Pembagian Ilmu Ekonomi – Ekonomi Kelas 10

Pembagian Ilmu Ekonomi - Ekonomi Kelas 10
Foto: pixabay.com

Hai, Quipperian!

Halo siswa berseragam putih abu-abu paling baru di sekolah! He he, akhirnya kamu sudah mengucapkan selamat tinggal pada seragam putih birumu, nih. Bagaimana dengan uang jajanmu? Aman? Semakin bertambah usiamu, semakin banyak hal yang kamu inginkan. Enggak heran, kamu menuntut uang jajan yang lebih banyak daripada saat kamu masih SMP dulu.

Eits, tunggu dulu, ini ada hubungannya dengan ekonomi enggak sih? Kamu sudah mempelajari ilmu ekonomi di sekolah sekarang. Tapi, tahukah kamu apa ilmu ekonomi itu?

Yuk, langsung saja ikuti pembahasan Quipper Blog mengenai pembagian ilmu ekonomi di bawah ini dan apa sih kaitannya dengan perihal uang jajanmu tadi? Cus, dibaca!

Apa Itu Ilmu Ekonomi?

Foto: pixabay.com

Sebelum membahas lebih jauh tentang pembagian ilmu ekonomi, sebelumnya Quipper Blog mau menjabarkan dulu, nih, apa sih arti ilmu ekonomi itu sendiri. Menurut Adam Smith, ilmu ekonomi merupakan ilmu yang mendalami tingkah laku manusia pada umumnya saat mengelola sumber daya, baik itu terbatas maupun tidak terbatas, supaya dapat mencapai suatu tujuan dalam hidupnya. 

Satu lagi, menurut Karl Marx, ilmu ekonomi adalah ilmu mengenai cara manusia bertahan hidup dalam struktur kelas sosial dengan hubungan yang ditetapkan dalam memanfaatkan sarana-sarana untuk kegiatan produksi.

Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa ilmu ekonomi adalah sebuah ilmu yang mempelajari segala tingkah laku manusia yang memiliki tujuan untuk mendapat serta mengelola sumber daya yang terbatas sekaligus usahanya dalam membuat suatu alternatif barang atau jasa demi memenuhi kebutuhan hidup manusia yang tidak terbatas.

Sama seperti kamu yang berupaya mengelola uang jajan yang terbatas demi memenuhi keinginan jajanmu yang tidak terbatas enggak sih? He he!

Nah, menurut Alfred W. Stoiner dan Douglas C. Hagues, ilmu ekonomi terbagi menjadi tiga. Tiga hal ini yang akan Quipper Blog bahas selanjutnya. Check this out!

1.  Ilmu Ekonomi Deskriptif (Descriptive Economics)

Foto: pixabay.com

Sesuai dengan namanya, ilmu ekonomi deskriptif akan memberikan deskripsi terhadap data-data yang menggambarkan berbagai kenyataan serta fenomena yang terjadi.

Lewat ilmu ekonomi deskriptif, kita dapat melakukan analisis untuk menggambarkan kondisi sebenarnya atau fakta yang terjadi di dalam kegiatan perekonomian. Untuk mendapatkan gambaran yang valid, maka data yang diperoleh tentang kenyataan atau fakta ini harus disusun secara sistematis.

Contoh dari ilmu ekonomi ini ialah krisis moneter pada tahun 1998 di Indonesia.

2. Ilmu Ekonomi Teori (Theoretical Economics)

Foto: pixabay.com

Ilmu ekonomi teori adalah ilmu ekonomi yang berupaya untuk menjelaskan pengertian dan hubungan sebab akibat serta cara kerja sistem perekonomian. Ilmu ekonomi teori berlandaskan pada hasil observasi terhadap aksi dan reaksi yang berhubungan dengan ekonomi dalam kehidupan masyarakat.

Ilmu ekonomi teori berkembang dan terbagi menjadi dua, yaitu:

A. Ilmu Ekonomi Makro

Ilmu ekonomi makro adalah ilmu ekonomi dengan pembahasan tentang keseluruhan kegiatan ekonomi. Analisis ilmu ekonomi makro bersifat global dan berfokus kepada perekonomian secara keseluruhan.

Permasalahan yang terjadi dalam ekonomi makro adalah permasalahan secara keseluruhan juga, misalnya:

  • Pengangguran, yang menandakan bahwa perekonomian tidak mencapai tujuannya untuk menyerap seluruh tenaga kerja.
  • Inflasi, yang disebabkan oleh meningkatnya harga secara terus-menerus.
  • Suku bunga, yang bilamana mengalami kenaikan akan menyebabkan peningkatan beban bunga.
  • Pertumbuhan stagnan, yang terjadi apabila pasokan produk tidak meningkat atau malah menurun.

B. Ilmu Ekonomi Mikro

Berbeda dari ilmu ekonomi makro yang membahas perekonomian secara keseluruhan, ilmu ekonomi mikro adalah ilmu ekonomi yang mempelajari kegiatan perekonomian dalam ruang lingkup yang kecil atau khusus.

Permasalahan yang terjadi dalam ekonomi mikro juga bersifat khusus, misalnya:

  • Harga dasar dan harga tertinggi, yang perlu ditetapkan apabila tidak terciptanya keseimbangan antara permintaan dan penawaran dalam pasar.
  • Kenaikan harga bahan bakar, yang dapat menyebabkan penurunan pendapatan bagi pengusaha serta pengemudi.
  • Praktik monopolistik, yang mempersempit peluang bisnis sehingga menghilangkan semangat kewirausahaan masyarakat.
  • Panjangnya saluran distribusi, yang menyebabkan tingginya harga barang pada saat sampai pada konsumen.

3. Ilmu Ekonomi Terapan (Applied Economics)

Foto: pixabay.com

Ilmu ekonomi terapan adalah pemanfaatan ilmu ekonomi secara praktis oleh individu dalam mengambil kebijakan, pedoman, atau standar dengan tujuan untuk mengatasi masalah ekonomi tertentu.

Contoh ilmu ekonomi terapan adalah ekonomi yang berlangsung di perusahaan, ekonomi moneter, ekonomi perbankan, dan lain-lain.

Hmm, kalau teori tentang permintaan kenaikan uang jajanmu masuk ilmu ekonomi apa ya, Quipperian? Jangan lupa untuk melakukan kebiasaan positif dengan uangmu ya, misalnya menabung atau menggunakannya untuk hal-hal yang bermanfaat buat kamu dan orang lain. Jangan lupa join dengan Quipper Video juga kalau kamu masih mau tahu lebih lanjut tentang materi pembagian ilmu ekonomi ini atau materi lainnya. Semangat, ya!

Penulis: Evita