Fintech merupakan jasa keuangan yang berkaitan dengan teknologi dalam aktivitas kerjanya. Dengan kata lain, seluruh aktivitas kerjanya menggunakan kecanggihan teknologi.
Bagi Quipperian yang belum mengenal apa itu fintech, sekarang saatnya kamu untuk mengenalnya lebih dekat. Sektor ini juga memberikan peluang besar bagi kariermu nanti, lho! Yuk, simak!
Fintech Syariah Makin Marak
Keberadaan fintech yang kian berkembang di Indonesia bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi ataupun mengakses produk-produk keuangan, serta meningkatkan literasi keuangan.
Di Indonesia sendiri, fintech berkembang di berbagai sektor, mulai dari startup pembayaran, pembiayaan, peminjaman, perencanaan keuangan, jual beli saham, investasi ritel, dan lain-lain. Selain fintech konvesional, fintech syariah juga ikut meramaikan perkembangan teknologi keuangan di Indonesia, Quipperian.
Indonesia yang 88% penduduknya adalah muslim memengaruhi muncul dan berkembangnya Fintech Syariah yaitu fintech yang kegiatan usahanya berlandaskan prinsip-prinsip syariah, yang saat ini penggunanya bukan hanya muslim saja namun juga non-muslim.
Pengamat Fintech Syariah dari STEI Tazkia Murniati Mukhlisin, menilai pertumbuhan financial technology berbasis syariah akan semakin marak. Beliau memprediksi untuk selanjutnya akan lebih banyak lagi fintech yang mengurus perizinan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Bank Indonesia (BI).
Saat ini saja sudah ada 63 perusahaan fintech yang sudah terdaftar di OJK, lho, Quipperian! Bisnis ini akan semakin berkembang di Tanah Air, sebab sudah ada peraturan dari Bank Indonesia dan OJK serta fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Digital Ekonomi Syariah dan Digital Pemasaran Syariah Tazkia Turut Meramaikan Perkembangan Fintech Syariah
Melihat semakin meningkatnya pemahaman dan kebutuhan masyarakat terhadap ekonomi syariah, Fintech Syariah semakin dibutuhkan dan dicari masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan sehari-hari.
Semakin bermunculannya fintech yang menggunakan prinsip syariah dalam kegiatan usahanya, pusat-pusat pendidikan dan kampus sibuk menyiapkan program yang sesuai, mulai dari pengembangan teknis hingga ke level analis.
STEI Tazkia misalnya. Kampus ekonomi ini turut meramaikan perkembangan teknologi keuangan dengan mengembangkan konsentrasi Digital Ekonomi Syariah dan Digital Pemasaran Syariah mulai tahun ajaran 2018/2019, Quipperian.
Ada lima mata kuliah yang ditawarkan di konsentrasi Digital Ekonomi Syariah, yaitu Information Economics, Financial Technology, Digital Market Behaviour, Digital Business Model, Regulatory & Shariah Issues in Digital Economy.
Mata kuliah yang diajarkan di STEI Tazkia sangat up-to-date dengan kebutuhan sumber daya manusia di bidang keuangan saat ini, bukan? Yup! Lulusan STIE Tazkia memang dipersiapkan untuk menjadi ahli ekonomi syariah untuk mengelola keuangan dengan mengikuti perkembangan teknologi di Indonesia, Quipperian.
Nah, dengan adanya peluang fintech yang besar ini, maka akan semakin memberikan kesempatan lulusan STEI Tazkia untuk menerapkan fintech dalam berekonomi syariah melalui fasilitas teknologi di berbagai daerah-daerah di Indonesia.
Sekedar informasi nih, Quipperian, berdasarkan presentase kelulusan STEI Tazkia sekitar 46% alumninya sukses berkarier di bidang perbankan, 22% sebagai pengusaha, 15% di bidang keuangan, dan 17% lain-lain. Kalau kamu, ingin sukses di bidang yang mana?
Yuk, gabung di STEI Tazkia untuk semakin mendalami teknologi keuangan di Indonesia!
Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com