Home » Quipper Campus » Campus Info » Makna Menjadi Seorang Pramuka di Universitas Negeri Semarang

Makna Menjadi Seorang Pramuka di Universitas Negeri Semarang

Makna Menjadi Seorang Pramuka di Universitas Negeri Semarang

Quipperian, apakah kamu anggota Pramuka? Masih ingatkah kamu dengan Dasa Dharma Pramuka dan Tri Satya Pramuka? Kamu yang saat ini anggota Pramuka pasti tahu, dong keasyikan dan keseruan menjadi anggota Pramuka.

Nah, Quipperian yang belum paham atau belum pernah masuk Pramuka, tentu menyangka kalau kegiatan Pramuka hanya sebatas kegiatan perkemahan, baris-berbaris, tali-temali, dan penjelajahan. Jika kamu masih berpikir demikian, kamu perlu menyimak beberapa manfaat mengikuti kegiatan Pramuka berikut ini.

Melatih Kemandirian

Quipperian pasti pernah dong ikut kegiatan perkemahan? Kamu yang pernah mengikuti ekstrakurikuler Pramuka di sekolah, tentu pernah mengikuti kegiatan perkemahan. Kegiatan perkemahan di Pramuka mengutamakan kesederhanaan. Kegiatan itu mengajarkan kamu menjadi pribadi yang mandiri dalam kesederhanaan dengan memanfaatkan segala sesuatu yang ada, dan tidak bergantung pada siapa pun.

Dalam kegiatan Pramuka biasanya barang-barang berteknologi canggih dikurangi penggunaannya. Selain itu, kamu juga harus memasak, mencuci piring, dan bahkan mencuci baju sendiri dengan peralatan sederhana. Tidak ada yang instan dalam kegiatan Pramuka.

Di dalam kegiatan Pramuka inilah kamu diajarkan mandiri. Bukan berarti Pramuka mengajarkan kamu untuk tidak mengikuti perkembangan zaman, namun dengan cara tersebut akan membuat kamu sadar bahwa menggunakan cara yang instan dengan kecanggihan teknologi akan membuat kamu menjadi manusia yang selalu bergantung.

Meningkatkan Jiwa Solidaritas

Pada saat kegiatan perkemahan, tentu kamu tidak sendirian bukan? Dalam tenda tentu kamu bersama dengan teman-teman kamu. Dengan kondisi tersebut, kamu harus saling berbagi dengan teman-teman kelompok. Kamu tentunya harus saling membantu untuk bertahan hidup saat berkemah di tengah hutan. Kamu akan belajar bekerjasama antara satu dengan yang lain, seperti saat memasang tenda bersama, menyalakan api unggun, membuat dapur sederhana, dan bahkan berbagi tempat tidur bersama. Secara tidak langsung jiwa solidaritas kamu terbentuk.

Melatih Kedisiplinan Pribadi

Pramuka memiliki cara tersendiri untuk melatih kedisiplinan para anggotanya. Jika Quipperian perhatikan, seragam Pramuka memiliki beberapa atribut kelengkapan yang harus dipakai sesuai aturan yang ada. Jika saat upacara ada anggota Pramuka yang tidak memakai seragam Pramuka lengkap, maka akan dikenai sanksi oleh kakak pembinanya.

Di sinilah Pramuka mengajarkan kedisiplinan kepada anggotanya. Seragam Pramuka ibarat sebuah tanggung jawab. Setiap anggota Pramuka berkewajiban untuk menjaga, merawat, dan mengenakannya di saat kegiatan Pramuka. Apabila ada salah satu atribut yang tidak lengkap, artinya anggota Pramuka tersebut dapat dikatakan tidak bertanggung jawab penuh dengan yang sudah diberikan kepadanya.

Meningkatkan Rasa Cinta Terhadap Alam

Di salah satu poin Dasa Dharma Pramuka terdapat kalimat “cinta alam dan kasih sayang sesama manusia”. Quipperian tentu tahu dong maksudnya. Mengapa kegiatan Pramuka identik dengan alam? Hal itu disebabkan kegiatan Pramuka mengajarkan para anggotanya untuk selalu bersyukur atas segala ciptaan Tuhan dan berusaha untuk menjaganya. Apalagi manusia tidak dapat jauh dari alam karena setiap kegiatan manusia akan berhubungan dengan alam.

Belajar Bertahan Hidup dalam Keadaan Kritis

Quipperian yang pernah atau masih menjadi anggota Pramuka, tentu tidak asing, dong dengan pelajaran Pramuka, seperti sandi morse, semaphore, dan tali-temali. Mungkin beberapa dari kamu berpikir untuk apa, sih, kita susah-susah mempelajari materi tersebut.

Pramuka akan mengajarkan kita untuk bertahan hidup di kala susah atau dalam keadaan genting. Membuat tali temali dan belajar sandi akan membantu otak kamu untuk berpikir kreatif dan cekatan untuk melakukan segala hal. Tentunya hal tersebut akan sangat membantu kamu pada saat keadaan genting.

Menciptakan Jiwa Kepemimpinan Dalam Diri

Nah, poin-poin di atas kalau dirangkum menjadi satu, makna menjadi seorang Pramuka adalah menciptakan jiwa kepemimpinan dalam diri kita. Pramuka memiliki visi dan misi untuk mencetak pribadi yang berjiwa pemimpin, yang kelak akan menjadi penerus pemegang tongkat estafet negeri ini.

Jadi mulai sekarang Quipperian harus mengubah cara berpikir tentang makna Pramuka yang dianggap kuno atau ketinggalan zaman. Dibalik kesederhanaannya, Pramuka mengajarkan kamu untuk menjadi seorang pemuda yang siap menjadi pemimpin yang bijaksana dan mampu menjawab tantangan dunia di masa depan.

Nah, Quipperian sudah paham kan, bahwa Pramuka tidak ketinggalan zaman, ya. Pramuka justru mengajarkan kamu untuk menjadi pemuda yang bijak dalam menghadapi modernisasi. Jadi jangan ragu Quipperian, jika kamu ingin bergabung dalam organisasi Pramuka di perguruan tinggi kelak.

Berkaitan dengan kegiatan Pramuka, Universitas Negeri Semarang (UNNES)  juga memiliki unit kegiatan mahasiswa Pramuka Wijaya yang bisa Quipperian ikuti, lho. Kegiatan Pramuka di UNNES melaksanakan kegiatannya dalam bentuk bina diri, bina satuan, dan bina masyarakat. Berbagai kegiatan yang tercipta dari sivitas akademia telah menggambarkan kepribadian Pramuka Wijaya dalam berperilaku sehari-hari.

Pramuka UNNES ini juga berprestasi, lho, Qupperian. Tim pengibar bendera Pramuka Wijaya UNNES menjuarai lomba pengibaran bendera tingkat provinsi Jawa Tengah-DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). Dengan semangat yang membara Pramuka Wijaya mengikuti Perlombaan Pengibar Bendera (LPB) yang diselenggarakan oleh Racana WR Supratman-Fatmawari Universitas Negeri Yogyakarta Tingkat Perguruan Tinggi Se-Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah.

Hasil kerja keras dan latihan yang tiada henti dari Pramuka Wijaya berbuah hasil yang sangat maksimal. Lomba yang diikuti oleh 45 peserta dari seluruh perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta-Jawa Tengah ini, kontingen Pramuka Wijaya dapat memperoleh prestasi yang cukup membanggakan dengan berhasil membawa dua piala sekaligus.

Penulis: Febri Taufiqurrahman

Lainya untuk Anda