Kiat Sukses Menghadapi Ujian SBMPTN Unimed

Kiat Sukses Menghadapi Ujian SBMPTN UnimedSaatnya mempersiapkan diri untuk mengikuti tes SBMPTN 2017 nih, Quipperian! Tak terasa ya sudah tiga tahun teman-teman menghabiskan masa remaja dengan menjadi siswa SMA. Tahap selanjutnya yang perlu kamu lakukan adalah mengejar mimpi dengan menjadi mahasiswa di kampus idamanmu. Tidak semua orang bisa dengan mudah lulus SBMPTN lho! Kamu akan bersaing dengan peserta yang berasal dari berbagai lulusan SMA di Indonesia. Tidak hanya lulusan yang tamat di tahun 2017, kamu juga akan bersaing dengan lulusan dua tahun terakhir.

Jika tertarik masuk Unimed melalui SBMPTN, Quipperian harus mempersiapkan diri dari sekarang. Pasalnya,  Unimed merupakan universitas keguruan di Indonesia yang menjadi salah satu pilihan favorit mahasiswa. Sejak mendapatkan akreditasi A pada akhir tahun 2016 lalu, peringkat Unimed makin meningkat di tingkat nasional. Unimed masuk ke dalam 30 universitas terbaik di Indonesia. Dengan peningkatan ini, Unimed makin diminati oleh calon mahasiswa baru,  baik dari Sumatera Utara maupun daerah lainnya.

Seperti universitas lainnya, Unimed menyediakan 30% kursi untuk mahasiswa yang lulus lewat seleksi SBMPTN. Jumlahnya lebih sedikit dibanding kuota SNMPTN. Berbeda dengan SNMPTN yang hanya mengandalkan nilai rapor, ujian SBMPTN murni mengandalkan kemampuanmu dalam menjawab soal-soal ujian. Nah, Quipper Video Blog akan memberikan kiat-kiat agar dapat lulus tes SBMPTN, di bawah ini.

Hapalkan Materi Menggunakan Jembatan Keledai

Sudah bukan waktunya lagi Quipperian menghapal semua materi yang kamu pelajari ketika SMA. Apalagi dengan persiapan yang hanya  dua bulan.  Tapi jangan khawatir! Kamu bisa menghapal materi  dengan menggunakan metode jembatan keledai dan mencatat poin-poin penting materi yang sering keluar di soal ujian SBMPTN. Ini sangat berguna bagi kamu yang susah menghapal rumus dan materi yang panjang. Misalnya, mengingat unsur kimia, anatomi tubuh, tata bahasa, atau rumus matematika.

Metode belajar ini sudah mulai diterapkan oleh sekolah-sekolah di Indonesia. Metode jembatan keledai berawal dari asumsi bahwa otak manusia  terdiri atas ingatan alami dan ingatan buatan. Ingatan alamni merupakan bakat sejak lahir dan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan ingatan buatan dibangun dengan banyak berlatih, salah satunya menggunakan teknik jembatan keledai. Jika selama ini Quipperian fokus menghapal semua materi hingga selesai, tidak ada salahnya kamu juga  mencoba cara ini. Selain lebih mudah, kamu juga bisa menggunakan waktumu untuk menjawab soal ketimbang menghapal materi.

Lebih Sering Menjawab Contoh-Contoh Soal

Istilah learning by doing memang cocok diterapkan bagi kamu yang sedang menghadapi ujian SBMPTN. Hal yang perlu kamu lakukan adalah sering menjawab contoh soal SBMPTN. Semakin sering kamu menjawab soal, semakin mudah otakmu menyerap materi ujian. Setidaknya, dari 100 persen soal ujian yang kamu jawab, minimal otakmu sudah menyimpan 50% informasi yang kamu terima dengan menjawab soal ujian. Jika perlu, catat bentuk soal apa saja yang sering keluar pada setiap materi.

Silabus ini bisa kamu dapatkan dari guru SMA atau tempat bimbelmu. Selain itu, kamu  kamu juga bisa belajar di e-learning Quipper Video. Quipper Video adalah solusi e-learning berbasis video online untuk kamu yang sedang mempersiapkan diri menghadapi UN dan SBMPTN sehingga belajar lebih efektif dan menyenangkan.  Di sini, kamu bisa belajar lebih seru di mana saja dan kapan saja!

Temukan Kelebihanmu Dalam Menjawab Soal Ujian

Jika sudah sering menjawab contoh soal ujian, kamu akan tahu materi mana saja yang telah kamu kuasai dan mana yang belum. Dari sana, kamu bisa  lebih banyak berlatih dan menghapal materi soal yang belum kamu kuasai.

Setelah itu, bandingkan nilai Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Kemampuan Dasar (TKD)-mu. Jika lebih unggul di bidang TPA, lebih baik kamu banyak berlatih soal-soal TPA. Begitu juga untuk soal-soal TKD. Saran Quipper video, jawablah soal yang kamu yakin 100% benar. Jika masih ragu dengan jawabanmu, lebih baik kamu tidak menjawab soal tersebut karena poin tidak menjawab soal lebih kecil dibandingkan poin untuk jawaban yang salah. Jika banyak dari jawabanmu yang salah, total nilaimu akan semakin berkurang.

Pilih Jurusan dengan Peluang Lulus yang Paling Besar

Beberapa minggu menjelang tes SBMPTN,  Quipperian sudah harus menentukan jurusan apa yang akan kamu pilih. Penentuan jurusan ini berdasarkan prediksi hasil ujianmu selama dua bulan sebelumnya. Setelah itu, kamu harus mempertimbangkan passing grade (PG) jurusan yang  akan dipilih. Passing Grade  ini berguna sebagai acuan memilih jurusan yang sesuai dengan kemampuanmu.

Sebisa mungkin, pilihlah jurusan dengan PG yang rendah namun memiliki akreditasi bagus. Misalnya di Unimed, jurusan Pendidikan Teknik Elektro mempunyai PG paling kecil dibandingan jurusan teknik lainnya. Sementara akreditasinya sama dengan akreditasi Teknik Otomotif  yang memiliki PG lebih besar. Peluangmu lulus SBMPTN lebih besar dengan memilih jurusan Teknik Elektro dibandingkan Teknik Otomotif karena sainganmu lebih sedikit. Hal ini juga berlaku untuk jurusan yang lain. Satu catatan lagi, jangan hanya memilih jurusan dari PG saja, tapi pilihlah jurusan yang sesuai dengan minat dan bakatmu.

Setelah kamu melakukan kiat-kiat tersebut, hal terakhir yang perlu kamu lakukan adalah mempersiapkan hal-hal teknis,  seperti mendaftarkan diri secara online di laman http://pendaftaran.sbmptn.ac.id, membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 200 ribu, dan mencetak kartu ujian. Setelah itu,  kamu harus memastikan tubuhmu sehat dan fit saat menghadapi ujian SBMPTN. Selamat ujian ya, Quipperian! Semoga kamu diterima kampus Unimed!

Passing Grade Unimed

Berikut ini Quipper berikan passing grade SBMPTN jurusan di Unimed tahun 2016:

KATEGORI IPA:

Pendidikan Matematika (37.5%)

Pendidikan Biologi (35.6%)

Pendidikan Fisika (30.6%)

Pendidikan Kimia (30.5%)

Pendidikan Teknik Bangunan (29.6%)

Pendidikan Teknik Mesin (29.6%)

Pendidikan Teknik Elektro (25.8%)

Kimia (26.8%)

Biologi (27.6%)

Ilmu Keolahragaan (24.2%)

Matematika (29.5%)

Fisika (28.0%)

Pendidikan Teknik Otomotif (27.5%)

KATEGORI IPS :

Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (21.5%)

Pendidikan Sejarah (25.8%)

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (24.6%)

Pendidikan Geografi (29.6%)

Pendidikan Jasamani, Kesehatan dan Rekreasi (PJKR) (23.5%)

Pendidikan Bahasa Inggris (38.5%)

Pendidikan Bahasa Perancis (23.3%)

Pendidikan Bahasa Jerman (22.6%)

Pendidikan Seni Rupa (18.2%)

Sastra Indonesia (28.6%)

Sastra Inggris (28.3%)

Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (sendratasik) (18.4%)

Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) (30.5%)

Pendidikan Tata Boga (22.5%)

Pendidikan Tata Rias (19.2%)

Pendidikan Antropologi (21.6%)

Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG PAUD) (22.7%)

Pendidikan Bimbingan dan Konseling (28.5%)

Pendidikan Akuntansi (29.8%)

Penulis: Tantry Ika Adriati

Sumber:

https://www.unimed.ac.id/

https://id.wikipedia.org/

https://www.masukuniversitas.com/



Promo SPESIAL Semester Genap, mulai dari 390ribu aja! Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang