Keren! 6 Koleksi Mahasiswa Fashion BINUS Diperagakan di Fashion Nation

fashion nation

Perguruan tinggi tidak hanya dituntut sebagai tempat untuk menimba ilmu pengetahuan, namun juga menjadi wadah untuk mengimplementasikan apa yang sudah dipelajari di dalam kelas ke dalam bentuk nyata.  Kampus yang bisa menyediakan wadah tersebut, tentu dapat memberikan pengalaman yang tidak terlupakan dan berguna bagi masa depan mahasiswa yang terlibat.

Seperti BINUS Northumbria School of Design (BNSD), yang memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk dapat mempraktikkan secara langsung apa yang sudah mereka pelajari di dalam kelas, nih Quipperian. Sebelumnya, kamu sudah tahu belum tentang sekolah desain bertaraf international ini?

Sekilas tentang Binus Northumbria School of Design 

BINUS Northumbria School of Design (BNSD) merupakan sekolah kolaborasi antara BINUS University dengan Northumbria University, Newcastle, Inggris. BNSD memiliki empat jurusan yaitu Fashion Design, Fashion Management, Graphic Design New Media dan Interactive Digital Media.

FYI, BNSD merupakan satu-satunya sekolah desain di Indonesia yang memberikan dua gelar (dual-awards) S1 dari BINUS University dan Northumbria University melalui program 4+0 dan 3+1, lho!

Mahasiswa BNSD diharapkan mampu mengembangkan keterampilan dan kompetensi mereka dalam lingkungan belajar berstandar international di bawah pengawasan mutu langsung dari Northumbria University, Newcastle, Inggris. Untuk itu, kampus ini memberikan kesempatan kepada mahasiswanya untuk mempraktekkan keterampilan yang telah dipelajari melalui keikutsertaan di ajang Fashion Nation 2019.

The Untold Story; Lasem Revealed di Ajang Fashion Nation 2019

Untuk ke-3 kalinya, BNSD hadir di ajang Fashion Nation dengan peragaan busana yang terinspirasi dari kekayaan budaya kota Lasem, sebuah kota kecil di daerah Rembang, Jawa Tengah yang di kenal dengan sebutan “Little China”. BNSD memilih Batik Lasem sebagai sumber inspirasi busana karena keunikan dan kekhasan dari batik tersebut, Quipperian.

Fashion show hasil karya mahasiswa Fashion Program BINUS Northumbria School of Design diperagakan pada 19 Maret 2019 lalu, di Main Atrium Senayan City Jakarta. Bertemakan The Untold Story; Lasem Revealed, BNSD menghasilkan karya dari 12 mahasiswa terpilih yang dibagi menjadi enam brand, lho! Apa aja ya brand yang dihasilkan? Check this out!

1. Arka – Designer: Ginza Setiawan & Karin Wijaya

Nama Arka diambil dari budaya Jawa yang mewakili harapan menjadi cahaya fluorescent. Nama dan logo menyampaikan landasan berdiri dari kedua desainer, di mana untuk menerangi detail yang diabaikan dan untuk memberdayakan budaya yang terlupakan.

Koleksi ini berputar di sekitar kota Lasem yang indah dengan akulturasi antara pengaruh Jawa dan Cina, juga menyoroti batik dengan warna merah yang khas, dengan mengedepankan harmoni, rasa hormat, dan cinta.

2. Oemnja – Designer: Ivy Pang & Devona Cools

OEMNJA adalah singkatan dari “Oemah Njonja”, yang merupakan istilah Jawa untuk “The Home of a Lady“. Brand OEMNJA menonjolkan sejarah Lasem, sebagai penghargaan untuk semua wanita yang telah menjalani hidup mereka yang tertindas dan telah melalui perjalanan yang sulit. Koleksi pertama OEMNJA menampilkan siluet feminin, warna-warna indah, dipadukan dengan twist yang menyenangkan.

3. Vod – Designer: Christine Santosa & Sharon Zefania T.

Vod, adalah kata Belanda yang berarti rusak atau ditambal. Brand ini dimaksudkan untuk mengumpulkan semua sisa warisan Indonesia untuk mempelajarinya dan kemudian mengembangkannya untuk membuat koleksi dengan penuh kasih sayang.

Koleksi pertama merek ini terinspirasi oleh wilayah yang terlupakan di Jawa Tengah yang disebut Lasem, dengan fokus pada sejarahnya tentang arsitektur dan gaya hidup mereka.

4. Hanyutan – Designer: Nabila Kaulika & Cynthia Halim

Hanyutan adalah brand yang terinspirasi oleh ego manusia yang memiliki kemampuan menciptakan benturan antar budaya. Hanyutan berasal dari kata ‘hanyut’ yang memiliki arti ‘terbawa oleh arus’. Aliran ego manusia terkadang begitu kuat, sehingga mampu menciptakan gelombang kebencian yang menghancurkan segala sesuatu di sekitarnya.

SAKA 1335 adalah koleksi yang didasarkan pada benturan budaya antara Native Indonesian dan Chinese-Indonesian Heritage. Tujuan dari koleksi ini adalah untuk mempromosikan gagasan perdamaian dan menunjukkan bahwa kita dapat mewarisi suatu adaptasi kedua budaya tanpa perang, atau kekerasan, atau diskriminasi lain.

5. Allawn – Designer: Chelvia Monica Febriana & Katarina Laurensia

Nama Allawn berasal dari bahasa arab, yang berarti warna. Oleh karena itu, brand ini menunjukkan getaran yang menyenangkan melalui pakaian warna-warni dengan sentuhan bordir dan sablon.

Koleksi Allawn terinspirasi oleh akulturasi perkembangan Cina dan Islam di Lasem. Oleh karena itu, koleksi S/S19 menggabungkan pakaian sederhana dengan siluet Cina melalui karakteristik main-main dan berwarna-warni.

6. Recko – Designer: Anya Annastasya & Sintia Agustine

Recko, sebuah koleksi yang terinspirasi oleh kemampuan masyarakat Lasem untuk menggunakan kain batik yang terbuang dengan membuatnya bisa dipakai dan menciptakan Batik Pagi Sore. Konsep Batik Pagi Sore adalah memberikan dua pola berbeda yang terbagi pada bagian tengah kain yang sama, sehingga orang-orang dapat memakainya pada dua sisi yang berbeda.

Wuih, keren-keren ya hasil karya mahasiswa BNSD! Julia Dian Ferdinand, mahasiswa Fashion Design BNSD mengatakan bahwa ia sangat bangga ditunjuk sebagai ketua kegiatan ini karena ia mendapatkan banyak pengetahuan tentang cara menyelenggarakan sebuah acara fashion dan bertemu dengan orang-orang baru yang berkaitan dengan fashion. Kesempatan ini tentu sangat memberikan pengalaman dan menggambarkan bagaimana bekerja setelah lulus dari BINUS Northumbria School of Design, Quipperian.

Nah, untuk kamu yang menyukai desain, wajib banget nih mencari tahu informasi lebih lanjut mengenai BINUS Northumbria School of Design! Klik link di bawah ini!

 

Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang