5 Hal yang Harus Calon Mahasiswa Internasional Tahu tentang Visa Belajar

visa belajar
Kamu berminat melanjutkan kuliah di luar negeri? Selain mempersiapkan diri dari sisi akademis dan finansial, satu hal yang wajib kamu persiapkan dengan matang adalah Visa Beajar. Ya, tanpa adanya Visa Belajar ini, kamu nggak akan bisa melakukan studi di universitas idamanmu, meskipun kamu sudah resmi diterima di sana dan siap secara finansial.
Jadi apa sebenarnya Visa Belajar? Apa bedanya dengan visa kunjungan biasa dan bagaimana proses mendapatkannya? Simak saja langsung 5 hal yang harus calon mahasiswa internasional tahu tentang Visa Belajar, agar kamu nggak salah langkah dalam mempersiapkannya.

5 Hal Penting Tentang Visa Belajar

1. Apa itu Visa Belajar?

Seperti namanya, Visa Belajar adalah visa yang dibutuhkan seseorang saat akan melakukan studi (kuliah atau sekolah) di luar negeri. Pada dasarnya fungsingnya sama seperti visa biasa, yaitu izin tinggal di sebuah negara yang bukan negara asalnya. Namun, hanya berlaku untuk pelajar saat menjalankan kuliah atau sekolah dalam periode waktu tertentu. Tanpa visa ini, kamu nggak bisa melaksanakan kuliahmu di negara tujuan, meski sudah resmi diterima di universitas.
Dikarenakan hanya berlaku untuk belajar, maka kamu nggak diperbolehkan melakukan aktivitas lain seperti bekerja, membuka bisnis atau pun melakukan kegiatan politik resmi selama kamu mengantongi visa ini. Meskipun memang di beberapa negara, misalnya di Belanda, kamu masih diperbolehkan untuk melakukan kerja paruh waktu, namun dengan jam kerja yang sangat terbatas.
Lalu karena hanya berlaku selama periode studi (misalnya kuliah selama empat atau dua tahun), setelah studi kamu selesai, kamu juga harus segera pulang. Kamu nggak bisa terus tinggal di sana menggunakan Visa Belajar. Jika kamu ingin lanjut untuk bekerja atau berwisata, maka kamu harus memperbaharui izin tinggalmu dengan membuat Visa Bekerja atau Visa Kunjungan.
Sedikit catatan, setiap negara punya peraturan atau nama yang berbeda untuk Visa Belajar, jadi, pastikan kamu cek dulu di kedutaan/konsulat negara tujuanmu, apa nama atau jenis Visa Belajar di sana. Di Australia contohnya, Visa Belajar dibagi menjadi beberapa kelas sesuai dengan program kuliah yang akan kamu ikuti. Sedangkan di Malaysia, kamu membutuhkan visa jenis Student Pass untuk bisa menuntut ilmu di sana.

2. Persyaratan bisa berbeda bagi setiap negara

Persyaratan atau prosedur pembuatan Visa Belajar di setiap negara bisa berbeda-beda, meskipun pada garis besarnya mirip. Ada negara yang mengharuskan kamu memiliki surat keterangan bebas penyakit tertentu, ada juga yang mewajibkan kamu melampirkan surat keterangan hubungan dengan orang yang membiayai kuliahmu jika kamu tidak menggunakan beasiswa.
Untuk itu, kamu wajib menanyakan dengan detail persyaratan Visa Belajar untuk negara yang kamu tuju. Hubungi kedutaan negara bersangkutan dan pastikan kamu bisa memenuhi semua persyaratan dokumennya sebelum kamu mendaftar.
Berikut beberapa syarat umum yang biasanya harus kamu penuhi untuk mendapatkan Visa Belajar:

  1. Memiliki paspor yang masih berlaku minimal selama 6 bulan dan masih memiliki 4-6 halaman kosong di dalamnya.
  2. Bukti kalau kamu sudah diterima untuk belajar di universitas tujuan.
  3. Bukti beasiswa/sponsor kuliah, atau jika biaya pribadi, maka lampirkan bukti kesanggupan dana untuk membayar studi tersebut.
  4. Membayar biaya pembuatan Visa Belajar (berbeda di berbagai negara).
  5. Melampirkan sertifikat pendidikan asli (ijazah).
  6. Surat keterangan sehat atau bebas dari penyakit tertentu (untuk Inggirs misalnya harus ada surat bebas Tuberculosis).
  7. Hasil skor tes Bahasa Inggris seperti TOEFL atau IELTS atau Bahasa negara yang dituju.
  8. Foto dengan ukuran, jumlah dan latar belakang warna sesuai aturan di setiap negara.

3. Pastikan semua dokumen sudah dalam Bahasa Inggris/bahasa negara tujuan

Selain lengkap, kamu juga wajib memastikan bawah semua dokumen yang kamu serahkan sudah dalam Bahasa Inggris atau bahasa negara tujuanmu. Jika ijazah yang kamu miliki masih dalam Bahasa Indonesia, maka kamu wajib menerjemahkannya, begitu juga dengan surat lainnya.
Ada beberapa konsulat atau kedutaan yang menyediakan jasa terjemahan, namun tentunya harus dilakukan sebelum kamu mulai proses pendaftaran atau menyerahkan dokumen. Jika saat mendaftar kamu menyerahkan dokumen yang masih berbahasa Indonesia, pasti akan langsung ditolak atau dikembalikan. Untuk itu persiapkan terjemahan dokumen dari jauh-jauh hari.
Perhatikan juga mana dokumen yang harus kamu lampirkan aslinya dan mana yang boleh fotokopi. Jangan sampai proses pendaftaranmu terhambat karena kamu hanya mebawa fotokopinya sedangkan yang harus disertakan adalah dokumen asli. Perlu dicatat juga bahwa dokumen hasil fotokopi umumnya perlu dilegalisir, jangan sampai kamu lupa melakukannya.

4. Proses dan biaya pembuatan

Setelah semua dokumen persyaratan sudah lengkap, maka kamu bisa langsung melakukan proses pendaftaran di kedutaan atau konsulat negara tujuan. Umumnya proses pendaftaran bisa dilakukan secara online, baru nanti kamu akan mendapat panggilan untuk datang melakukan proses penyerahan dokumen asli dan wawancara.
Sama seperti Visa Kunjungan, proses pengajuan Visa Belajar juga dikenakan biaya yang harus sudah kamu lunasi ketika mulai proses pengajuan. Jumlah biayanya sendiri berbeda di setiap negara. Sedangkan untuk proses pembuatan, biasanya butuh waktu satu hingga tiga minggu, tergantung dari kedutaan atau konsulatnya.

5. Kemungkinan gagal selalu ada tapi bisa diantisipasi

Kesulitan dalam pembuatan Visa Belajar ini bisa dibilang relatif. Sebenarnya, jika kamu sudah memenuhi semua persyaratan dokumen dengan baik dan lengkap juga biayanya, seharusnya proses berjalan dengan lancar.
Namun, biasanya banyak yang mengalami masalah bahkan gagal, karena waktu pengajuan yang mepet lalu ternyata ada dokumen yang salah atau kurang dan akhirnya tidak sempat diperbaiki. Untuk itu daftar seawal mungkin sehingga kamu punya cukup waktu jika terjadi kendala dengan persyaratan dokumen.
Selain itu, kamu juga perlu mempersiapkan diri untuk proses wawancara. Tunjukan bahwa kamu siap untuk belajar dan tinggal di negara tersebut dengan menguasai materi atau pengetahuan tentang universitas dan program studi yang kamu pilih. Tegaskan bahwa kamu pergi ke sana untuk belajar bukan karena kamu ingin tinggal dan berwisata.
Bagaimana, apakah kamu sudah makin tercerahkan soal Visa Belajar ini? Jika Quipperian memang berencana untuk kuliah di luar negeri, jangan lupa luangkan waktu yang cukup untuk proses pembuatan Visa Belajar ini dan pastikan semua persyarat terpenuhi, ya. Semoga sukses!

Baca Juga : Persiapan Kuliah di Luar Negeri



Konsultasi langsung dengan tutor di Quipper Video Masterclass. DISKON, kode promo: CERMAT Daftar Sekarang