Home » Quipper Campus » Campus Info » Masih Bingung Pilih Jurusan Kuliah? Yuk Contoh Tokoh-tokoh Penting Alumni Unpar Ini!

Masih Bingung Pilih Jurusan Kuliah? Yuk Contoh Tokoh-tokoh Penting Alumni Unpar Ini!

by ardy_quipper

Mengukur kualitas kampus salah satu caranya dapat dilakukan dengan melihat keberhasilan alumninya. Hal tersebut juga dijadikan indikator oleh beberapa lembaga akreditasi dalam memberikan penilaian. Lewat potret kesuksesan alumni, calon mahasiswa bisa memiliki gambaran terkait kualitas pengajaran oleh suatu institusi.

Selain memiliki gambaran terkait kualitas pengajaran, calon mahasiswa juga akan memiliki motivasi positif dalam menyelesaikan kuliah dengan baik. Hal itu dikarenakan sudah memiliki patokan yang jelas terkait perencanaan kariernya ke depan, bercermin dari kesuksesan yang dicapai oleh senior-seniornya di kampus tersebut.

Nah, pada artikel ini kita akan coba mengintip sederet alumni Universitas Katolik Parahyangan dari beberapa generasi yang bisa dikatakan sukses menjalani kariernya. Siapa tahu, kamu juga terinspirasi mengambil jurusan yang sama dengan mereka!

Alumni Penting Universitas Katolik Parahyangan

Hotman Paris Hutapea

Source : liputan6.com

Hotman Paris Hutapea adalah tokoh penting di bidang hukum yang namanya sudah sangat familiar di telingamu bukan? Nah, tahukah kamu ia adalah alumni Universitas Katolik Parahyangan? 

Beliau lahir di sebuah desa kecil di Tapanuli Utara. Meski berasal dari keluarga yang cukup, tetapi kehidupannya semasa kecil terbilang sederhana. Sejak kecil kedua orangtuanya membiasakan kehidupan disiplin dan serba teratur. 

Saat ini beliau aktif sebagai pengacara yang berfokus pada hukum bisnis internasional dan kepailitan. Sangat sering kita menyaksikan beliau tampil di layar kaca ataupun di tayangan YouTube entah sebagai bintang tamu atau sebagai host dengan gaya yang nyentrik. Namun, dibalik itu semua ternyata Hotman Paris adalah seorang pengacara sukses dan biasa mendapat julukan “Raja Pailit” karena kepiawaiannya dalam mengawal kasus kepailitan.

Tulus 

Source : idntimes.com

Lahir di Bukittinggi, Sumatera Barat, pada tahun 1987. Ia adalah salah satu solois berbakat dan juga pencipta lagu yang dimiliki Indonesia. Saking berbakatnya, bahkan semua lagu dalam tiga album yang diproduksi merupakan karya ciptanya. Tentunya Quipperian sudah nggak asing lagi dengan karya-karyanya bukan?

Namun, dibalik kariernya yang cemerlang di dunia hiburan, ternyata Tulus adalah seorang lulusan Jurusan Arsitektur Universitas Katolik Parahyangan. Jadi, cukup sering Ia mengerjakan proyek arsiteknya di sela-sela aktivitasnya sebagai penyanyi. 

Sejauh ini Tulus berkarya dibawah naungan TulusCompany yang merupakan perusahaan yang dibangunnya sendiri bersama Riri Muktamar yang tidak lain adalah kakak kandungnya. 

Dewi Lestari

Source : gramedia.com

Tokoh penting lainnya yang merupakan alumni Universitas Katolik Parahyangan adalah Dewi Lestari. Nama lengkapnya adalah Dewi Lestari Simangunsong, lahir di Bandung, 20 Januari 1976. Dewi Lestari atau biasa disapa dengan panggilan Dee adalah seorang penulis dan penyanyi. Dee menyelesaikan pendidikannya di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Parahyangan Bandung pada tahun 1998.

Kariernya di dunia musik dimulai dengan menjadi penyanyi latar dari beberapa penyanyi beberapa musisi papan atas Indonesia seperti Java Jive, Project Pop, Emerald, Harvey Malaiholo, dan Chrisye. Kemudian tergabung dalam trio RSD bentukan Warna Musik.

Sejak masih tergabung dalam trio RSD, Dewi Lestari sudah sangat aktif menulis lagu hingga akhirnya Dee berhasil menciptakan beberapa lagu hits seperti Firasat yang dibawakan Marcell pada album pertamanya. Kemudian lagu Malaikat Juga Tahu yang dinyanyikan oleh Glenn Fredly, lalu lagu Kali Kedua yang dibawakan oleh Raisa. Untuk karier di dunia menulis, Dewi Lestari menghasilkan beberapa karya novel yang sangat digemari seperti Filosofi Kopi, Perahu Kertas, dan serial Supernova.

Baca juga: 8 Jurusan Solusi Hadapi Tantangan Masa Depan

Bima Arya Sugiarto

Source : kompas.tv

Bima Arya Sugiarto merupakan politikus Partai Amanat Nasional yang menjabat sebagai Wali Kota Bogor. Ia resmi dilantik sebagai Wali Kota Bogor untuk periode keduanya pada tanggal 20 April 2019. Sebelum menjadi Wali Kota Bogor, karier awalnya dimulai sebagai dosen di Jurusan Hubungan Internasional Universitas Katolik Parahyangan, yang juga merupakan almamaternya untuk jenjang S1.

