Blog mengenai APBN di bawah ini!

Pengertian APBN

APBN merupakan kependekan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Jadi, sesuai namanya, APBN ini memang merupakan rencana keuangan tahunan pemerintah negara yang memuat rincian pendapatan dan pengeluaran negara dalam kurun waktu biasanya setahun. Rencana keuangan ini diusulkan oleh Presiden dan disetujui oleh DPR.

Biasanya langkah-langkah susunan APBN adalah Perencanaan, Pengesahan RAPBN oleh DPR, Pelaksanaan APBN oleh Pemerintah, dan Pengawasan serta Pertanggung jawaban pelaksanaan APBN oleh pemerintah kepada DPR.

APBN ini dibuat untuk memenuhi tugas negara yang disebutkan dalam UUD 1945 alinea ke-4, yakni melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia.

Nah, untuk menjalankan tugas ini, pemerintah membutuhkan biaya yang enggak sedikit. Bayangkan saja, seluruh Indonesia harus diurus, Quipperian! Makanya, pemerintah butuh pendapatan. Pendapatan pemerintah biasanya didapat dari penerimaan migas, nonmigas, dan pinjaman luar negeri.

Lalu, keseluruhan pendapatan dan pengeluaran pun dicatat dalam APBN. Sedangkan kalau di tingkat daerah, dicatat dalam APBD atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.

Fungsi dan Tujuan APBN

Berikut beberapa fungsi APBN nih, Quipperian. Simak di bawah ya.

  1. Fungsi alokasi, untuk membayar pengeluaran pemerintah di segala bidang sesuai dengan kebutuhannya.
  2. Fungsi distribusi, didistribusikan lagi ke masyarakat berupa subsidi, premi, dan dana pensiun.
  3. Fungsi stabilisasi, terkait dengan kebijakan fiskal yang salah satu tujuannya adalah menciptakan kestabilan perekonomian dalam bentuk pengendalian inflasi.
  4. Fungsi regulasi, untuk mendorong dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Sementara APBN bertujuan sebagai pedoman pendapatan dan pembelanjaan negara agar bisa lebih ditingkatkan lagi produksi dan kesempatan kerja sehingga pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran rakyat bisa meningkat.

Prosedur Penyusunan APBN

APBN dibuat oleh presiden dan menterinya melalui perencanaan dan tahapan-tahapan. Coba, perhatikan skema di bawah ini biar kamu lebih paham.
Keterangan:

  1. Presiden mengajukan RAPBN (Rancangan Anggaran dan Pendapatan Negara) kepada DPR.
  2. DPR membahas RAPBN dalam rapat bersama pemerintah (presiden dan menteri-menteri terkait).
  3. Bila RAPBN ditolak, pemerintah menggunakan APBN tahun sebelumnya sebagai dasar anggaran tahun berjalan.
  4. Bila RAPBN disetujui DPR, RAPBN akan disahkan dalam bentuk Undang-Undang APBN.

Komponen APBN

Nah, Quipperian, selanjutnya ada komponen APBN, nih. Apa saja sih komponennya? Simak di bawah ini, ya.

  1. Penerimaan negara, yakni semua pendapatan yang sumbernya berasal dari penerimaan pajak, penerimaan bukan pajak, serta penerimaan hibah dari dalam dan luar negeri selama tahun anggaran yang bersangkutan.
  2. Belanja negara, yakni seluruh pembelanjaan yang dilakukan oleh negara dalam rangka melaksanakan fungsinya sebagai fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi.
  3. Pembiayaan, yakni komponen yang digunakan untuk mengatasi surplus atau defisit anggaran.

Well, Quipperian itulah pembahasan mengenai APBN untuk kamu yang duduk di kelas 11. Gimana, sudah lumayan paham dengan materi ini? Kalau masih mau belajar lebih dalam mengenai materi ini atau materi lainnya, langsung saja yuk gabung bersama Quipper Video! Di sana kamu akan diajar oleh tutor kece lewat video, rangkuman, dan latihan soal. Semangat belajar terus ya, Quipperian!

Penulis: Serenata



Yuk belajar lebih banyak dengan Quipper Video Coba Gratis