Hidrolisis – Kimia Kelas 11 – Teori, Jenis Reaksi, dan Contoh Soal

Hidrolisis - Kimia Kelas 11

Dalam artikel ini akan dibahas secara detail tentang teori dan reaksi hidrolisis, jenis-jenis reaksi hidrolisis, contoh soal dan pembahasan reaksi hidrolisis, dan aplikasi reaksi hidrolisis dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, simak!

Halo Quipperian! Pada sesi kali ini Quipper Blog akan membahas suatu tema yang menarik lho yaitu tentang Hidrolisis dan Larutan Garam. Bahasan tentang Hidrolisis memang menarik untuk diperbincangkan. Contohnya, tahukah kalian kalau reaksi garam tidak dapat dibentuk oleh senyawa asam kuat dan basa kuat? 

Atau tahukah  juga kalian, dengan memahami reaksi hidrolisis garam kita juga dapat mempengaruhi pH dari larutan garam tersebut? Dan ternyata, senyawa garam banyak kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, contohnya Cangkang hewan Molusca yang ada di laut merupakan senyawa garam (Kalsium Karbonat) dan Kalium Nitrat yang biasanya digunakan sebagai bahan pengawet untuk sosis. Menarik, bukan? Penasaran? Yuk, simak!

Pengertian Garam

Garam merupakan senyawa yang dihasilkan dari reaksi netralisasi antara larutan asam dan larutan basa. Secara umum reaksi netralisasi adalah sebagai berikut: 

Contoh dari reaksi netralisasi/reaksi pembentukan garam: 

Garam dapat terbentuk dari 4 reaksi kimia. Reaksi kimia adalah sebagai berikut: 

  1. Garam dari asam kuat dan basa kuat, garam ini bersifat netral (pH = 7). Contohnya adalah NaCl, KCl, K2SO4, Ca(NO3)2.
  2. Garam dari asam kuat dan basa lemah, garam ini bersifat asam (pH <7). Contohnya adalah Zn(ClO4)2, NH4Cl, AlCl3, Fe(NO3)2.
  3. Garam dari basa kuat dan asam lemah, garam ini bersifat basa (pH >7). Contohnya adalah Na2SO3, KCN, Na2CO3, (CH3COO)2Ca.
  4. Garam dari asam lemah dan basa lemah, sifat asam/basa bergantung pada nilai Ka dan Kb dari senyawa tersebut. Contoh Zn(NO2)2, CH3COONH4, Fe3(PO4)2

Pengertian Hidrolisis

Hidrolisis berasal dari kata hydro yang berarti air dan lysis yang berarti peruraian. Sehingga definisi hidrolisis garam adalah reaksi peruraian yang terjadi antara kation dan anion garam dengan air dalam suatu larutan. Beberapa sifat dan karakteristik dari hidrolisis garam adalah sebagai berikut:

  1. Menghasilkan asam dan basa pembentuk garam.
  2. Kation dan anion dari asam-basa kuat tidak dapat terhidrolisis karena terionisasi sempurna.
  3. Garam tidak terhidrolisis jika tidak ada kation maupun anion yang bereaksi.
  4. Garam terhidrolisis sebagian jika salah satu kation atau anion bereaksi.
  5. Garam terhidrolis sempurna jika kation dan anion bereaksi. 

Reaksi pada Hidrolisis Garam

Ada 3 reaksi yang terjadi pada Hidrolisis Garam yaitu Hidrolisis sempurna, Hidrolisis sebagian, dan tidak terhidrolisis. Hidrolisis sempurna terjadi dari senyawa asam lemah dan basa lemah, Hidrolisis sebagian terjadi dari senyawa basa kuat dan asam lemah, reaksi yang tidak terhidrolisis terjadi dari asam kuat dan basa kuat. Contoh dari reaksi hidrolisis garam tersebut adalah sebagai berikut: 

  • Reaksi hidrolisis garam sebagian 

  • Reaksi hidrolisis garam sempurna

Sifat garam pada Hidrolisis sempurna memiliki bergantung pada nilai Ka dan Kb. Apabila 

  • Jika Ka = Kb, maka garam tersebut bersifat netral.
  • Jika Ka > Kb, maka garam tersebut bersifat asam.
  • Jika Kb > Ka, maka garam tersebut bersifat basa. 

