Buat yang Kelas 12, Sudah Tahu Belum Apa Sih Jurnal Penutup Itu?

Jurnal penutup adalah jurnal yang disusun untuk menutup saldo perkiraan sementara bila akan dimulai dicatat kembali pada periode akuntansi selanjutnya. Penutupan akun ii berguna untuk mempersiapkan akun tersebut agar bisa digunakan lagi pada periode yang baru. Cara menyusun jurnal penutup; memindahkan akun pendapatan (D) ke akun ikhtisar laba/rugi (K), memindahkan akun beban (K) ke akun ikhtisar laba/rugi (D), memindahkan akun sisa prive (K) ke akun modal (D), memindahkan sisa akun ikhtisar laba/rugi (D bila laba K bila rugi) ke akun modal (K bila laba D bila rugi).

Hai, Quipperian!
Kamu pasti tahu bahwa kegiatan akuntansi sangatlah penting untuk dilakukan di dalam sebuah perusahaan. Tapi, bagaimanakah cara untuk mengukur keberhasilan dari kegiatan akuntansi dalam perusahaan tersebut?
Untuk mengetahui keberhasilan operasinya, suatu perusahaan harus ditutup. Kemudian, seluruh aktivanya dijual, seluruh kewajibannya dibayarkan, dan sisa uang kas dikembalikan kepada pemiliknya. Serangkaian hal ini dikenal dengan sebutan likuidasi alias berhenti usaha. Wah, kalau begitu caranya, apakah bisa keberhasilan tersebut diukur sebelum perusahaan berhenti beroperasi?
Ternyata bisa, lho, Quipperian! Untuk mengetahui keberhasilan tanpa menutup perusahaan, dibutuhkan laporan-laporan tentang perkembangan perusahaan. Laporan-laporan ini harus disusun secara berkala dalam tenggat waktu yang ditentukan, misalnya bulanan atau tahunan. Periode yang ada ini disebut dengan periode akuntansi. Pada akhir dari periodenya, disusun sebuah jurnal bernama jurnal penutup.
Kali ini, Quipper Blog akan mengajakmu berkenalan dengan jurnal tersebut. Selamat membaca!

Apa Itu Jurnal Penutup?


Jurnal penutup merupakan sebuah jurnal yang disusun dengan maksud untuk menutup/menolkan saldo atau akun perkiraan sementara jika akan mulai dicatat kembali di dalam periode akuntansi selanjutnya.

Mengapa Jurnal Penutup Dibutuhkan?


Pada akhir dari suatu periode akuntansi, buku besar perusahaan akan terdiri atas akun riil serta akun nominal. Saldo dari akun nominal yang berada dalam lajur laba/rugi pada kertas kerja adalah saldo sementara.
Karena sifatnya yang sementara, saldo tersebut tidak dibawa ataupun dipindahkan ke periode akuntansi selanjutnya. Kemudian, saldo akun pada lajur laba/rugi dan penarikan oleh pemilik harus ditutup. Ditutup berarti dibuat menjadi nol.
Penutupan akun bersifat sementara ini berguna untuk mempersiapkan akun tersebut supaya dapat digunakan kembali dalam periode yang baru.

Bagaimana Cara Menyusun Jurnal Penutup?


Untuk menyusun sebuah jurnal penutup, diperlukan suatu perkiraan tambahan yang digunakan untuk mengikhtisarkan data pada perkiraan-perkiraan pendapatan dan beban.
Perkiraan-perkiraan tersebut dikenal dengan akun ikhtisar laba/rugi (income summary). Inilah tahapan dalam penyusunan jurnal penutup:

  1. Memindahkan akun pendapatan (D) ke dalam akun ikhtisar laba/rugi (K).
  2. Memindahkan akun beban (K) ke dalam akun ikhtisar laba/rugi (D).
  3. Memindahkan sisa akun prive (K) ke dalam akun modal (D).
  4. Memindahkan sisa akun ikhtisar laba/rugi (D jika laba atau K jika rugi) ke dalam akun modal (K jika laba atau D jika rugi).

Setelah jurnal penutup telah disusun, posisi perkiraan-perkiraan dalam neraca akan mengalami perubahan. Perubahan tersebut ialah:

  1. Perkiraan harta bersaldo debit.
  2. Perkiraan utang bersaldo kredit.
  3. Perkiraan modal bersaldo kredit.
  4. Perkiraan prive bersaldo nol.
  5. Perkiraan pendapatan bersaldo nol.
  6. Perkiraan beban bersaldo nol.

Apa yang Harus Dilakukan Setelah Jurnal Penutup Telah Disusun?


Setelah melakukan penutupan, perusahaan butuh untuk mengetahui apakah saldo-saldo akun neraca berada dalam kondisi seimbang atau tidak. Hal ini dibutuhkan untuk menjadi dasar pada saat membuka buku besar baru dalam periode selanjutnya.
Untuk itu, perusahaan akan membuat neraca saldo setelah penutupan. Neraca yang dimaksud merupakan salah satu daftar berisi saldo-saldo pada akun buku besar yang ada setelah perusahaan melakukan penutupan. Neraca saldo setelah penutupan juga memiliki fungsi lain untuk memastikan apakah saldo dalam akun laba/rugi sudah bersaldo nol.
Ada dua prosedur pada saat pembuatan neraca saldo setelah penutupan, yaitu:

  1. Menjadikan semua akun nominal (beban dan pendapatan) nol.
  2. Menunjukkan semua saldo akun riil dan ekuitas yang masih tersedia.

Selain itu, dibutuhkan pula penyusunan jurnal pembalik. Jurnal yang dimaksud ialah jurnal yang dibuat dengan tujuan untuk melakukan penyesuaian kembali terhadap beberapa jurnal penyesuaian yang sudah tersedia pada akhir suatu periode akuntansi sebelumnya.
Jurnal pembalik akan membantu dalam mempermudah pencatatan transaksi pada awal periode akuntansi selanjutnya. Jurnal pembalik tidak mengubah jumlah yang dicatat pada laporan keuangan, maka jurnal pembalik bukan merupakan suatu keharusan dalam sistem akuntansi.
Sesuai dengan namanya, jurnal pembalik akan membalikkan sisi debit dan kredit dari jurnal penyesuaian yang telah dibuat sebelumnya. Jurnal pembalik berisi nama akun dan jumlah nominal yang sama dengan jurnal penyesuaian bersangkutan.
Ada beberapa akun dalam jurnal penyesuaian yang membutuhkan jurnal pembalik, yaitu:

  1. Beban dibayar di muka yang dicatat sebagai beban.
  2. Beban yang masih harus dibayar.
  3. Pendapatan diterima di muka yang dicatat sebagai pendapatan.
  4. Pendapatan yang masih harus diterima.

Nah, sekarang kamu sudah mengetahui lebih lanjut tentang jurnal penutup, termasuk apa isinya dan mengapa ia dibutuhkan. Bagaimana, Quipperian? Semoga kamu semakin mengerti materi satu ini dan berhasil dalam pelajaran di sekolah, ya! Eits, kalau masih mau belajar lebih dalam tentang materi ini, langsung saja ya subscribe Quipper Video. Kamu akan diajar sama para pengajar keren lewat rangkuman, video, dan latihan soal. Kurang apa lagi, coba? Buruan daftar dan sampai jumpa di artikel lainnya!
Sumber:

Penulis: Evita