Tips Membuat Portofolio Beasiswa Profesional yang Baik dan Benar

tips membuat portofolio beasiswaPortofolio beasiswa menjadi salah satu persyaratan yang harus dipenuhi calon pendaftar sebelum dirinya mengajukan permohonan beasiswa. Meskipun perannya sangat penting, masih banyak orang yang merasa kesulitan, dan bahkan tidak tahu bagaimana cara membuat portofolio yang baik serta terlihat profesional.

Cara Membuat Portofolio Beasiswa 

Agar tidak lagi salah langkah dalam proses pembuatannya, di bawah ini merupakan beberapa cara yang bisa kamu tempuh ketika ingin membuat portofolio untuk keperluan beasiswa.

1. Tunjukkan Sisi Terbaikmu

Semua orang pastilah memiliki sisi terbaiknya, entah dalam hal akademik, pekerjaan, atau yang lainnya. Walaupun ada banyak hal yang menarik dan semua pekerjaan dijalankan dengan maksimal, kamu disarankan untuk tidak memasukkan semuanya ke dalam portofolio. 

Sebaliknya, applicant dianjurkan untuk memilih beberapa sisi dari hasil-hasil yang terbaik. Apabila pendaftar mengalami kesulitan ketika memilihnya, coba ingat kembali prestasi mana yang memperoleh banyak pujian dari orang lain.

2. Kumpulkan dan Tunjukkan Ulasan Baik

Biasanya, seseorang akan mendapatkan ulasan atau testimonial terkait dengan pekerjaan yang berhasil terselesaikan. Jikapun klien atau dosen lupa untuk memberikannya, applicant dapat menagihnya secara sopan demi menambah nilai plus. Hal ini sekaligus menumbuhkan tingkat kepercayaan dari orang lain terhadap kemampuan yang dimiliki.

3. Buat Portofolio Lebih Sederhana

Ketika membuat portofolio, selalu pastikan untuk membuatnya terlihat sederhana dan nyaman di depan mata. Apalagi jika portofolio tersebut dipertunjukkan secara online, maka jenis portofolio yang disajikan harus yang gampang untuk ditemukan.

Applicant juga disarankan untuk menaruh semua informasi pribadinya dalam satu halaman yang sama guna mempermudah pihak pemberi beasiswa untuk menilai potensi. Perlu diingat bahwa jumlah pendaftar beasiswa umumnya mencapai ratusan dan bahkan ribuan orang. Tentunya pihak pemberi beasiswa tidak memiliki waktu yang cukup untuk menilai portofolio yang terlalu panjang.

4. Jangan Masukkan Portofolio Lama yang Sudah Usang

Salah satu kesalahan yang kerap dilakukan oleh applicant beasiswa adalah memasukkan contoh portofolio beasiswa yang sudah usang. Arti dari portofolio usang sendiri adalah hasil-hasil pekerjaan/prestasi yang sudah berumur lebih dari tiga tahun. Biasanya, prestasi usang itu sudah tidak lagi relevan dengan kemampuan saat ini. Juga keadaan teknik, tren, ataupun teknologi yang sedang berjalan.

5. Tunjukkan Hasil Kerja yang Berhasil Diraih

Melalui sebuah portofolio, seseorang dapat menilai bagaimana kinerja dan prestasi yang dihasilkan oleh orang lain. Pada dasarnya, portofolio merupakan cara untuk self branding, yakni wadah untuk menunjukkan jati diri dan prestasi dari seseorang. Karenanya, akan percuma saja apabila applicant sudah mengikuti cara membuat portofolio beasiswa yang baik, tetapi tidak memiliki nilai jual yang menarik di mata penyedia beasiswa atau pewawancara.

6. Partisipasi dalam Komunitas

Aspek lain yang tidak kalah penting dalam penilaian portofolio ialah adanya kegiatan yang menunjukkan bahwa applicant merupakan orang yang aktif berpartisipasi dalam sebuah komunitas. Oleh sebab itu, penting bagi applicant untuk kemudian menuliskan perannya, juga tugas yang diemban saat dirinya bergabung ke dalam komunitas tertentu.

Bisa juga, menuliskan apa saja hasil proyek yang berhasil dibangun bersama anggota lain dalam komunitas tersebut. Terutama apabila komunitas itu ialah sebuah wadah minat yang menghimpun orang-orang dengan ketertarikan yang sama, dan memberikan kesempatan bagi anggotanya untuk menunjukkan kemampuan yang dimilikinya. 

7. Jelaskan Proyek Secara Detail

Langkah selanjutnya, adalah menuliskan secara terperinci semua proyek/pekerjaan/prestasi yang telah dilakukan sebelumnya. Meskipun proyek kadang bisa terlihat secara visual, terdapat beberapa proyek yang sulit untuk dipahami dalam sekali baca. 

Jika demikian, ada baiknya untuk menyertakan keterangan di dalamnya. Keterangan tersebut bisa berisi permasalahan yang dihadapi ketika proyek berlangsung, serta solusi yang diberikan guna menyelesaikannya. Nah, penjelasan seperti ini akan membuat perekrut tahu bagaimana kepribadian yang dimiliki applicant dengan melihat caranya menghadapi klien.

8. Perhatikan Relevansi

Ada beberapa hal yang sangat penting dan perlu diperhatikan ketika membuat sebuah portofolio. Salah satunya adalah relevansi. Tidak peduli seberapa menarik latar belakang yang dimiliki, ketika hal tersebut tidak sesuai dengan apa yang dicari oleh pihak penyelenggara, maka lamaran akan langsung ditolak. Oleh karena itu, penting bagi untuk mengetahui tujuan dan misi dari penyelenggara beasiswa, kemudian menyesuaikannya dengan portofolio yang dimiliki.

Dari semua pengalaman, kegiatan, dan proyek yang tercantum di dalam portofolio, applicant akan diwawancara tentang komitmen yang dimiliki. Pastikan untuk memberikan jawaban yang rasional tanpa perlu bertele-tele. 

9. Teliti dan Jujur

Selain itu, perekrut juga akan menilai kepribadian, kompetensi, serta karakter dari applicant itu sendiri. Pastikan pula agar portofolio ditulis dengan rapi, terstruktur, bersih, tanpa typo, readproof, profesional, dan yang pasti sesuai dengan kebenaran diri applicant.

Penting bagi applicant untuk jujur akan apa yang ditulis dalam portofolio beasiswa. Hingga saat ini saja, masih banyak orang yang ‘mengarang’ isi portofolionya demi menarik perhatian penyelenggara beasiswa. Hal tersebut sangat tidak disarankan, karena pihak perekrut akan menyadarinya ketika sampai tahap wawancara. Bukannya akan diterima karena karangan indahnya, malah akan langsung didiskualifikasi karena kebohongannya.

Buat Portofolio Beasiswa Online? Mengapa Tidak!

Pewawancara memang akan lebih mudah untuk melihat hasil kerja applicant melalui portofolio berbentuk cetak. Walau begitu, beberapa perekrut lebih menyukai portofolio beasiswa bentuk online. Di bawah ini, merupakan beberapa trik sederhana yang akan membuat portofolio terlihat profesional.

  • Pastikan untuk membuat situs dengan domain yang sederhana dan profesional

Sebaiknya applicant menghindari adanya penggunaan nama domain yang tidak profesional dan terkesan terlalu santai. Daripada itu, akan lebih baik jika menggunakan namanya sendiri untuk menjadi domain sebuah situs.

  • Memilih template desain yang sesuai dengan profesi

Secara tidak langsung, template desain memiliki pengaruh terhadap ‘nilai jual’ applicant dalam portofolio. Meskipun tidak sepenting isi dari portofolio, pemilihan template desain yang sesuai dengan jenis pekerjaan akan menjadi nilai tambah bagi applicant. Namun perlu dicatat, penggunaan desain tetap harus sederhana juga profesional tanpa perlu terlihat terlalu kaku dan membosankan.

  • Pastikan tampilan beranda situsmu rapi

Saat hendak mengakses link url situs portofolio, pihak perekrut akan langsung menuju bagian homepage atau beranda. Karenanya, pastikan agar tampilan dari beranda tidak berantakan, mewakili beberapa keberhasilan yang paling menarik, juga nyaman untuk dilihat.

  • Pastikan navigasinya juga mudah

Selain membuat tampilan situs menjadi bagus dan menarik perhatian, perlu membuat navigasi dalam portofolio beasiswa online mudah untuk dioperasikan. Ialah dengan menggunakan fitur kategori untuk membagi proyek dan prestasi dengan lingkup yang berbeda.

Nah, itulah berbagai tips yang harus diperhatikan apabila kamu ingin melamar beasiswa baik itu di dalam negeri maupun di luar negeri. Portofolio menjadi salah satu faktor yang penting untuk menentukan apakah pelamar tersebut lolos diberikan beasiswa ataukah tidak. Namun tetap harus dilakukan dengan berbagai tips membuat portofolio beasiswa dengan baik dan benar.

Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang