Home » Quipper Campus » Campus Info » Peran Penting Ekonomi Syariah di Bidang Fin-Tech Demi Etika Bisnis yang Sehat

Peran Penting Ekonomi Syariah di Bidang Fin-Tech Demi Etika Bisnis yang Sehat

Peran Penting Ekonomi Syariah di Bidang Fin-Tech Demi Etika Bisnis yang Sehat

Kunjungan kampus Tazkia selama lima hari di Jepang bertujuan untuk membahas beberapa agenda penting, Quipperian, beberapa di antaranya ialah kerja sama pelaksanaan internasional seminar dengan Reitaku University di kota Kishiwada dan kunjungan ke YUAI International Islamic School di Tokyo.

Dalam menjawab tantangan dan isu-isu global, setiap perusahaan wajib untuk mengelola setiap personil dengan mengedepankan etika dan moral mereka.

Jika perusahaan ingin mencapai etika berbisnis yang sehat, maka prinsip Good Corporate Governance dapat menjadi salah satu alat yang diterapkan guna mencapai etika bisnis yang baik tersebut, terlebih dalam bisnis digital.

Nah, untuk memastikan tiap-tiap perusahaan memiliki etika dan moral yang sehat dalam bisnis digital, rambu-rambu syariah menjadi penting untuk diterapkan.

Quipperian perlu tahu bahwa gerakan ekonomi syariah mendorong timbulnya perilaku ekonomi yang etis di masyarakat Indonesia.

Mengapa? Karena ekonomi syariah adalah ekonomi yang berpihak kepada kebenaran dan keadilan dan menolak segala bentuk perilaku ekonomi yang tidak baik seperti sistem riba, spekulasi, dan ketidakpastian.

Melihat semakin berkembanganya teknologi dalam lingkup finansial, rambu-rambu syariah juga dinilai perlu mengikuti perkembangan yang tengah terjadi saat ini.

Untuk itu, Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia berkomitmen penuh dalam menggaungkan pentingnya rambu-rambu syariah dalam memastikan etika dan moral perusahaan dalam bisnis digital.

Komitmen kampus Tazkia ini terlihat dari kunjungannya ke Jepang yang merupakan negara yang sangat maju dalam perkembangan teknologi termasuk dalam bidang Financial Technology (FinTech).

Pembahasan Ekonomi Syariah Di Bidang Fin-Tech Bersama Kampus di Jepang

Jepang merupakan negara yang sangat maju teknologinya termasuk dalam bidang Financial Technology (FinTech). Bahkan, potensi fintech di negeri sakura ini pun dinilai cukup menjanjikan, Quipperian.

Untuk itulah, rombongan Pejuang Dakwah Ekonomi Islam dari STEI Tazkia yaitu di antaranya Ketua STEI Tazkia Murniati Mukhlisin, Direktur Pascasarjana Mukhamad Yasid, Pembina Perpustakaan STEI Tazkia Ade Susilowati, Direktur Program Internasional Anita Priantina, Kepala Program Studi Bisnis dan Manajemen Syariah Thuba Jazil dan Kepala Program Studi Akuntansi Syariah Grandis Imama Hendra, tiba di Tokyo, pada tanggal 26 Juni kemarin.

Kunjungan kampus Tazkia selama lima hari di negeri matahari terbit ini bertujuan untuk membahas beberapa agenda penting, Quipperian, yaitu kerja sama pelaksanaan internasional seminar dengan Reitaku University di kota Kishiwada, kunjungan ke YUAI International Islamic School di Tokyo, silaturrahim dengan KBRI Jepang, dan halal bil halal dengan komunitas Muslim Jepang di Mesjid Indonesia Tokyo.

Pelaksanaan internasional seminar dengan Reitaku University dihadiri oleh para guru besar, dosen dan mahasiswa dari Tazkia dan Reitaku.

Seminar dibuka oleh Daisuke Suzuki, dosen senior di Reitaku University dan dilanjutkan oleh Guru Besar Bidang Ekonomi Yasunori Baba, yang membawakan topik pertama tentang bagaimana manusia berlaku ketika berada dalam era mesin pandai seperti saat ini.

Baba mengatakan bahwa moral adalah hal yang penting di Reitaku University, di mana pendidikan harus diberikan kepada pelajar dengan aplikasi integritas, moral dan etika yang tinggi. 

Kemudian Ketua Tazkia Murniati memaparkan tentang pentingnya rambu-rambu syariah untuk memastikan etika dan moral dalam bisnis di era ekonomi.

Ibu Muniarti juga menjelaskan tentang perkembangan bisnis FinTech syariah dengan studi kasus Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Kaprodi Bisnis dan Manajemen Syariah Tazkia Thuba Jazil, turut mengisi seminar dengan membawakan tema Etika Bisnis Islam: Teori ke Praktik.

Dalam pemaparannya, Islam mengatur semua aspek kehidupan Muslim baik dalam hal peribadatan maupun sosial, termasuk juga bisnis.

Terdapat minimal tujuh prinsip dasar dalam etika bisnis islam yaitu tauhid, tanggung jawab, keadilan, ihsan (berlaku baik), hurriyah (kebebasan), orientasi halal dan haram, dan berlaku ma’ruf.

Ketujuh prinsip tersebut harus diterapkan dalam transaksi Islam baik sebagai pebisnis, penjual, pembeli, pemasok dan pihak lainnya, Quipperian.

Dengan kunjungan kampus Tazkia ke negara dengan perkembangan FinTech terbaik ini tentu akan membantu Indonesia untuk menjadi pusat ekonomi syariah dan masyarakat syariah di dunia, Quipperian.

Kamu ingin menjadi bagian dari kampus syariah ini, Quipperian? Jangan ragu untuk mendaftar, ya!

 

 

Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com

Lainya untuk Anda