Pada reaksi hidrolisis, jumlah garam yang mengalami hidrolisis hanya sedikit, tetapi tetap menyebabkan perubahan nilai pH larutan. Karena itu reaksi hidrolisis juga disebut reaksi kesetimbangan. Tetapan keseteimbangan reaksi hidrolisis disebut tetapan hidrolisis (Kw). 

pH larutan garam dari asam kuat dan basa kuat yang tepat habis bereaksi adalah pH = 7 (netral). Nilai suatu pH larutan garam dari asam dan basa bukan kuat dihitung berdasarkan nilai tetapan hidrolisis (Kh), dan tetapan ionisasi asam dan basa (Ka dan Kb). Nilai garam dari asam kuat dan basa lemah pH < 7. Garam ini bersifat asam. 

Cara Menghitung Nilai pH

Cara menghitung nilai pH dari garam-garam tersebut adalah sebagai berikut: 

Jika garamnya berasal dari kation atau anion yang salah satunya bervalensi dua, maka: 

Nilai Garam dari basa kuat dan asam lemah adalah pH > 7. Garam ini bersifat basa.

Nilai Konsentrasi [OH] adalah: 

Sedangkan garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah, sifat garamnya bergantung pada nilai ketetapannya masing-masing yaitu: 

Jika Ka = Kb

Maka garam tersebut bersifat netral atau pH = 7.

Sedangkan Jika Ka  > Kb

Maka garam tersebut bersifat asam atau pH < 7.

Maka nilai H+ 

Jika nilai Kb > Ka

Maka nilai garam tersebut adalah pH > 7 dan sifat garamnya bersifat basa. 

Nilai [OH] = 

Contoh Soal 1

Garam CH3COONa (Mr = 82) sebanyak 410 mg dilarutkan dalam air hingga volume 500 mL. Jika diketahui tetapan hidrolisis (Kb = 10-2), tentukan pH larutan garam tersebut. 

Jawab: 

Diketahui, berdasarkan senyawa yang bergabung adalah basa kuat dan asam lemah, sehingga garam yang dihasilkan bersifat basa. Maka proses perhitungannya adalah sebagai berikut: 

Jadi, berdasarkan perhitungan nilai pH nya adalah 8,5 dan larutan garam tersebut bersifat basa. 

Contoh Soal 2

Jika 100 mL NH4OH 0,4 M direaksikan dengan 100 mL larutan HCl 0,4 M Kb NH4OH = 2 x 10-6. Tentukan pH campuran setelah bereaksi!

Jawab: 

Diketahui larutan garam yang dihasilkan merupakan campuran dari senyawa asam kuat dan basa lemah. Sehingga garam yang dihasilkan bersifat asam. Proses perhitungannya adalah sebagai berikut: 

Manfaat Hidrolisis Garam dalam Kehidupan

Proses hidrolisis garam memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya adalah: 

  • Garam amonium nitral (NH4NO3) yang merupakan campuran dari basa lemah dan asam kuat. Sehingga garam ini bersifat asam. Amonium nitrat biasanya digunakan untuk alat kompres dingin. 
  • Monosadium Glutamat atau MSG (C5H8NO4Na) merupakan garam yang bersifat basa. MSG merupakan campuran dari asam lemah dan basa kuat. Garam ini biasa digunakan sebagai penyedap rasa pada makanan. 
  • Cangkang mollusca seperti cypraecassis rupa tersusun oleh kalsium karbonat (CaCO3). Garam ini bersifat basa.
  • Kalium nitrat adalah garam yang bersifat netral. Garam ini terbentuk dari senyawa asam lemah dan basa lemah. Kalium nitrat biasa digunakan sebagai bahan pengawet dalam sosis (KNO3).  

Bagaimana Quipperian sudah mulai memahami konsep-konsep tentang Hidrolisis dan larutan garam? Ternyata banyak sekali fakta-fakta dan wawasan baru dari artikel di atas, ya. Kamu juga bisa mendapatkan konsep-konsep ataupun fakta-fakta ilmiah lainnya, lho. Caranya dengan bergabung bersama Quipper Video. Lewat Quipper Video, banyak sekali penjelasan konsep-konsep pelajaran yang menarik dan mudah dipahami oleh tutor-tutor yang sudah berpengalaman tentunya. Yuk, subscribe!

Penulis: William Yohanes



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang