Mengapa Belajar Desain Kemasan Produk Itu Penting?

desain kemasan produkQuipperian, pernahkah kamu tertarik membeli sebuah produk hanya karena suka dengan kemasannya? Atau, pernahkah kamu merasa membeli produk makanan dengan harga lebih mahal dari biasanya karena pengaruh kemasannya yang lebih cantik? Desain kemasan memang memberikan banyak sekali pengaruh terhadap suatu produk lho Quipperian!

Nah, kemasan (packaging) ini merupakan salah satu bidang yang digarap industri percetakan alias grafika. Sekarang industri grafika semakin gencar menggarap potensi di bidang packaging, mengingat dunia publishing (penerbitan) tengah lesu. Apalagi di tengah pandemi Covid-19, kebutuhan akan kemasan meningkat pesat. 

Hal tersebut karena adanya pengaruh banyaknya orang yang bekerja dari rumah (work from home/WFH). Selain itu, tren mengirimkan hampers atau parsel juga turut andil dalam meningkatnya kebutuhan kemasan. Kebiasaan ini memicu para penggiat usaha berlomba-lomba dalam menciptakan inovasi kemasan yang fungsional, estetik, dan ramah lingkungan.

Kalau kamu tertarik dengan serba-serbi kemasan serta ingin mempelajarinya lebih lanjut dan mendalam, kamu bisa pilih kuliah di Jurusan Teknologi Grafika di Trisakti School of Multimedia (TMM) yang memiliki konsentrasi ilmu Kemasan (Packaging). Kampus tersebut berlokasi di Jakarta Timur. 

TMM adalah satu-satunya perguruan tinggi yang secara serius mengembangkan Program Studi Teknologi Grafika. Konsentrasi ilmu Kemasan (Packaging) di TMM dikhususkan untuk mengembangkan teknologi grafika yang mampu membuat kemasan produk berkualitas tinggi, baik dilihat dari sisi desain grafis, keserbagunaan, berbiaya rendah (low cost) dan yang tidak kalah penting, aman bagi lingkungan.

Alasan Pentingnya Belajar Desain Kemasan Produk

Lalu, kenapa belajar desain kemasan produk itu penting? Yuk, simak penjelasannya. 

1. Prospek industri kemasan yang cerah

Industri kemasan akan terus punya masa depan yang cerah karena semua produk pasti memerlukan kemasan untuk melindungi isi dari produk tersebut. 

Menurut Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika (PPGI) Ahmad Mughira Nurhani kepada media, pertumbuhan produksi industri grafika tahun ini akan kembali ditopang oleh percetakan kemasan dengan kontribusi lebih dari 50%. Sedangkan menurut Direktur Eksekutif Federasi Pengemasan Indonesia Henky Wibawa, industri kemasan akan tumbuh 4% hingga 5% dari tahun 2019 yang nilainya mencapai Rp98,8 triliun.

Industri kemasan mempunyai prospek cerah dan andil yang besar, baik pada saat normal maupun saat pandemi seperti sekarang ini. Dengan diterapkannya aturan social distancing dan work from home selama pandemi berdampak pada meningkatnya kebutuhan akan kemasan, terutama bagi toko-toko online. Masyarakat mulai beralih ke produk-produk online yang tentunya membutuhkan kemasan supaya tetap aman dan kualitasnya tetap terjaga.

2. Kemasan meningkatkan nilai jual

Percaya tidak kalau kemasan juga bisa meningkatkan nilai jual suatu produk? Kemasan memberikan nilai tambah pada produk dari segi wadah (containment), kemampuan untuk melindungi (protection), kenyamanan (convenience), dan komunikasi (communication).

Kemasan yang menarik dari segi penampilan memiliki pengaruh besar terhadap pengambilan keputusan konsumen dalam membeli suatu produk. Bahkan jika harga produknya lebih tinggi pun konsumen cenderung akan tetap membeli produk tersebut. Artinya, semakin menarik kemasan suatu produk, maka semakin besar pula peluang produk itu untuk dibeli. 

3. Kemasan menunjang kebutuhan hidup modern

Kemasan akan terus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman dengan berbagai macam inovasi. Oleh karena itu, kemasan dapat dikatakan turut mendukung kebutuhan hidup modern. 

Hal yang perlu diperhatikan di seluruh desain kemasan modern adalah kenyamanan dan kemudahan dalam menggunakan bagi konsumen. Misalnya, mudah dibuka dan mudah dibawa kemanapun bagi konsumen modern on-the-go saat ini.

Selain itu, kemasan yang paling diburu oleh konsumen di zaman modern ini adalah kemasan yang ramah lingkungan dan estetik. Hal ini didorong oleh media sosial visual seperti Instagram yang kerap menampilkan produk yang dikemas dengan menarik dan ramah lingkungan.

TMM baru-baru ini mengadakan webinar nasional yang membahas teknologi kemasan di era modern sekarang ini. Seperti yang dijelaskan oleh Budi Suyanto S.Sn, M.Si. selaku pembicara pada webinar tersebut, packaging adalah sebuah peradaban, karena dari sebuah kemasan produk maka kita dapat melihat masa atau waktu.

4. Meningkatnya kebiasaan belanja online

Pola belanja online di kalangan masyarakat, terutama di tengah pandemi seperti ini, terus meningkat tajam. Hal ini juga berimbas terhadap meningkatnya kebutuhan akan kemasan karena kemasan dapat melindungi produk saat diantarkan dari toko ke tempat konsumen.

Media sosial juga berpengaruh terhadap pola belanja online, misalnya dengan adanya konten unboxing yang mampu mempengaruhi daya beli konsumen. Kemudahan berbelanja online dalam berbagai hal, mulai dari pemilihan barang hingga transaksi pembelian, juga turut mempengaruhi kenaikan kebiasaan belanja online yang tentunya berpengaruh terhadap industri kemasan.

Nah, setelah kamu tahu kenapa belajar desain produk itu penting, kamu akan lebih mantap memilih Jurusan Teknologi Grafika di TMM. Selain berkualitas dari segi pembelajaran dan tenaga pengajar, TMM juga sudah bekerja sama dengan Perhimpunan Industri Corrugated Cardboard Indonesia (PICCI) untuk membuat pusat studi packaging di kampus.

Lulusan Program Studi Teknologi Grafika juga banyak dicari oleh perusahaan lho! Jumlah perguruan tinggi yang menawarkan jurusan ini sangat sedikit sehingga persaingan untuk mendapatkan pekerjaan menjadi lebih terbuka lebar. Jadi, siapa nih diantara kamu yang tertarik untuk bergabung bersama Program Studi Teknologi Grafika di TMM?

 

Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com



Yuk, mulai siap-siap PTS! Kode promo: CERMAT Mulai belajar