Quipperian, seperti yang kita ketahui, Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia. Karena hal tersebut, penerapan ekonomi syariah di Indonesia saat ini terus berkembang. Sebetulnya, dari sisi keilmuan terdapat cukup banyak kesamaan antara ekonomi konvensional dan ekonomi syariah. Kedua ilmu ini sama-sama mengenal aspek makro ekonomi maupun mikro ekonomi. Meskipun begitu, tentu ada aspek-aspek lainnya yang menjadi catatan utama dari keilmuan berbasis Islam ini.
Quipperian perlu tahu bahwa ekonomi syariah memberikan andil bagi perkembangan sektor riil, lho! Pengharaman terhadap bunga bank, mengharuskan dana yang dikelola oleh lembaga-lembaga keuangan syariah akan disalurkan ke sektor riil. Dengan begitu akan lebih bermanfaat, bukan? Gerakan ekonomi syariah juga mendorong timbulnya perilaku ekonomi yang etis di masyarakat Indonesia. Mengapa? Karena ekonomi syariah adalah ekonomi yang berpihak kepada kebenaran dan keadilan dan menolak segala bentuk perilaku ekonomi yang tidak baik seperti sistem riba, spekulasi, dan ketidakpastian (gharar).
Untuk mengimbangi pertumbuhan lembaga keuangan syariah di Indonesia, tentu dibutuhkan dukungan sumber daya yang kompeten, Quipperian. Bukan hanya sumber daya yang memiliki kompetensi dalam bidang sains dan teknologi, tapi juga harus memiliki pemahaman yang mendalam tentang aspek-aspek syariah. Kompetensi ini juga harus diimbangi dengan komitmen untuk membangun sistem ekonomi berbasis nilai-nilai Islam.
Nah, untuk mencetak sumber daya insani ekonomi syariah terbaik, kini sudah banyak kampus yang menyiapkan lulusan ekonom syariah yang bermutu. Salah satu kampus yang berkomitmen penuh dalam mencetak lulusan ekonomi syariah berkualitas adalah Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia. Komitmen kampus ini dalam membimbing mahasiswanya mendalami ilmu Ekonomi Syariah sangat terlihat dari banyaknya prestasi yang diraih mahasiswa STEI Tazkia di bidang Ekonomi Syariah, lho! Quipperian penasaran? Terus baca sampai selesai ya!
Prestasi STEI Tazkia
Tahukah kamu bahwa perguruan tinggi ini lahir sebagai jawaban atas krisis ekonomi tahun 1997-1998? Yup! Kiprah kampus Tazkia dalam pengembangan ekonomi Islam diawali pada awal tahun 1999 ketika Bank Indonesia mulai memberikan perhatian yang lebih serius dalam pengembangan perbankan syariah, Quipperian. Pengembangan perbankan syariah ini diyakini sebagai salah satu solusi untuk menyehatkan industri perbankan nasional yang pada saat itu diterjang krisis ekonomi yang dilanjutkan dengan krisis multidimensi.
Selain karena krisis ekonomi tersebut, faktor yang mendorong pendirian kampus ini adalah adanya kelangkaan sumber daya insani untuk mengembangkan industri keuangan syariah. Sumber daya insani yang dimaksud adalah sumber daya insani yang menguasai secara seimbang dan mendalam baik teori–teori perbankan, ekonomi konvensional maupun perbankan dan ekonomi Islam (syariah).
STEI Tazkia meyakini bahwa hanya sistem ekonomi yang dipandu oleh hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan Allah SWT-lah yang mampu menyejahterakan masyarakat secara adil. Sesuai dengan namanya yaitu Tazkia (Tazkiyyah), STEI Tazkia berusaha mendorong perekonomian umat untuk tumbuh (growth) secara bersih (purification), Quipperian. Upaya ini terus dilakukan oleh kampus yang berada di kawasan Sentul Jawa Barat ini, melalui inovasi-inovasi yang produktif, efektif, dan efisien diiringi dengan upaya internalisasi prinsip-prinsip Ekonomi dengan nilai-nilai terbaik yang diajarkan dalam Islam.
Untuk menguatkan fondasi ekonomi syariah, STEI Tazkia terus menyiapkan sumber daya manusia berkualitas untuk menunjang industri keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia. Selain mengajarkan teori dan konsep ekonomi syariah, kampus ini juga mendukung penuh mahasiswanya untuk mengasah kemampuan dan melatih kontribusi mahasiswanya dalam pengembangan keilmuan ekonomi syariah, Quipperian. Tidak heran, kalau mahasiswa STEI Tazkia kerap kali menjuarai kompetisi di bidang ekonomi syariah, lho!
Seperti baru-baru ini, mahasiswa STEI Tazkia yang bergabung dalam Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) PROGRES kembali menjuarai event bergengsi, lho! Event Ekonomi Islam tingkat Regional se-Jabodetabek ini diadakan pada 9 Maret 2018 (21 Jumadil Akhir 1439) lalu, berhasil membawa mahasiswa STEI Tazkia meraih 2 penghargaan, Quipperian, yaitu juara 1 dan juara 3 olimpiade Ekonomi Syariah. Sangat membanggakan, bukan? Berikut adalah nama-nama mahasiswa berprestasi tersebut:
Mahasiswa Berprestasi STEI Tazkia:
1. Juara 1 Olimpiade Ekonomi Syariah
- Wa Ode Porimata Putri (BMI-D)
- Melati Indah Fiskasari (Muamalah 16)
- Faisal Hilman (Matrikulasi)
2. Juara 3 Olimpiade Eksyar
- Obi Sobriana ( EI-16)
- M.Yusuf Ibrahim(EI-16)
- Fadhila Ramadhani (FT-UI 16)
Pencapaian ini bukan kali pertama, Quipperian. Ini adalah kesekian kalinya mahasiswa STEI Tazkia meraih prestasi. Sebagai kampus pelopor Ekonomi Islam, mahasiswa STEI Tazkia, khususnya di bawah organisasi KSEI PROGRES selalu menjaga tradisi juara dengan rutin mengadakan kajian Ekonomi Islam serta update issue terkini berkaitan dengan pengembangan Ekonomi Islam, lho! Keren, ya?
Nah, bagi Quipperian yang juga ingin berkarier dan berkontribusi di bidang ekonomi syariah, STEI Tazkia bisa menjadi pilihan yang tepat untuk kamu menimba ilmu. Kamu ingin tahu mengenai kampus ini lebih lanjut? Isi formulir di bawah ini ya, agar pihak kampus bisa menghubungi kamu.
Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com