[Siaran Pers] Kisah Pemuda Penjaga Toko Kelontong Berjuang Lulus SBMPTN

[Siaran Pers] Kisah Pemuda Penjaga Toko Kelontong Berjuang Lulus SBMPTN

Press Release

Untuk Segera Diberitakan 

Jakarta, 16 Juni 2017 Pendidikan menjadi salah satu barang mahal bagi pelajar di Indonesia. Bagaimana tidak? Tingginya biaya sekolah, kebutuhan penunjang dan akses pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Wajib belajar 12 tahun yang telah diterapkan pemerintah dengan menggratiskan biaya pendidikan dari SD – SMA saat ini telah membantu berbagai pelajar.

Namun apakah kebijakan tersebut saja sudah cukup? Tingginya biaya fasilitas penunjang belajar, kualitas guru masih belum merata dan keterbatasan akses membuat Firdaus harus berjuang ekstra demi mewujudkan cita-citanya.

Firdaus atau biasa dipanggil Daus adalah satu dari sekian banyak pelajar di Indonesia yang haus akan akses pendidikan berkualitas. Bagi Daus, pendidikan adalah kunci sukses untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

Namun sayangnya remaja kelas 12 SMAN 1 Peusangan, kabupaten Bireun Aceh ini tidak seberuntung anak-anak lain yang memiliki kemudahan akses untuk mendapatkan pendidikan berkualitas seperti di Jakarta atau kota besar lainnya. Sebagai anak tertua dari 2 bersaudara, Daus harus membantu neneknya menjaga toko kelontong di rumahnya.

Namun kondisi ekonomi keluarganya tidak membuat Daus patah semangat untuk meneruskan cita-citanya meneruskan belajar ke perguruan tinggi negeri di Kota Aceh. Bagi Daus, PTN di Kota Aceh tidak kalah bagusnya dengan di PTN di kota besar lainnya. Lagipula, jika harus merantau ke luar Pulau, Daus tidak akan tega meninggalkan nenek dan adiknya berdua saja di rumah. Untuk meraih mimpinya, Daus merasa pelajaran di sekolah tidaklah cukup, apalagi seperti yang ia ketahui, tantangan ujian seleksi masuk perguruan tinggi negeri tidak main-main.

Daus selalu belajar sepulang sekolah sambil menjaga toko kelontong milik neneknya. Sesekali Daus menonton acara televisi dari sebuah TV tabung tua di rumah neneknya yang berdinding kayu. Saat itu Daus melihat tayangan di TV yang menginformasikan cara baru belajar dengan sistem online. Dalam tayangan tersebut, dijelaskan bahwa belajar online dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja selama ada koneksi internet.

Karena penasaran, akhirnya Daus mencoba berselancar di dunia maya melalui gawai sederhana yang dimilikinya. Ketertarikan dan semangatnya semakin besar ketika mengetahui bahwa belajar online merupakan salah satu cara yang dapat dimanfaatkan untuk meraih mimpinya.

“Pemilihan belajar online di Quipper Video sangat mendorong rasa percaya diriku untuk tembus SBMPTN, apalagi cara belajar yang ditawarkan sangat efektif dan mudah dipahami, dan ada materi SMA, persiapan UN dan SBMPTN yang lengkap. Pengajarnya sangat menyenangkan dan jelas,” tuturnya.    

Namun perjuangan tidak selesai sampai di situ. Setelah menemukan solusi untuk meraih cita-cita kuliah di PTN asal kotanya, Aceh, daus masih harus mencari cara untuk membeli paket belajar online yang dibutuhkannya. Karena, mustahil bagi Daus untuk pergi ke bimbingan belajar yang letaknya puluhan kilometer dari tempat tinggal dengan biaya tempuh yang sangat tinggi.

Namun perjuangan tidak selesai sampai di situ. Setelah menemukan solusi untuk meraih cita-cita kuliah di PTN asal kotanya, Aceh, daus masih harus mencari cara untuk membeli paket belajar online yang dibutuhkannya. Karena, mustahil bagi Daus untuk pergi ke bimbingan belajar yang letaknya puluhan kilometer dari tempat tinggal dengan biaya tempuh yang sangat tinggi.

Karenanya, Daus harus menabung sedikit demi sedikit,  dengan mengambil uang tabungan di celengan dan uang tambahan neneknya hasil dari berjualan. Daus mengatakan “Saya menempuh perjalanan berkilo-kilo untuk menemukan supermarket terdekat yang dapat memproses biaya berlangganan, tapi hal itu justru sebanding dan saya tidak pernah menyesalinya.”

Setelah berhasil berlangganan, Daus selalu belajar menggunakan Quipper Video di sekolah dengan akses internet gratis, atau dilanjutkan di rumah dengan mengunduh terlebih dahulu materi dan video di sekolah. Begitu setiap saat hingga tiba waktunya UN dan SBMPTN.

Perjuangan panjang Daus berbuah manis saat melihat pengumuman SBMPTN 13 Juni 2017 yang lalu. Mimpinya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri favorit di Kota Aceh tercapai. Daus berhasil lolos ke Universitas Negeri Malikus Saleh di Ibukota Nangroe Aceh Darussalam Jurusan Manajemen.



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang