Teori Perilaku Produsen – Ekonomi Kelas 10

Teori Perilaku Produsen - Ekonomi Kelas 10

Hai, Quipperian!

Sejak dulu hingga sekarang, ada kegiatan yang tidak pernah berhenti dalam masyarakat. Kegiatan apakah itu?

Kalau jawabanmu adalah kegiatan ekonomi, kamu tepat sekali, Quipperian! Kegiatan ekonomi telah berlangsung sejak lama, bahkan pada saat masyarakat belum mengenal alat tukar berupa uang.

Dalam kegiatan ekonomi, tentu saja ada beberapa peranan, di antaranya produsen, distributor, konsumen, dan lainnya. Setiap peranan ini pastilah punya fungsi yang berbeda-beda untuk membedakan antara satu dengan yang lainnya.

Eits, tapi, tidak hanya fungsi yang berbeda-beda, lho. Lebih lanjut lagi, rupanya, dalam ilmu ekonomi, terdapat pula analisis mengenai perilaku dari setiap peranan tersebut. Kali ini, Quipper Blog akan membahas teori tentang perilaku dari salah satu peranan dalam kegiatan ekonomi yaitu produsen. Yuk, simak pembahasan lengkap mengenai teori perilaku produsen di bawah ini!

Apa Itu Produsen?

Sebelum membahas teori tentang perilakunya, yuk, coba mengingat-ingat dahulu apa yang dimaksud dengan produsen, Quipperian.

Menurut KBBI, produsen ialah penghasil barang. Ditilik lebih dalam lewat ilmu ekonomi, lebih lengkapnya, produsen merupakan penghasil barang atau jasa dengan tujuan untuk dipasarkan atau dijual.

Selain menghasilkan barang, produsen juga memiliki sejumlah fungsi dalam kegiatan ekonomi, lho! Pertama, produsen dapat menganalisis kondisi ekonomi dilihat dari sudut pandang ekonomi makro. Lalu, produsen dapat berfungsi sebagai manajer yang mengkoordinasikan faktor-faktor produksi dalam masyarakat. Banyak produsen juga memiliki kreativitas sekaligus inisiatif untuk menghasilkan inovasi terbaru!

Apa yang Dilakukan oleh Produsen?

Untuk itu, produsen perlu melakukan kegiatan produksi. Produksi ialah usaha produsen dalam menciptakan serta meningkatkan nilai guna dari suatu barang atau jasa supaya dapat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Kegiatan produksi memiliki beberapa tujuan, misalnya:

  • Menghasilkan barang demi kebutuhan konsumen.
  • Meraih keuntungan optimal.
  • Memaksimalkan sumber daya.
  • Memaksimalkan hasil produksi (output).
  • Meminimalisir biaya produksi.
  • Mencari modal tambahan.

Produksi juga dapat berupa bermacam-macam jenis, misalnya produksi agraris yang memanfaatkan sumber daya alam, produksi industri yang mengubah bahan baku menjadi barang setengah jadi ataupun barang jadi, produksi ekstraktif yang mengambil sumber daya alam, produksi perdagangan yang berperan menjadi perantara antara produsen dan konsumen, produksi jasa yang berhubungan dengan keahlian tertentu, serta produksi pengangkutan yang melayani distribusi barang.

Apa Itu Teori Perilaku Produsen?

Pada saat melakukan kegiatan produksinya, pihak produsen akan melakukan sejumlah hal agar dapat menghasilkan produk secara efisien. Hal-hal inilah yang kemudian ditelaah lebih lanjut lewat teori perilaku produsen.

Secara garis besar, dalam teori ini, dijelaskan perilaku produsen yang menghasilkan produk untuk mencapai tingkat efisiensi dalam kegiatan produksi yang dilakukannya. Tentu saja demi mendapatkan keuntungan, produsen akan berupaya untuk menghasilkan produk sebaik-baiknya tanpa menggunakan faktor produksi secara berlebihan alias tetap efisien!

Dalam kegiatan produksi sendiri, ada beberapa komponen yang perlu dipikirkan produsen supaya dapat mencapai efisiensi, misalnya transportasi produk output, penyimpanan, periklanan, dan lainnya.

Seperti Apa Analisis Perilaku Produsen?

Bayangkanlah dirimu sebagai seorang pengusaha di masa depan yang memiliki peran sebagai produsen dalam kegiatan ekonomi!

Apa sih, yang akan kamu inginkan? Tentu saja keuntungan sebesar-besarnya, bukan? Dalam hal ini, efisiensi dari kegiatan produksi dalam perusahaanmu tentu saja harus menjadi fokus utamamu. Kamu harus dapat menentukan dengan tepat paling tidak empat pertanyaan ini:

  • What—apa barang yang akan kamu produksi?
  • How—bagaimana cara yang paling efisien untuk memproduksi barang itu?
  • Who—siapa yang akan terlibat dalam proses produksi nantinya?
  • Whom—untuk siapakah barang tersebut diproduksi?

Terdapat dua hal penting sebagai penentu perilaku produsen, yaitu sifat dari kegiatan produksi itu sendiri berupa produksi jangka pendek atau produksi jangka panjang.

Produksi jangka pendek ialah produksi dengan sebagian faktor produksi dengan jumlah yang tetap dan sebagian lagi tidak. Produksi jangka panjang ialah produksi dengan seluruh faktor produksi yang tidak tetap. Faktor produksi tetap ialah faktor produksi yang jumlah penggunaannya tidak bergantung kepada jumlah produksinya. Ada atau tidaknya kegiatan produksi, faktor tersebut harus tetap tersedia.

Nah, Quipperian, kini kamu sudah mengetahui pentingnya produsen dan kegiatan yang dilakukannya sekaligus hal-hal yang mendasari perilaku produsen itu sendiri. Apa suatu hari nanti kamu akan memiliki peran tersebut sebagai seorang pengusaha sukses?

Apapun cita-citamu, selalu semangatlah dalam belajar ya, Quipperian! Jika kamu butuh tutor  yang siap mengajarimu kapan saja, yuk bergabung dengan Quipper Video!

Penulis: Evita



Yuk, mulai siap-siap PTS! Kode promo: CERMAT Mulai belajar