Belajar Tentang Supply Chain Management di Bangku Kuliah? Why Not!

supply chain management

Quipperian, pernah dengar istilah supply chain management belum? Nah, kalau istilah rantai pasok pernah kan? Minimal, waktu lagi nonton atau baca berita yang berhubungan dengan persiapan logistik menjelang lebaran, natal, ataupun tahun baru, lalu saat awal-awal pandemi Covid-19, topik ini juga sempat ramai dibahas sih. Emang, seberapa pentingnya sih supply chain management ini? Jawabannya adalah penting banget!

Supply Chain Management adalah Proses Panjang

Jadi, supply chain management adalah suatu rangkaian proses yang di dalamnya terdiri dari beberapa kegiatan, di antaranya pengadaan, persediaan, produksi, hingga pengiriman atau delivery produk kepada para konsumen. Panjang ya prosesnya Quipperian?

Dalam rangkaian proses tersebut, semua pihak saling berhubungan dan mengusung tujuan yang sama yaitu barang yang dihasilkan harus sampai ke tangan konsumen dalam kondisi baik. Karena itulah, sistem informasi juga memegang peran penting di dalamnya. 

Oke, dari pengertian awal ini mulai kebayang kan seperti apa kompleksnya supply chain management ini? Namun, berhubung supply chain management adalah suatu ilmu terapan, jadi tetap dapat dipelajari dengan mudah kok. Metode-metode di dalamnya pun selalu berkembang seiring dengan kemajuan teknologi.

Nah, selanjutnya untuk lebih memahami proses yang terjadi dalam supply chain management atau biasanya disingkat SCM, kita coba telisik komponen-komponen apa saja yang ada di dalamnya. Secara garis besarnya, ada 3 komponen yang terdapat dalam SCM, yaitu upstream supply chain, internal supply chain, dan downstream supply chain

Upstream supply chain adalah bagian paling awal dari rangkaian proses. Pada bagian ini, perusahaan akan menerima bahan baku dan barang-barang penunjang lainnya dari supplier yang akan dipersiapkan untuk proses produksi, ya intinya pengadaan bahan baku. 

Kemudian, internal supply chain adalah proses di mana bahan baku yang diterima dari supplier tadi diubah menjadi bahan jadi. Di tahap inilah pengetahuan yang berhubungan dengan manajemen produksi dan pengendalian persediaan bahan baku sangat diperlukan. 

Lalu, yang terakhir adalah downstream supply chain yakni aktivitas pasca produksi. Pada tahap ini yang dilakukan adalah pengiriman atau pendistribusian produk akhir sampai ke tangan pelanggan. Proses pendistribusian biasanya dilakukan oleh distributor internal atau distributor eksternal yakni distributor yang bermitra dengan perusahaan dan bukan bagian dari organisasi inti perusahaan.

Sampai sini, sudah cukup jelas ya seperti apa kegiatan yang ada dalam supply chain management? Kelihatannya ribet sih, tapi sebenarnya nggak seribet itu kok! Karena semuanya bisa kamu pelajari. So, kamu tertarik mempelajari supply chain management dan menjadi seorang yang profesional di bidang ini? Hmmm, cek dulu deh beberapa alasan berikut ini yang mungkin bisa jadi penambah semangatmu untuk serius mempelajari SCM.

Mengapa Belajar Supply Chain Management Itu Sangat Penting?

  • Prospek kerjanya luas

Seluruh pabrik atau perusahaan yang memproduksi barang dan jasa tidak terlepas dari yang namanya supply chain management. Bagi Quipperian yang ingin serius pada bidang ini, prospek kariernya sangat luas lho! Supply chain biasanya berdiri sebagai divisi tersendiri dengan struktur yang berbeda-beda pada tiap-tiap perusahaan dan jumlah SDM yang dibutuhkan juga berbeda tergantung besar atau kecilnya perusahaan. Dan, ada juga perusahaan yang memfokuskan kegiatannya pada bidang supply chain, sehingga semua divisi pasti berhubungan dengan SCM. Intinya, banyak banget deh pilihan kariernya!

  • Penjualan online meningkat

Sejak 5 tahun belakangan ini memang penjualan online terus meningkat. Ditambah lagi kondisi pandemi yang membatasi ruang gerak orang-orang sehingga semua kegiatan dominan menjadi online. Dalam hal ini, para pebisnis harus memperhatikan alur keluar masuk produknya dengan sangat baik. Jangan sampai produk habis ketika permintaan lagi ramai atau malah melakukan produksi besar-besaran padahal orderan sepi, dampaknya produk numpuk dan bisa jadi ketika sampai ke tangan konsumen produknya sudah tidak fresh bahkan expired. Nah, supply chain management memegang peran untuk memastikan rantai pasok tetap stabil dan juga memastikan produk bisa diterima konsumen dalam kondisi baik.

  • Memiliki peran vital dalam bisnis

Supply chain management memiliki peran yang sangat penting dalam bisnis karena dengan menerapkan SCM yang baik, perusahaan dapat mengendalikan kegiatan produksi dan distribusi produk sesuai dengan kebutuhan pasar. Selain itu, penerapan SCM yang baik juga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan. Produk yang bisa didapatkan dengan dengan kualitas yang selalu baik pastinya menjadi salah satu pertimbangan utama konsumen dalam memilih produk dan tentunya berdampak pada peningkatan pendapatan perusahaan. Pengimplementasian SCM juga mengurangi risiko kerugian akibat kesalahan dalam penentuan jumlah produk yang akan diproduksi.

Dari ketiga poin diatas, semoga bisa memberi beberapa gambaran tambahan ya seputar dunia supply chain.

Belajar Supply Chain Management di Raffles University

So, kalau kamu benar-benar serius ingin mendalami bidang supply chain management, kamu bisa memilih program tersebut di Raffles University. Di kampus ini ada 2 pilihan program untuk bidang supply chain management yaitu Diploma dan Bachelor. Oh ya, sebelum jauh ngomongin soal kuliah SCM, Quipper Blog mau jelasin dikit dulu seputar Raffles University. Raffles University ini salah satu kampus di Malaysia yang selalu aktif berinovasi terhadap setiap bidang yang ada dalam program-program kuliahnya. Raffles University selalu memberikan motivasi kepada mahasiswanya untuk dapat memikirkan dan mempersiapkan hal-hal yang menjadi kebutuhan manusia di masa depan khususnya pada bidang-bidang yang dipelajari di kampus ini. Makanya, nggak ada istilah “miskin inovasi” kalau belajar di sini, dan salah kalau mereka menyebut dirinya sebagai “Universitas Masa Depan”.

Oke, kita lanjut membahas Program Studi Supply Chain Management di Raffles University. Nah, dari 2 pilihan program tersebut kamu bisa sesuaikan dengan rencana perjalanan karier kamu ke depan. Program Bachelor bisa kamu tempuh dalam waktu 3 tahun. Di sini kamu akan bekali dengan berbagai pengetahuan dan keterampilan yang lebih advance baik itu dari sisi teoritis maupun praktis. Beberapa hal yang akan kamu pelajari antara lain manajemen rantai pasokan dan operasi logistik, juga bidang-bidang lainnya seperti kontrol inventaris, manajemen material, sistem informasi, pengiriman, hal-hal yang berhubungan dengan operasi internasional, dan teknik-teknik manajemen lainnya yang berhubungan dengan bidang ini. Oh ya, di program ini juga kamu akan mengikuti kegiatan magang (internship) untuk mematangkan pemahamanmu selama menjalani perkuliahan dan juga pastinya ada tugas akhir (final project).

Kemudian, program Diploma kamu bisa tempuh dalam waktu 2 tahun. Program ini dipersiapkan bagi kamu yang ingin cepat-cepat bisa terjun ke dunia kerja. Fokus dari program ini adalah memberikan skill yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja internasional di bidang supply chain. Namun, setelah lulus dari program ini pun dan ingin melanjutkan pendidikan ke salah satu program lainnya di Raffles University, sangat memungkinkan.

Jadi, kamu sudah siap belajar supply chain management dan berkarier di bidang ini? Kalau gitu, silahkan mulai dengan memilih salah satu program yang ada di Raffles University ya! Dan sebagai tambahan informasi nih, bagi kamu yang mendaftar lebih awal untuk program Bachelor of Supply Chain Management pada penerimaan Mei/September 2021, akan mendapatkan potongan biaya pendaftaran sebesar USD200. So, jangan sampai ketinggalan ya!

 

Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com



Promo SPESIAL Semester Genap, mulai dari 390ribu aja! Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang