Serunya Belajar Artificial Intelligence, Peluang Kariernya Mantap!

belajar artificial intelligenceBeberapa dekade lalu, Quipperian mungkin akan dianggap tukang khayal jika ngobrolin robot dan mobil tanpa sopir. Yup, zaman itu memang bisa jadi belum banyak orang mengenal penerapan teknologi yang bernama kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI). 

Dengan semakin majunya teknologi dan segala sistem di dalamnya, saat ini AI sudah bukan hal yang asing lagi. Bahkan seiring dengan waktu, para pengembang dan ilmuwan semakin mendalami pengaplikasian AI ke berbagai lini kehidupan. Jadi apa sih sebetulnya Artificial Intelligence itu? Kampus mana yang bisa kamu tuju untuk belajar mengembangkan Artificial Intelligence? Berikut 5 fakta menarik tentang serunya belajar AI!

5 Fakta Seru Belajar Artificial Intelligence

1. Sebenarnya bukan hal yang baru

Meski terkesan kekinian dan sangat masa depan, ternyata konsep mengenai Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan sudah ada lebih dari setengah abad yang lalu lho! Bahkan sekitar tahun 1957-1974 dianggap sebagai masa-masa perkembangan AI. Sayangnya saat itu kecerdasan buatan masih belum bisa dinikmati masyarakat umum dan hanya beredar di kalangan ilmuwan dan akademisi saja dan tak ada pengembangan yang berarti hingga tahun 1980.

Era gemilang perkembangan AI bisa dibilang terjadi tahun 1980 hingga 1987, saat itu banyak negara yang mulai berinvestasi untuk pengembangan AI dan mendorong penggunaan AI untuk hal-hal lebih aplikatif. 

Meski sempat melambat di akhir tahun 80an dan awal 1990an, tapi ilmuwan tetap berusaha mengembangkan teknologi ini. Hingga di tahun 1997, sebuah sistem bernama Deep Blue berhasil mengalahkan juara catur dunia Gary Kasparov. Program besutan IBM ini disinyalir bisa mengungguli sang Grand Master dengan menganalisa kekalahannya pada pertandingan sebelumnya. Keren!

2. Produknya sudah ada di sekitar kita

Berbagai penemuan terkait AI di tahun 1990an membuat para teknisi dan ilmuwan sistem informasi terus menggali potensi dari kecerdasan buatan. Hingga kita bisa merasakan manfaatnya di era modern saat ini.

Secara nggak sadar, saat ini sudah banyak aplikasi berbasis AI yang ikut menunjang keseharian kita mulai dari bidang industri, teknologi, perbankan, marketing, hiburan, dan banyak lainnya. Nggak percaya? Nggak perlu membayangkan robot-robot canggih, penggunaan mesin pencari Google juga termasuk dalam pengaplikasian AI lho! Contoh lainnya adalah asisten pribadi virtual seperti Siri, Alexa, dan Google Assistant. Quipperian sudah coba menggunakannya?

Meski sudah mulai digunakan di kehidupan sehari-hari, pengembangan AI terus dilakukan lho Quipperian, seperti yang dilakukan pabrikan otomotif Tesla yang mengembangkan mobil yang bisa berjalan tanpa pengemudi. Penggunaan AI juga diterapkan ke dalam pengolahan dan penggunaan Big Data. Wah bisa dibilang masa depan AI masih panjang nih.

3. Membuka peluang karier baru yang mantap!

Berdasarkan Laporan Emerging Jobs LinkedIn 2020, Artificial Intelligence Specialist, insinyur robotik, dan data scientist merupakan 3 pekerjaan yang paling berkembang di Amerika Serikat dengan prosentase hingga lebih dari 37%. Bukan nggak mungkin pekerjaan-pekerjaan tersebut juga akan menghadapi perkembangan yang pesat di Indonesia dan yang terpenting semua pekerjaan tersebut berkaitan dengan AI lho

Pekerjaan-pekerjaan bergengsi lain yang muncul dengan adanya perkembangan AI adalah software analysts and developers, machine learning researcher, algorithm specialists, business intelligence developer, dan big data architect.

Mungkin banyak Quipperian belum familiar dengan berbagai pekerjaan yang telah disebutkan, tapi beberapa tahun ke depan bisa jadi deretan pekerjaan tersebut yang menjadi pekerjaan impian anak muda di Indonesia bahkan di seluruh dunia. Oh iya, penghasilan dari pekerjaan tersebut bisa mencapai miliaran rupiah setiap tahunnya lho!

4. Bisa dipelajari melalui pendidikan formal

Ingin berkarier di bidang pengembangan AI maupun pengaplikasiannya? Wah, kalau begitu kamu harus membekali diri dengan pendidikan yang mumpuni. Saat ini memang belum banyak kampus di dunia yang fokus pada pendidikan formal terkait AI. Meski begitu kamu tetap punya pilihan yang berkualitas kok! Seperti pada program Bachelor of Information Systems in Artificial Intelligence yang ada di Raffles University, Malaysia.

Program ini khusus ditujukan untuk membentuk para praktisi AI yang mampu mengimplementasikan berbagai model dan algoritma AI sehingga bisa menciptakan teknologi baru yang sejalan dengan perkembangan revolusi industri. 

Jika Quipperian menempuh pendidikan di sini, kamu akan mempelajari teori dan praktik terkait AI yang nantinya bisa digunakan untuk menganalisis, memodelkan, merancang, mengembangkan hingga mengevaluasi dan memberikan solusi. Wah, lengkap banget ya!

Kenali Lebih Jauh 4 Peminatan Ketika Kuliah Jurusan Psikologi

5. Banyak mata kuliah seru yang berkaitan dengan AI

Merujuk pada Laporan Emerging Jobs LinkedIn 2020, untuk menjadi seorang Artificial Intelligence Specialist diperlukan beberapa kemampuan khusus seperti Machine Learning, Deep Learning, Python, dan Natural Language Processing. Materi-materi ini akan kamu dapatkan jika kamu berkuliah di Program Bachelor of Information Systems in Artificial Intelligence yang ada di Raffles University, Malaysia. Kerennya program sarjana yang terbagi dalam 9 semester ini bisa kamu tempuh hanya dalam 3 tahun aja!

Di kampus bergengsi yang terletak di Johor Bahru ini, Quipperian akan mendapatkan pengajaran yang menyeluruh terkait dengan AI, mulai dari dasar hingga tingkatan canggih. Tentunya, semua materi pengajarannya pun akan dibimbing oleh dosen-dosen yang berpengalaman di bidang masing-masing. 

Di tahun pertama, kamu akan dikenalkan dengan bahasa pemrograman Python dan algoritma. Hal ini sangat diperlukan untuk penggunaan dan pengembangan AI. Selain itu kamu juga akan mempelajari Neural Networks Basic dan Neural Networks for Machine Learning serta Data Analysis.

Di tahun berikutnya Quipperian akan mulai mendalami materi Deep Learning, Natural Language Processing dan metode-metode lama merangkai kecerdasan buatan. Nggak hanya itu, kamu juga akan belajar tentang UI/UX Design. Di tahun terakhir, kamu akan makin mendalami berbagai materi terkait AI seperti OOP with Python 3 dan Deep Learning with Computer Vision. Nggak ketinggalan materi pendukung seperti etika dan IT, kewirausahaan hingga membuat projek pribadi. Lengkap!

Gimana? Seru ya mempelajari seluk-beluk Artificial Intelligence. Untuk mendalami dan belajar Artificial Intelligence, Quipperian harus memilih kampus yang sudah terbukti kualitasnya seperti Raffles University karena pesaingmu nanti akan berasal dari berbagai negara di dunia lho!

Pantau terus laman Raffles University Malaysia yang ada di Quipper Campus untuk mengetahui informasi terkini terkait  Program Bachelor of Information Systems in Artificial Intelligence dan seluk-beluk kuliah di kampus keren tersebut.

 

Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang