[Siaran Pers] Meminimalisir Salah Pilih Jurusan, Quipper Gelar Pelatihan Guru BK Gratis

 

Jakarta, 25 April 2019. Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Kebudayan Republik Indonesia telah menggalakan kampanye revolusi mental. Kampanye tersebut menitikberatkan pada pendidikan karakter agar dapat membentuk mental yang tangguh dan moral yang baik bagi siswa. Dalam hal ini Quipper Indonesia melalui salah satu produk unggulannya Quipper Campus mendukung program revolusi mental pemerintah yang diimplementasikan melalui berbagai hal.

Adapun yang paling sering diupayakan adalah bertemu dan dan berdiskusi dengan guru konseling di sekolah. Sebagai guru yang bertugas untuk membimbing dan mengarahkan minat dan bakat siswa, guru Bimbingan Konseling (BK) diharapkan dapat mengobservasi tingkah laku siswa sehingga dapat memahami minat dan bakat siswa. Dari situ guru BK diharapkan dapat memberikan arahan bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi sesuai minat dan bakatnya.

Namun, apakah hanya demikian tugas guru BK? Dalam workshop yang diadakan oleh Quipper Campus kemarin (24/04), Achsinfina H Sinta Msi, Psi – Psikolog ternama yang menjadi salah satu narasumber pada siang tersebut bertanya kepada peserta yang terdiri dari guru BK, “apa yang dibutuhkan siswa didik saya 20 – 50 tahun mendatang?”

Beliau menjawab soft skill merupakan hal penting yang wajib dimiliki siswa didik kita 20 – 50 tahun mendatang. Dalam pemaparannya beliau mengatakan, “Selama ini di sekolah siswa hanya mendapat pengetahuan hard skill. Tapi apakah kita pernah bertanya kepada mereka, ‘bagaimana perasaanmu hari ini?’, ‘apa yang kamu harapkan dari pelajaran ini?’ Soft skill itu sangat penting karena dunia bersifat dinamis. Anak harus memiliki kemampuan 4C (Communication, Collaborations, Critical Thinking dan Creativity) ini untuk bertahan hidup”

Dalam pemaparannya, Achsinfina H Sinta Msi, Psi juga memberikan contoh kasus mengenai campur tangan orang tua terhadap jurusan yang harus dipilih oleh anak yang tidak sesuai dengan keinginan anak. Sinta menyatakan bahwa penjelasan komprehensif dari guru BK sangat penting agar orangtua mampu memahami bahwa keinginan anak sangat penting untuk didengar, sehingga ke depan tidak ada lagi cerita lulusan pertanian kerja di bank.

Masih di acara yang sama, Russel Siregar, Product Manager Quipper Campus, mengatakan, “saya setuju dengan contoh yang diberikan oleh Ibu Sinta, dari situ kami memiliki ide untuk mengembangkan tes minat bakat untuk memberikan referensi jenjang karier sesuai dengan passion siswa. Namun kami sadar masih banyak kekurangan, di tahun ini kami berusaha memperbaiki diri dan akan menambahkan fitur lain yang tidak kalah bergunanya untuk tahun ajaran baru nanti.”

Acara yang dihadiri oleh guru BK dari berbagai sekolah menengah, baik negeri, swasta maupun kejuruan di Jabodetabek tersebut disambut baik oleh para peserta. Mereka berharap Quipper Campus dapat menggelar acara serupa lebih sering agar dapat menambah keilmuan dan update mengenai perkembangan teknologi terkini agar tetap dapat relevan dengan siswa saat mengajar.

 

Tentang Quipper

Quipper adalah perusahaan teknologi pendidikan yang memiliki misi untuk membawa pendidikan terbaik ke seluruh pelosok dunia dan berkomitmen untuk menjadi bagian ekosistem pendidikan di Indonesia. Quipper bertujuan untuk menyediakan, memperbaiki, dan mendistribusikan pendidikan berkualitas melalui teknologi untuk menciptakan dunia dimana setiap anak diberi kesempatan yang sama untuk belajar dan mendapatkan pengetahuan. Layanan Quipper, termasuk Quipper School, Quipper Video dan Quipper Campus, membantu siswa menerima pendidikan berkualitas tanpa batasan dan memberdayakan pendidik untuk menyebarkan pengetahuan. Saat ini layanan Quipper telah digunakan oleh lebih dari 5 juta siswa dan 350.000 guru di seluruh Indonesia. Info lebih lanjut mengenai Quipper Indonesia dapat dilihat melalui laman www.quipper.com.

Media Kontak

Quipper Indonesia

Ike Yuningsih – Public Relations

ike.yuningsih@quipper.com

+6221 295 33314

Be the first to comment

Leave a Reply