Setelah menyelesaikan program doktor di Australian National University, Bima Arya kembali aktif mengajar pada tahun 2010. Namun, selain mengajar Bima Arya juga aktif di berbagai lembaga seperti Charta Politika Indonesia sebagai direktur eksekutif dan di Majalah Rakyat Merdeka sebagai Pemimpin Redaksi, hingga akhirnya ia memutuskan untuk bergabung di partai politik dan maju sebagai Calon Wali Kota Bogor pada Pilkada tahun 2013.

O. C. Kaligis

Source : independensi.com

Otto Cornelis Kaligis, lebih dikenal dengan nama OC Kaligis, adalah advokat senior yang juga memiliki nama besar. Berbagai jenis kasus yang menimpah berbagai kalangan masyarakat sudah pernah ditangani  mulai dari buruh, rakyat miskin selebritis, hingga pejabat. Salah satu buah perjuangannya yang cukup spektakuler adalah ketika beliau memutuskan untuk membayar sendiri uang pensiun 35 orang sopir PPD yang kasusnya kalah saat kasasi di Mahkamah Agung.

O. C. Kaligis lahir pada tahun 1942 di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan. Beliau melanjutkan pendidikan S1 di Jurusan Hukum Universitas Parahyangan Bandung pada tahun 1961 setelah lulus dari SMA St. Petrus Claver, Makassar.

Beberapa kasus besar yang pernah ditangani O. C. Kaligis antara lain kasus pencemaran nama baik RS Omni Tangerang dengan terdakwa Prita Mulyasari, skandal video porno mirip artis Ariel Peterpan, Luna Maya dan Cut Tari, dan kasus suap wisma atlet Muhammad Nazaruddin. Mantan presiden HM Soeharto dan wakil presiden BJ Habibie juga pernah menjadi kliennya. Beliau juga pernah menangani kasus-kasus di luar negeri antara lain Garnett Investment di Guernsey, Swiss, Sonira Foundation di Liechtenstein, dan Moh. Said (pilot Garuda) di Belanda.

Marzuki Darusman

Source : republika.co.id

Marzuki Darusman lahir pada tahun 1945 di Bogor dan menyelesaikan pendidikan di Fakultas Hukum Kelautan Internasional, Universitas Katolik Parahyangan, pada tahun 1974. Sebelum menjabat sebagai Jaksa Agung RI, beliau aktif di Komnas HAM dan pernah menjabat sebagai Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta Kerusuhan Mei 1998. Masa jabatan beliau sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia yakni pada tahun 1999 sampai tahun 2001, kemudian menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar periode 2004-2009.

Nah, itulah beberapa nama tokoh penting yang merupakan alumni Universitas Katolik Parahyangan atau bisa disebut Unpar, Quiperian. Sebagai universitas swasta yang sudah berdiri sejak tahun 1955, Unpar merupakan Perguruan Tinggi Swasta pertama di Jawa Barat. Maka, tidak mengherankan bila kampus ini berhasil mencetak lulusan-lulusan berkualitas dan mengisi posisi penting di tanah air.

Baca juga: 5 Jenis Profesi yang Banyak Dibutuhkan tapi Masih Langka

Fakta-fakta Unpar

Perjalanan panjang Unpar memang bukan satu-satunya faktor yang membuat kampus ini mampu menghasilkan lulusan berkualitas. Terlepas dari konsep kurikulum yang terstruktur dan memberikan pemahaman yang mendalam kepada mahasiswa terhadap suatu bidang, Unpar juga sangat serius dalam pengembangan karakter mahasiswanya, dimulai dari atmosfer kehidupan kampus yang beraroma humanum, integral, dan transformatif. 

Kemudian seluruh civitas akademika juga memberikan dukungan terhadap proses transisi mahasiswa menjadi pribadi yang berkarakter. Selain itu, Unpar juga memiliki lembaga khusus yang disebut Lembaga Pengembangan Humaniora (LPH) untuk menyelenggarakan latihan-latihan yang bertujuan untuk pengembangan hard skill maupun soft skill mahasiswa.

Untuk mendukung kecakapan intelektual mahasiswanya, Unpar menyediakan banyak pilihan jurusan dan peminatan, beberapa diantaranya yaitu Digital Bisnis, Aktuaria, Mekatronika, Data Science, dan Fisika Medis. Pengembangan jurusan dan peminatan di Unpar mengikuti perkembangan keilmuan terkini sehingga ilmu yang Quipperian dapatkan juga relevan dengan dunia kerja nantinya.

Bentuk lain dari dukungan Unpar untuk peningkatan kualitas mahasiswanya adalah menyiapkan banyak beasiswa. Dalam satu tahun ajaran, Unpar mengalokasikan anggaran sekitar Rp8.000.000.000 untuk beberapa jenis beasiswa dengan skema yang berbeda-beda.

So, setelah mengetahui beberapa fakta tersebut apakah Quipperian mulai tertarik mengetahui lebih jauh tentang Unpar? Untuk itu Quipperian bisa mengunjungi Profil Universitas Katolik Parahyangan yang ada di website Quipper Campus ya!

 

Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com

Penulis: Mawardi Janitra
Editor: Tisyrin Naufalty T

Lainya untuk Anda