Kenalan Lebih Jauh dengan Vokasi, Yuk!

Foto: Freepik.com

Hai, Quipperian!

Cieee, anak kelas dua belas yang sudah tamat sekolah! Sekarang adalah waktu untuk menentukan step selanjutnya dalam hidupmu, nih. Enggak hanya anak-anak kelas dua belas yang sudah lulus, Quipperian yang belum lulus juga sebaiknya sudah memikirkannya, lho.

Apakah kamu mau langsung bekerja? Atau, apakah kamu mau melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi? Kalau kamu memilih yang kedua, ada banyak pilihan lagi setelahnya. Sudah siap menentukan mau masuk pendidikan strata 1 atau diploma?

Hmm… Daripada bingung harus memilih pilihan yang mana, supaya enggak salah pilih, Quipper Blog sudah menyiapkan ulasan tentang salah satu jenjang pendidikan yang ternyata menyimpan banyak kelebihan: vokasi!

Vokasi Adalah…

Foto: Pexels.com

Berdasarkan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan tinggi di Indonesia memiliki tiga jenis klasifikasi, yaitu:

  • Pendidikan akademik, yang diarahkan pada penguasaan dan pengembangan disiplin ilmu pengetahuan, teknologi, dan/atau seni tertentu. Cakupannya adalah sarjana (S1), magister (S2), dan doktoral (S3).
  • Pendidikan vokasi, yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu. Cakupannya adalah pendidikan Diploma (diploma 1/Ahli Pratama, diploma 2/Ahli Muda, diploma 3/Ahli Madya, dan diploma 4/Sarjana Terapan).
  • Pendidikan profesi/spesialis, yang berlangsung setelah pendidikan pendidikan sarjana dengan tujuan mempersiapkan peserta didik untuk dapat memiliki pekerjaan dengan persyaratan keahlian khusus.

Dengan kata lain, pendidikan vokasi adalah yang biasa disebut sebagai pendidikan diploma memiliki visi untuk menjadikan peserta didiknya siap dengan kemampuan tenaga ahli profesional dalam menerapkan, mengembangkan, dan menyebarluaskan teknologi sekaligus mengusahakan penggunaannya secara optimal di tengah-tengah masyarakat.

Baca Juga: Yuk, Simak Ulasan Tentang Sarjana Terapan Biar Kamu Memahami Kelebihannya!

Seperti Apa Pendidikan Vokasi?

Foto: Pexels.com

Dalam pendidikan vokasi, ada empat tingkat pendidikan studi, yaitu:

  • Diploma 1 dengan durasi studi umumnya 1 tahun (32 SKS). Lulusannya akan mendapat gelar A.P. (Ahli Pratama).
  • Diploma 2 dengan durasi studi umumnya 2 tahun (64 SKS). Lulusannya akan mendapat gelar A.Ma. (Ahli Muda).
  • Diploma 3 dengan durasi studi umumnya 3 tahun (112 SKS). Lulusannya akan mendapat gelar A.Md. (Ahli Madya).
  • Diploma 4 dengan durasi studi umumnya 4 tahun (144 SKS). Lulusannya akan mendapat gelar S.Ter. (Sarjana Terapan), setara dengan lulusan strata 1.

Keempat tingkatan di atas memiliki syarat kelulusan berupa laporan praktik dan laporan karya ilmiah.

Tapi, ada hal yang betul-betul berbeda dari tingkatan dalam pendidikan vokasi dan pendidikan akademik. Dalam pendidikan akademik, pendidikannya memiliki sifat berjenjang. Artinya, sebelum mengambil S2, kamu harus menyelesaikan S1 terlebih dahulu.

Dalam pendidikan vokasi, kamu hanya bisa memilih satu dari empat tingkatan yang ada. Jadi, kamu bisa memilih langsung ke jenjang D4. Lalu, kamu yang memilih jenjang D1 tidak perlu melanjutkannya terus menerus hingga D4.

Jika kamu merasa perlu melanjutkan pendidikan akademik dan meraih gelar sarjana karena tuntutan pekerjaan misalnya, kamu bisa melanjutkan pendidikan di jalur ekstensi atau jalur pendidikan tambahan, dimana perkuliahan dilakukan dalam waktu sekitar 2 tahun. Jadi kamu tidak perlu lagi mengulang perkuliahan dari nol.

Sesuai UU, S1 dan D4 sama-sama disebut sarjana, dengan lulusan D4 sebagai sarjana terapan. Keduanya memiliki durasi dan beban studi yang relatif sama. Lalu, apa bedanya?

Perbedaan yang paling besar sudah pasti adalah komposisi perkuliahannya. Dalam jenjang S1, fokus pembelajarannya adalah teori, berbeda dengan fokus pembelajaran jenjang D4 yang berupa praktik. Kemudian, banyak juga prodi D4 yang tidak akan kamu temukan dalam jenjang S1.

Walaupun sama-sama memiliki kata manajemen, prodi D4 umumnya memiliki prodi yang sangat spesifik, seperti Manajemen Rekayasa Konstruksi, Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan, dan Manajemen Keamanan dan Keselamatan Publik. Lalu, banyak pula prodi yang khusus mempelajari administrasi, seperti Administrasi Pemerintah Daerah, Administrasi Bisnis Perhotelan, dan Administrasi Bisnis Internasional.

Banyak pula jurusan teknik yang hanya kamu temukan pada jenjang D4, seperti Teknik Elektro Industri, Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Teknologi Rekayasa Jaringan Telekomunikasi, serta Teknik Pengelolaan dan Pemeliharaan Infrastruktur Sipil.

Kelebihan Pendidikan Vokasi

Foto: Pexels.com

Kalau kamu merasa bahwa vokasi adalah tempat ‘buangan’ bagi orang-orang yang tidak mengikuti pendidikan sarjana, kamu salah besar, nih! Soalnya, pendidikan vokasi punya banyak kelebihan, lho. Ini dia beberapa kelebihannya, terutama bila dibandingkan dengan pendidikan sarjana:

  • Lebih praktikal

Dengan tujuan mencetak tenaga kerja yang profesional dan ahli dalam bidangnya, nggak heran bahwa beban pengajaran dalam pendidikan vokasi lebih berfokus pada mata kuliah keterampilan daripada mata kuliah teori. Kurikulum pendidikan vokasi memang dirancang agar lulusannya mendapat lebih banyak pengalaman kerja.

Dapat dikatakan, perbandingan kuliah teori dan praktik dalam pendidikan vokasi adalah 30 : 70. Jadi, kalau kamu tipe orang yang menganggap kelas teori membosankan dan tidak suka mengerjakan tugas tertulis, sepertinya kamu boleh banget mempertimbangkan pendidikan vokasi, nih!

  • Lebih menjanjikan 

Dengan kurikulum yang memberikan peserta didiknya lebih banyak pengalaman kerja dan kemampuan praktikal yang telah diperoleh, secara umum dapat dikatakan bahwa lulusan pendidikan vokasi akan mendapatkan banyak prospek kerja. Bahkan, biasanya kampus juga menyediakan sarana dan prasarana yang menyerupai lingkungan kerja agar peserta didik mendapatkan simulasi. Ada pula pelatihan dan kerja magangnya.

Tapi, perlu diingat ya, Quipperian, semua hal itu tidak bisa dijadikan jaminan kemudahan mendapatkan kerja. Kalau kamu ingin mudah mendapatkan kerja, itu semua berbalik ke dirimu sendiri. Apakah kamu mengembangkan dirimu secara maksimal selama studi? Apakah kamu mencari kesempatan sebanyak-banyaknya?

  • Lebih bervariasi

Kita telah membahas bahwa ada banyak prodi dalam jenjang D4 yang tidak bisa ditemui dalam jenjang S1 meskipun keduanya sama-sama disebut sarjana. Ini adalah bukti bahwa jurusan dalam pendidikan vokasi bersifat lebih spesifik. Jadi, kamu enggak perlu membuang waktumu mempelajari hal yang nggak kamu butuhkan di dunia kerja nanti dan bisa langsung fokus dari awal, deh!

  • Lebih singkat

Tak bisa dipungkiri, ini juga jadi alasan kuat kenapa banyak orang memilih pendidikan vokasi: masa studi yang lebih singkat daripada jenjang S1!

Selain itu, berbeda dari jenjang S1 yang diwajibkan menyusun skripsi, dalam pendidikan vokasi, yang diwajibkan adalah penyusunan laporan tugas akhir yang lebih sederhana.

Apakah Kamu Cocok Ambil Vokasi?

Foto: Pexels.com

Secara garis besar, pendidikan vokasi cocok buat kamu yang:

  • Tertarik dengan ilmu praktis yang dapat diterapkan di dunia kerja nantinya
  • Ingin menguasai kemampuan spesifik dari awal
  • Ingin memiliki kesempatan kerja yang lebih dalam

Kampus yang menyediakan pendidikan vokasi

Kalau kamu merasa memiliki kecocokan dengan pendidikan vokasi, sekarang saatnya kamu mempelajari pilihan program studi yang ada, dan mencari tahu pilihan-pilihan kampus yang bisa kamu tuju. 

Secara umum, pendidikan vokasi banyak ditawarkan pada jenis perguruan tinggi politeknik, seperti Politeknik Negeri Medan, Politeknik Negeri Malang, Politeknik Negeri Jakarta, Politeknik Negeri Bandung. Mengacu data Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), terdapat 185 politeknik yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Bukan hanya politeknik, universitas terkemuka juga memiliki fakultas atau sekolah sendiri yang fokus pada pendidikan vokasi, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Diponegoro, dan lain-lain. 

Kabar baiknya, dimulai dari 2021, siswa yang ingin melanjutkan pendidikan vokasi tingkat D4, juga bisa menggunakan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) yang dilaksanakan oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), saat melakukan pendaftaran.  

Baca Juga: 3 Alasan Kenapa Lebih Memilih Kuliah di Politeknik

Hmm, rasa-rasanya perbedaan vokasi dan sarjana cukup mirip dengan perbedaan SMK dan SMA ya, Quipperian? Pssst, ternyata ada banyak juga gelar vokasi yang dapat dilanjutkan ke pendidikan akademik strata 1 atau strata 2. Jadi, tenang saja, ya! Sudah menentukan pilihanmu belum, nih?

Penulis: Evita
Diperbaharui oleh : Fatia Qanitat



Promo SPESIAL Semester Genap, mulai dari 390ribu aja! Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang