Quipperian, apa kamu merasa cemas dalam menghadapi SBMPTN yang sudah di depan mata? Jumlah peserta lulus yang jauh lebih sedikit dibanding total peserta yang mengikutinya memang membuat cemas. Tidak heran bila banyak orang yang mulai mempersiapkan diri jauh-jauh hari, bisa beberapa bulan, bahkan tahun sebelumnya. Tapi, apakah sebenarnya belajar untuk SBMPTN memang perlu dilakukan sejak lama, bahkan dari kelas 1 SMA? Sebelumnya, yuk kita bahas yang satu ini, Quipperian:
Mengapa SBMPTN terasa lebih sulit daripada ujian biasanya?
Berbeda dengan ujian biasanya yang kamu temui di sekolah, SBMPTN terasa lebih sulit karena materi SBMPTN sangat banyak dam tipe soalnya bisa sangat berbeda. Kamu akan sulit menghadapinya bila kamu belajar dalam beberapa hari, atau bahkan kamu menggunakan sistem kebut semalam.
Mengapa materi SBMPTN sangat banyak dan tipe soalnya bisa berbeda? Sebab, pada SBMPTN, kamu tidak hanya diukur pada kemampuan akademis saja. Orang yang lolos seleksi diharapkan mampu berpikir secara konseptual, kreatif, dan terbiasa memecahkan masalah dengan konsep pada tiap-tiap materinya. Selain itu, kamu diharapkan memiliki cara berpikir yang logis atau rasional, tingkat analisa yang tinggi, kreativitas yang baik, dan wawasan luas. Kamu juga harus mampu memahami masalah dan berpikir secara terstruktur.
Karena itu, tak heran kamu perlu mempersiapkan diri sebaik mungkin dalam menghadapi SBMPTN, Quipperrian. Pastikan cara belajarmu cukup efektif untuk mempelajari materi SBMPTN yang sangat banyak.
9 Jurusan SBMPTN dengan Kuliah yang Menjanjikan!
Jadi, perlukah kamu mempersiapkan diri dari tahun-tahun sebelumnya?
Menghadapi SBMPTN dengan belajar dan mengerjakan soal latihan memang perlu dilakukan. Tapi waktu memulainya tidak bisa disamakan pada semua orang karena orang-orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Hal tersebut bergantung pada:
- Kamu bisa mencicil materi
Mempersiapkan diri dari tahun-tahun sebelumnya bisa membantu kamu dalam mencicil materi SBMPTN, Quipperrian. Apalagi SBMPTN mengambil materi dari kelas satu hingga kelas tiga di SMA. Jadi, kalau kamu sudah menguasai materi kelas satu hingga kelas tiga dengan baik, hal itu turut membantu kamu dalam menghadapi try out, ujian nasional, sampai SBMPTN.
- Kamu harus memperhatikan apakah pilihan jurusanmu di sekolah akan berubah atau tidak nantinya
Di SMA, kamu mengambil jurusan IPA atau IPS, Quipperian? Atau bahkan kamu mengambil jurusan lain di luar IPA dan IPS? Saat bersekolah, kamu berfokus mempelajari semua materi dalam jurusanmu. Tapi kamu harus perhatikan apakah pilihan jurusanmu tersebut akan berubah atau tidak pada kuliah nanti. Maksudnya, bila kamu menempuh jurusan IPA di SMA, namun kamu ingin mengambil jurusan Ilmu Politik di universitas. Kamu mengambil jurusan IPS, tapi kamu mau masuk ke jurusan Teknik Mesin. Atau mungkin kamu menempuh jurusan Multimedia di SMK, lalu kamu ingin mengambil jurusan Teknik Informatika.
Hal tersebut perlu dipikirkan, terutama bagi kamu yang belum mempertimbangkan jurusan yang akan kamu pilih di universitas. Sebab, bila kamu mempersiapkan diri untuk menghadapi SBMPTN dari jauh-jauh hari di mana kamu belum memastikan jurusan yang kamu pilih, maka persiapanmu pun menjadi kurang bermanfaat, Quipperian.
Kamu tetap bisa mempersiapkan dirimu dari jauh-jauh hari dengan cara…
Jangan khawatir, Quipperian. Walaupun kamu belum memastikan jurusanmu di universitas nanti, kamu tetap bisa mempersiapkan diri dari jauh-jauh hari, kok. Caranya, lebih baik kamu persiapkan diri dengan memelajari materi Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA) terlebih dulu. TKPA mengukur kecerdasan kamu dalam penalaran menggunakan logika, Quipperian. Biasanya materi yang diujikan adalah antonim, sinonim, perumpamaan, persamaan, gambar menghubungkan, menyimpulkan, deret, aljabar, dan soal cerita.
Mengapa lebih baik kamu memelajari materi TKPA telebih dulu? Sebab, apapun pilihan jurusanmu di universitas nantinya, kamu harus melalui ujian TKPA dalam SBMPTN, Quipperian. Lebih baik mempersiapakn materi TKPA yang pasti kamu akan lalui di SBMPTN daripada kamu mempersiapkan materi Tes Kemampuan Dasar Sains dan Teknologi (TKD Saintek) dan Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum). Jurusan yang kamu pilih di universitas yang akan menentukan ujian TKD Saintek atau TKD Soshum yang akan kamu lalui, atau bahkan kedua-duanya.
Semoga informasi di atas semakin membuat kamu bersemangat dalam mempersiapkan diri untuk menghadapi SBMPTN ya, Quipperian. Selamat belajar!