Jurnal Penutup & Jurnal Pembalik Perusahaan Dagang – Ekonomi Kelas 12

Jurnal Penutup Perusahaan Dagang

Quipperian, apa kabar? Siapa di antara kamu yang berminat melanjutkan kuliah ke jurusan Akuntansi? Atau mungkin sekadar hobi banget dengan pelajaran yang satu ini? Kalau ditekuni, pelajaran Akuntansi ini akan sangat berguna apabila suatu hari kamu punya bisnis sendiri, lho. 

Nah, kali ini Quipper Blog mau membahas materi Ekonomi kelas 12, nih, khususnya materi jurnal penutup dan jurnal pembalik perusahaan dagang. Seperti apa sih konsep jurnal penutup dan jurnal pembalik? Susah tidak, ya? Daripada galau memikirkan jawabannya, langsung saja simak pembahasannya!

 

Pengertian Jurnal Penutup

Jurnal penutup (closing entries) adalah jurnal yang digunakan untuk menutup akun pada buku besar. Akun-akun ini adalah akun nominal, akun perantara (ikhtisar laba rugi, harga pokok penjualan), dan akun pembantu modal (prive). Pada akhir periode akuntansi, buku besar perusahaan terdiri dari akun riil dan akun nominal.

Saldo akun nominal yang terdapat pada lajur laba/rugi di kertas kerja merupakan saldo sementara. Dengan kata lain, saldo tersebut tidak dibawa atau dipindahkan ke periode akuntansi berikutnya. Karena sifatnya yang sementara, saldo akun pada lajur laba/rugi dan penarikan oleh pemilik (prive) harus ditutup atau dibuat menjadi nol. Hal tersebut dilakukan dengan maksud untuk menutup akun yang sifatnya sementara sehingga siap digunakan kembali untuk periode yang baru. 

Jadi, jurnal penutup (closing entries) pada hakekatnya adalah jurnal yang dirancang untuk menutup/menolkan saldo atau akun perkiraan sementara apabila akan dimulai dicatat kembali pada periode akuntansi berikutnya. 

Tahapan Penyusunan Jurnal Penutup

Berikut ini tahapan dalam penyusunan jurnal penutup.

  1. Memindahkan akun pendapatan ke akun Ikhtisar R/L

Penjualan (D)

Retur pembelian (D) 

Potongan pembelian (D) 

Ikhtisar R/L (K)

 

  1. Memindahkan akun beban ke akun Ikhtisar R/L 

Ikhtisar R/L (D) 

Pembelian (K) 

Beban angkut pembelian (K) 

Retur penjualan (K) 

Potongan penjualan (K)

 

  1. Memindahkan sisa akun prive ke akun modal 

Modal (D) 

Prive (K)

 

  1. Memindahkan sisa akun ikhtisar R/L ke akun modal 

Ihktisar R/L (D) 

Modal (K) 

(jika Laba) 

Modal (D) 

Ikhtisar R/L (K) 

(jika Rugi)

 

Setelah jurnal penutup dicatat, posisi keenam jenis perkiraan dalam neraca akan berubah menjadi: 

  1. Perkiraan harta bersaldo debit. 
  2. Perkiraan hutang bersaldo kredit. 
  3. Perkiraan modal bersaldo kredit. 
  4. Perkiraan prive bersaldo nol. 
  5. Perkiraan pendapatan bersaldo nol. 
  6. Perkiraan beban bersaldo nol.

 

Neraca Saldo Setelah Penutupan

Neraca saldo setelah penutupan ialah salah satu daftar yang berisi saldo-saldo akun buku besar pasca perusahaan melakukan penutupan buku. Tujuan pembuatan neraca ini adalah untuk mengetahui apakah saldo-saldo akun neraca berada dalam kondisi seimbang atau tidak, sehingga bisa dijadikan dasar untuk membuka buku besar baru di periode berikut. Tak hanya itu, neraca ini pun berfungsi untuk memastikan apakah saldo akun laba/rugi sudah bersaldo nol. 

 

Berikut prosedur untuk membuat neraca saldo setelah penutupan:

  1. Menjadikan semua akun nominal (pendapatan dan beban) jadi nol.
  2. Menunjukkan semua saldo-saldo akun riil dan ekuitas yang masih ada.

 

Jurnal Pembalik

Jurnal pembalik adalah jurnal yang dibuat untuk melakukan penyesuaian kembali atas beberapa jurnal penyesuaian yang sudah dibuat pada akhir tahun atau periode akuntansi sebelumnya. 

 

Pembalik artinya membalikkan sisi debit dan kredit dari jurnal penyesuaian yang telah dibuat sebelumnya yang berisi nama akun dan jumlah nominal (rupiah) yang sama dengan jurnal penyesuaian yang bersangkutan, namun dengan posisi yang terbalik. 

 

Tujuan jurnal pembalik ialah untuk memudahkan pencatatan transaksi pada awal periode berikutnya. Pembuatan jurnal pembalik tidak mengubah jumlah yang dicatat dalam laporan keuangan. 

 

Oleh karena itu, jurnal pembalik bukanlah suatu keharusan dalam sistem akuntansi. Mengingat sumber penyusunan jurnal pembalik adalah ayat jurnal penyesuaian (AJP), maka selanjutnya Quipper Blog akan menjelaskan teknis penyusunan AJP.

 

Akun-akun dalam Jurnal Penyesuaian yang Butuh Jurnal Pembalik

Akun-akun di ayat jurnal penyesuaian yang membutuhkan jurnal pembalik adalah:

  1. Beban dibayar di muka yang dicatat sebagai beban 

Jurnal: 

Beban sewa (D) 

Kas (K) 

AJP: 

Sewa dibayar di muka (D) 

Beban sewa (K) 

Pembalik: 

Beban sewa (D) 

Sewa dibayar di muka (K)

 

  1. Beban yang masih harus dibayar 

AJP: 

Beban gaji (D) 

Utang gaji (K) 

Pembalik: 

Utang gaji (D) 

Beban gaji (K)

 

  1. Pendapatan diterima di muka yang dicatat sebagai pendapatan 

Jurnal: 

Kas (D) 

Pendapatan sewa (K) 

AJP: 

Pendapatan sewa (D) 

Sewa diterima di muka (K) 

Pembalik: 

Sewa diterima di muka (D) 

Pendapatan sewa (K)

 

  1. Pendapatan yang masih harus diterima 

AJP: 

Piutang sewa (D) 

Pendapatan sewa (K) 

Pembalik: 

Pendapatan sewa (D) 

Piutang sewa (K)

 

Quipperian, itulah pembahasan mengenai jurnal penutup dan jurnal pembalik perusahaan dagang. Gimana, sudah cukup dimengerti? Kalau kamu mau latihan soal dan nonton video dari tutor yang jago, langsung saja subscribe Quipper Video, ya! Sampai jumpa di artikel lainnya.

 

Sumber:

Learn.quipper.com

 

Penulis: Serenata