Jakarta, November 2017 – Sejak 12 September 2015, seorang guru bernama I Kadek Darsika Aryanta menemukan metode belajar terbaru dengan memanfaatkan teknologi. Pak Kadek yang telah mengajar di SMA Bali Mandara selama 6 tahun menemukan sebuah platform yang mampu membuatnya mengelola kelas secara digital untuk mempermudah proses belajar mengajar. Sejak saat itu, banyak rekan-rekan sesama guru yang tertarik dan minta diajarkan menggunakan platform tersebut. Akhirnya kabar penggunaan inovasi dalam mengajar tersebut terdengar oleh Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika.
Saat melakukan kunjungan ke sekolah, orang nomer satu di Bali ini antusias saat mendengarkan pemaparan Pak Kadek yang menginisiasi penggunaan metode e-learning di kelas. Setelah mendengar pemaparan beliau yang menggunakan Quipper School dalam membantu proses belajar mengajar dengan siswa di kelas, Gubernur Bali mengutusnya untuk memberikan pelatihan kepada Sekolah Menengah atas di Bali pada 23 Oktober 2017.
Melihat antusiasme guru-guru dari sekolah yang hadir pada pelatihan pertama, Gubernur Balik kembali mengutus Kadek Darshika untuk memberikan pelatihan kepada 90 Sekolah Menengah Atas di Bali pada Rabu, 8 November hingga Kamis 9 November mendatang.
“Sangat penting bagi guru untuk menguasai teknologi dan memanfaatkannya dalam kegiatan belajar mengajar. Setelah bertemu dengan Pak Kadek dan rekan-rekan guru di SMA Bali Mandara saya bertemu Dinas Pendidikan Provinsi Bali untuk menerapkan sistem kelas digital di Quipper School mulai Januari 2018,” ujar Gubernur Bali, I Made Mangku Pastika.
Pria lulusan Universitas Pendidikan Ganesha yang telah menjadi Guru Fisika di SMA Bali Mandara tersebut tidak menyangka bahwa rasa ingin tahu dan kesungguhannya dalam mengajar dapat mengantarkan perjalanannya menjadi inisiator penggunaan teknologi untuk pendidikan di seluruh Bali.
“Ketika kita di kelas fokus untuk mengerjakan konsep, bagaimana siswa memahami, menemukan sendiri konsep. Di luar kelas, kita mantapkan dengan memanfaatkan soal dan materi dari layanan tersebut, pemberian soal dan penyerahan jawaban tidak menyita waktu lagi. Ini juga paperless, ramah lingkungan,” tutur I Kadek Darshika.
Dia mengatakan respon dari siswa pun sangat baik karena proses menjadi lebih efisien dan diakui siswa bahwa mereka dapat menggunakan waktunya untuk hal lain yang memperkaya pengalaman mereka di luar kelas.
Semangat guru seperti Kadek Darsika Aryanta patut diacungkan jempol, karena membuktikan bahwa guru masih menjadi sosok penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Meskipun dengan adanya teknologi yang memudahkan, beliau tetap percaya bahwa posisi guru di kelas tidak akan tergantikan. Selain itu beliau berharap agar Indonesia yang merupakan negara kepulauan dapat memanfaatkan teknologi, terutama konektivitas jaringan, sebagai fondasi, agar akses informasi semakin mudah dan literasi media siswa semakin bagus. Dia percaya di sanalah kemajuan pendidikan Indonesia dapat tercapai.
Tentang Quipper
Quipper adalah perusahaan teknologi pendidikan global terkemuka yang memiliki misi untuk membawa pendidikan terbaik ke seluruh pelosok dunia. Quipper bertujuan untuk menyediakan, memperbaiki, dan mendistribusikan pendidikan berkualitas melalui teknologi untuk menciptakan dunia dimana setiap anak diberi kesempatan yang sama untuk belajar dan mendapatkan pengetahuan.
Layanan Quipper, termasuk Quipper School dan Quipper Video, membantu siswa menerima pendidikan berkualitas tanpa batasan dan memberdayakan pendidik untuk menyebarkan wawasan.
Pada bulan Maret 2017, Quipper School telah digunakan oleh lebih dari 4 juta siswa dan 350,000 guru di seluruh dunia. Secara Global, Quipper Video digunakan oleh lebih dari 500.000 pelajar. Quipper memiliki lebih dari 600 karyawan dan beroperasi di lima negara, yaitu Inggris, Jepang, Filipina, Meksiko dan Indonesia.
Sebagai bagian dari komitmen dan semangat Quipper untuk memberdayakan ekosistem pendidikan di Indonesia, Quipper akan terus bekerja sama dengan para pemangku kepentingan termasuk sekolah-sekolah, Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten di seluruh Indonesia, Dinas Guru dan Tenaga Kependidikan, Dinas Pendidikan Dasar dan Tingkat Menengah, Ikatan Guru Indonesia, dan Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMOLEC). Di Indonesia, Quipper School digunakan oleh lebih dari 2,5 juta siswa dan guru, hingga ke pelosok negeri.
Media Kontak
Quipper Indonesia
Ike Yuningsih / [email protected]
021 29533314
