Ini 7 Hal Penting yang Harus Kamu Tahu Jika Ingin Kuliah di Australia

kuliah di australiaKamu punya impian untuk melanjutkan kuliah di Australia? Negara yang satu ini memang terkenal dengan kualitas pendidikannya yang bagus, termasuk universitas-universitas ternama yang masuk peringkat universitas terbaik di dunia. Selain itu, fasilitas dan kualitas hidup di sana juga sangat menarik dan terjamin sehingga bisa membuat mahasiswa asing yang kuliah di sana merasa lebih nyaman. 

Tentunya, selain mempersiapkan secara akademik, masih banyak hal lain yang perlu kamu tahu dan persiapkan agar mimpimu untuk kuliah di Australia bisa terwujud dengan baik dan berjalan lancar. Nah, berikut ini ada 7 hal penting yang harus kamu tahu jika ingin kuliah di Australia. Simak, ya!

Simak 7 Hal Berikut Sebelum Memutuskan Kuliah di Australia

1. Pastikan tahu universitas dan kota tujuan yang sesuai dengan keinginan dan tujuanmu

Tentunya sebelum kuliah di universitas mana, kalian perlu tahu jurusan atau bidang studi apa yang ingin kamu ambil. Setelah itu, barulah kamu bisa mencari universitas mana yang punya jurusan tersebut dengan akreditasi atau kualitas terbaik. 

Bisa juga kamu memulai dari universitas atau kotanya nya. Mungkin sudah ada satu universitas atau kota yang kamu suka banget dan ingin sekali kuliah di sana. Dari situ, selanjutnya baru kamu cari, jurusan apa yang kira-kira sesuai dengan minatmu dan tentunya punya akreditasi yang baik juga.

Setelah tahu jurusan dan universitasnya, kamu wajib juga memerhatikan persyaratan masuk kampusnya, kurikulum, biaya kuliah, fasilitas dan pastinya durasi kuliah yang akan kamu tempuh di sana. 

Ada banyak sekali universitas ternama di Australia, di antaranya yang terbaik adalah Australian National University (Canberra), University of Melbourne dan University of Sydney. Rata-rata semua universitas tersebut terletak di kota besar. Maka dari itu, mencari tahu tentang kota tempat kamu kuliah juga adalah hal yang penting dilakukan. 

Hal ini menjadi penting karena selama kamu berkuliah, kamu nggak hanya akan beraktivitas di area kampus. Kamu tentunya perlu bisa menikmati kotanya, penduduknya dan budayanya. Perhatikan juga iklim dan cuacanya, juga fasilitas transportasi dan tempat tinggal. 

Jika kamu tipe yang sangat mandiri dan suka tantangan, berkuliah di kota dengan populasi warga negara Indonesia yang sedikit bisa jadi seru. Namun, jika kamu tipe orang yang kurang bisa beradaptasi dan selalu butuh orang-orang atau budaya yang familiar denganmu, mencari kota yang punya populasi mahasiswa Indonesia yang tinggi, bisa jadi pilihan tepat bagimu. 

Mau Kuliah di Australia atau Inggris? Cek Detail Biaya Kuliah di Beberapa Kampus Unggulan yang Ada di Sana!

2. Peluang untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Australia

Siapa sih yang nggak tergiur dengan beasiswa? Sama seperti negara lainnya, Australia juga menyediakan banyak beasiswa untuk mahasiswa internasionalnya, termasuk mahasiswa Indonesia. Baik itu beasiswa dari pemerintah, beasiswa dari universitas atau pu beasiswa swasta.

Bahkan ada beberapa beasiswa kerjasama Indonesia – Australia untuk calon mahasiswa dari Indonesia yang bisa kamu dapatkan, di antaranya Australian Awards, Australia-Indonesia Alumni Forum, Elizabeth O’Neill Award, Hadi Soesastro Prize dan Allison Sudradjat Prize.

3. Biaya kuliah, biaya hidup dan bukti kemampuan keuangan

Setelah tahu mau kuliah di mana, selanjutnya yang wajib kamu persiapkan adalah biayanya. Kuliah di Australia tentu memerlukan biaya yang nggak sedikit karena selain biaya pendidikan, kamu juga perlu mempersiapkan tabungan untuk biaya hidup selama di sana. 

Soal biaya ini, Australia memang cukup ketat, kamu wajib melampirkan bukti keuangan yang menyatakan bahwa kamu sudah punya tabungan yang akan bisa menghidupimu selama, minimal satu tahun kuliah di sana. 

Bukti keuangan ini harus memuat tiga rincian utama, yaitu Biaya Kuliah, Biaya Hidup (tempat tinggal, makan dan kebutuhan lainnya) dan Biaya Transportasi. Biaya kuliah bisa kalian lihat di website universitas yang kamu tuju. Untuk satu tahun, berarti kamu perlu menghitung biaya untuk dua semester. Rata-rata biaya kuliah per semester di Australia adalah sekitar 13.000 – 16.000 AUD. Meskipun tentu saja setiap jurusan dan universitas pasti berbeda. 

Selanjutnya, untuk biaya hidup, umumnya kamu akan menghabiskan sekitar 15.000 – 20.000 AUD atau sekitar Rp 150.000.000 – 200.000.000 per tahunnya. Tentu saja ini akan sangat tergantung dari gaya hidupmu. Semakin hemat, semakin besar biaya yang bisa ditekan. 

Lalu untuk biaya transportasi, kamu pun bisa pilih yang paling efisien, yaitu dengan menggunakan transportasi umum. Untuk hal ini, kisaran biaya yang harus kamu keluarkan dalam satu tahun adalah sekitar Rp 20 – 25 juta atau sekitar 20.000 – 25.000 AUD.

4. Kuliah di Australia wajib punya pernyataan GTE (Genuine Temporary Entrant)

Satu lagi syarat yang tidak kalah pentingnya dengan bukti keuangan adalah pernyataan GTE. Ini adalah persyaratan penting yang masih cukup baru dari imigrasi Australia. Kamu akan mengikuti proses wawancara dengan pihak imigrasi Australia, dan kamu harus mampu menjelaskan dan membuktikan kalau memang tujuan kalian ke Australia adalah murni untuk kuliah atau menuntut ilmu di sana. 

Biasanya beberapa pertanyaan yang sering muncul adalah tujuan kamu ke Australia, kenapa memilih Australia dibanding negara lain apalagi jika jurusan tersebut ada di negara lain, bukti keuangan, rencana kamu setelah kuliah di Australia dan lainnya. 

Pihak imigrasi Australia juga akan mengecek sejarah imigrasi kamu, apakah punya catatan buruk atau tidak. Tentunya kamu perlu mempersiapkan hal ini, jangan sampai jawabanmu ragu atau berbelit. Pastikan kamu terlihat mantap dan percaya diri, sehingga bisa mendapatkan pernyataan GTE ini dengan lancar. 

5. Visa belajar Australia

Tentunya, kamu selalu perlu visa untuk bisa tinggal di luar negeri, termasuk di Australia. Tapi sebagai mahasiswa, kamu memerlukan Visa Belajar. Tanpa adanya Visa Belajar ini, kamu tentunya nggak bisa berkuliah di Australia, meskipun kamu telah memenuhi syarat secara akademik dan ekonomi. 

Sebelum membuat Visa Belajar ini, kamu perlu memiliki dulu surat Confirmation of Enrolment (CoE) asli, atau surat Acceptance Advice for Secondary Exchange Students (AASES). Dokumen ini berisi informasi tentang jenjang pendidikan, jurusan, kode Commonwealth Register of Institutions and Courses for Overseas Student (CRICOS), durasi kuliah, biaya kuliah, hingga estimasi waktu kelulusan. 

Untuk persyaratan dokumen yang diajukan saat membuat visa ini bisa dibagi menjadi dokumen-dokumen akademik, finansial dan kesehatan. Kamu bisa lihat daftar rinciannya di website Kedutaan Besar Australia. Biaya pembuatannya sendiri adalah sekitar 550 AUD atau sekitar Rp 5,5 juta. 

6. Orang tua asuh untuk kamu yang belum 18 tahun

Perlu kamu ketahui juga, bahwa banyak universitas di Australia yang tidak mau menerima mahasiswa jika usianya belum 18 tahun. Untuk itu bagi kamu yang masih 17 tahun, kamu harus memastikan dengan baik apakah universitas yang kamu tuju mau menerima mahasiswa dengan usia di bawah 18 tahun atau tidak. 

Ada universitas yang mau menerima mahasiswa yang usianya di bawah 18 tahun, namun biasanya mewajibkanmu memiliki orang tua asuh (keluarga asuh) di kota tempatmu berkuliah. Mereka akan menjadi wali kamu selama berkuliah di sana. 

Orang tua asuh ini nggak harus selalu warga negara asli Australia, jika kamu punya kerabat atau saudara yang tinggal di sana pun, kamu bisa meminta mereka menjadi orang tua asuhmu. Syaratnya adalah mereka sudah berusia di atas 21 tahun, dan memiliki visa aktif temporer/ permanen di Australia. 

7. Wajib punya skor IELTS yang bagus

Australia adalah negara persemakmuran Inggris, yang berarti bahasa Inggris yang resmi dipakai di sana adalah bahasa Inggris – British. Untuk itu, persiapkan diri dengan mengikuti les bahasa Inggris. 

Jangan lupa juga untuk tes kemampuan Bahasa Inggris sebelum mendaftar ke kampus yang ada di Australia. Pastikan kamu ikut dan lolos tes IELTS, biasanya jenis tes Bahasa Inggris ini yang digunakan di Australia meskipun masih ada sebagian kecil kampus yang menerima hasil tes TOEFL. 

Oh iya, untuk tes IELTS yang kamu ambil pun haruslah IELTS Academic Version. Umumnya untuk bisa lulus beasiswa atau persyaratan kuliah di Australia minimal kamu harus mendapatkan skor 6, dari skor maksimal 9. 

Jadi, untuk Quipperian yang memang punya mimpi berkuliah di Australia, jangan sampai lupa 7 hal di atas ya! Pastikan juga untuk mulai mempersiapkannya secepat mungkin agar hasilnya lebih mantap sehingga semua proses pendaftaran bisa berjalan dengan lebih lancar nantinya. Semangat ya!

Baca Juga : 10 Istilah yang Perlu Diketahui Sebelum Kuliah di Luar Negeri



Yuk, mulai siap-siap PTS! Kode promo: CERMAT Mulai belajar