Koperasi –  Ekonomi Kelas 10 – Pengertian, Fungsi, dan Jenis

Hai, Quipperian!

Apakah kamu tahu tentang revolusi Perancis? Revolusi ini terjadi pada saat rakyat Perancis melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan Raja Louis XVI dan Ratu Marie Antoinette karena tingkat kemiskinan yang tinggi dan juga beberapa alasan lainnya.

Nah, ternyata revolusi tersebut adalah salah satu faktor terbentuknya koperasi, lho! Tidak hanya itu, Revolusi Industri pada abad ke-18 hingga abad ke-19 juga menandakan era perkembangan koperasi dunia.

Koperasi mulai muncul di Inggris pada pertengahan abad ke-18. Kala itu, dikenal seorang tokoh bernama Robert Owen. Owen ialah pebisnis sukses yang menyumbangkan laba yang ia peroleh dari bisnisnya tersebut demi karyawan yang bekerja baginya. Owen adalah bapak koperasi di Inggris.

Nyatanya, di setiap negara ada penggerak koperasi yang dikenal luas oleh masyarakat dengan sejarah yang berbeda-beda. Contohnya, F.W. Raiffeisen di Jerman, Horace Plunkett di Irlandia, hingga Dr. Sun Yet Sen di Cina

Bagaimana dengan Koperasi di Indonesia?

Lalu, siapakah tokoh koperasi di negara kita? Kamu pasti kenal, kan? Tidak lain dan tidak bukan adalah Drs. Mohammad Hatta, proklamator kita. Bung Hatta mendapatkan banyak konsep tentang koperasi pada saat ia melaksanakan studi di Belanda.

Saat itu, Bung Hatta yakin bahwa dengan diterapkan sistem ekonomi kerakyatan lewat koperasi, kesejahteraan rakyat Indonesia akan dapat meningkat.

Apa Itu Koperasi?

Sumber: https://upload.wikimedia.org/

Menurut Bapak Koperasi Indonesia, koperasi adalah sebuah usaha bersama yang bertujuan untuk memperbaiki nasib penghidupan ekonomi dengan cara tolong-menolong.

Kalau menurut UU No.25/1992, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi, dengan melandaskan kegiatannya pada prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar pada asas kekeluargaan.

Singkatnya, koperasi merupakan suatu badan usaha yang dimiliki dan jga dioperasikan oleh para anggotanya dalam bidang ekonomi. Selain sebagai badan usaha, koperasi juga dikenal sebagai badan hukum.

Hal yang menarik dari koperasi adalah pembentukkannya yang didasarkan kepada asas kekeluargaan. Kegiatan-kegiatan yang dijalankan oleh koperasi selalu berdasarkan pada prinsip gerakan ekonomi kerakyatan.

Koperasi menjalankan kegiatannya dengan mengumpulkan dana dari para anggotanya. Kemudian, dana yang terkumpul akan dipergunakan sebagai modal untuk membuat usaha berdasarkan kebutuhan bersama para anggota.

Koperasi di Indonesia beroperasi dengan empat prinsip. Pertama, keanggotaannya bersifat terbuka dan sukarela. Kedua, proses pengelolaannya harus secara demokratis. Ketiga, pembagian sisa hasil usaha harus mengedepankan keadilan. Terakhir, pemberian balas jasa anggota disesuaikan dengan modal dari anggota bersangkutan.

Kenapa Perlu Ada Koperasi?

Kamu telah mengetahui bahwa koperasi bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggota-anggotanya. Karena itu, koperasi punya peranan penting, terutama bagi para anggotanya.

Tidak hanya itu, koperasi juga bertujuan untuk membantu perekonomian anggotanya hingga membangun tatanan perekonomian nasional.

Menurut UU No.25/1992 pasal 4, koperasi di Indonesia memiliki empat fungsi. Pertama, membangun dan meningkatkan potensi ekonomi anggota serta masyarakat secara umum. Dengan demikian, kesejahteraan sosial dapat terwujud. 

Kedua, berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup anggota serta masyarakat secara umum. Ketiga, memperkuat perekonomian rakyat sebagai pondasi bagi kekuatan dan ketahanan ekonomi nasional. 

Terakhir, mewujudkan sekaligus mengembangkan perekonomian nasional yang lebih baik dengan usaha bersama yang berdasar pada asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

Apa Saja Jenis-jenis Koperasi yang Ada?

Ada beberapa jenis koperasi yang dapat ditemui di Indonesia, empat di antaranya ialah:

1. Koperasi Produksi

Koperasi ini memiliki anggota yang berperan sebagai produsen barang maupun jasa. Koperasi produksi akan menyediakan bahan baku dan juga menjual barang-barang hasil produksi dari anggotanya dengan harga yang sesuai. Contohnya ialah koperasi peternak ulat sutera yang menjual sutera.

2. Koperasi Konsumsi

Koperasi ini biasanya menjual berbagai produk kebutuhan sehari-hari yang ditujukan bagi konsumen barang maupun jasa. Biasanya, pembeli produk yang dijual adalah anggota koperasi, sehingga harga barang yang dijual dapat dikatakan lebih murah bila dibandingkan dengan toko biasa. Contohnya ialah koperasi karyawan (KOPKAR).

3. Koperasi Jasa

Koperasi ini memfokuskan kegiatannya pada layanan atau jasa bagi para anggota koperasi dan masyarakat. Contohnya ialah jasa asuransi.

4. Koperasi Simpan Pinjam

Koperasi yang dikenal sebagai koperasi kredit ini bertujuan untuk mengakomodasi kegiatan simpan-pinjam anggotanya. Anggotanya dapat meminjam dana dalam jangka pendek dengan syarat mudah serta bunga yang rendah.

Kini, dalam era Revolusi Industri 4.0, koperasi harus mampu bertransformasi. Pendapat ini disampaikan oleh Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Prof. Rully Indrawan, pada Hari Koperasi Tingkat Provinsi DI Yogyakarta tahun lalu. Bertransformasi, berarti koperasi dituntut untuk menunjukkan kreativitas dan inovasinya.

Quipperian, itulah sekilas pembahasan Quipper Blog mengenai materi Koperasi untuk Ekonomi kelas 10. Mudah-mudahan cukup mencerahkan kamu, ya. Jangan lupa buat mampir ke Quipper Blog untuk baca artikel menarik lainnya. See ya!

Penulis: Evita