Pahami Yuk Macam-macam Dampak Pandemi Covid-19 di Kehidupan Kita!

dampak pandemi covid 19

Quipperian, bagaimana rasanya menjalani era new normal di tengah pandemi Covid-19? Banyak yang berubah ya? Kamu harus memakai masker kemana-mana serta lebih sering melakukan kegiatan di dalam rumah seperti sekolah atau kuliah online atau belanja online. 

Nah, perlu Quipperian ketahui, pandemi Covid-19 ini memang memiliki banyak dampak lho ke kehidupan kita, termasuk ke bidang teknologi, lingkungan, dan masyarakat. Pahami lebih jauh yuk macam-macam dampaknya! Berikut adalah hasil wawancara Quipper dengan Head of International Relations Study Program International University Liaison Indonesia (IULI) Astrid Wiriadidjaja M.SI. Simak ya!

Dampak Covid-19 di Kehidupan Kita

Bagaimana dampak covid-19 ini secara umum?

Dampaknya ada yang positif kita dapat melihat kesempatan-kesempatan yang muncul dalam bidang teknologi, lingkungan, dan dalam masyarakat. Namun, harus diakui juga bahwa Covid-19 secara mayoritas berdampak negatif terhadap lingkungan dan terutama masyarakat.

Di masyarakat juga terasa perubahan dimana gaya hidup sehat kian menguat bahkan ditambah dengan alat pelindung diri: masker dan face shield, serta disinfektan yang sudah jadi barang bawaan sehari-hari.

Bagaimana dampak negatif yang terjadi selama pandemi Covid-19 yang paling dirasakan?

Covid-19 telah memperparah kesenjangan ekonomi dalam masyarakat yang telah ada sebelum wabah terjadi. Mereka yang sebelumnya memiliki kehidupan dan pekerjaan yang rentan semakin tidak pasti penghidupannya semenjak mewabahnya Covid-19. Pemerintah pun tidak memberikan bantuan yang berarti untuk mereka yang terdampak. Banyak sekali yang kehilangan pendapatannya dan tidak memiliki cara untuk menghidupi dirinya.

Tersedianya teknologi untuk membantu masyarakat di masa-masa sulit ini belum tentu dapat diakses oleh masyarakat. Sebagai contoh teknologi medis seperti Rapid Test dan PCR telah dikomersialisasi secara besar-besaran oleh beragam institusi kesehatan, maka mereka yang ingin menjaga kesehatan harus mampu secara ekonomi menjaga kesehatannya. 

Contoh lain dalam perihal pendidikan, pemerintah mewajibkan belajar melalui daring, suatu keputusan yang bagus untuk mengurangi menyebarnya Covid-19. Namun, tidak semua memiliki kapasitas ekonomi untuk memiliki akses ke internet seperti pulsa. 

Lingkungan pun tidak luput dari kerusakan akibat dari Covid-19. Walau kegiatan perekonomian dalam industri makanan masih dapat berjalan berkat adanya ojek online, terjadi juga peningkatan penggunaan plastik akibat makanan yang harus dibungkus karena sebagian besar makanan diwajibkan take away

Sekali lagi Covid-19 hanya telah menunjukkan betapa lalainya pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat kita.

Bagaimana dampaknya di bidang teknologi? 

Dampak di bidang teknologi dapat dilihat sangat banyak, salah satunya implementasi fitur-fitur teknologi pada berbagai lini bisnis, dimana yang sebelumnya belum siap atau masih dalam tahap pengembangan terpaksa harus akselerasi proses ke 2-3 tahun ke depan untuk masuk fase implementasi teknologi.

Di sisi lain, bagi mereka yang memiliki akses ke teknologi, banyak yang belum terbiasa dengan peralihan komunikasi yang sangat tergantung ke penggunaan teknologi digital termasuk juga para dosen dan mahasiswanya. Hal ini merupakan tantangan untuk mereka yang diwajibkan untuk terus melanjutkan proses belajar mengajar menggunakan teknologi komunikasi digital. 

Hal positif apa yang dirasakan di tengah pandemi Covid-19 ini?

Pada awal pandemi terjadi kita dapat melihat penggunaan teknologi komunikasi yang cukup banyak dan untuk berbagai hal seperti live streaming beragam kegiatan, jualan produk, bahkan sampai pengganti ruang kelas. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi terutama teknologi komunikasi yang selama ini kita gunakan belum digunakan secara maksimal dan Covid-19 memaksa kita untuk melihat kembali potensi yang dimiliki oleh teknologi.

Akselerasi teknologi khususnya pada dunia bisnis merupakan hal positif dari Covid-19. Bagi bisnis, penggunaan teknologi mungkin saja sudah masuk dalam rencana pembangunan. Namun, tanpa kesiapan pasar proses ini menjadi lamban. Momen pandemi ini membuktikan bahwa proses perubahan juga terjadi sangat cepat di masyarakat. Sekarang masyarakat secara mendadak jadi terbiasa menggunakan video call sebagai media komunikasi utama misalnya untuk proses belajar mengajar, acara seminar bahkan acara kawinan.

Masyarakat juga menjadi lebih berkomunitas dan berkolektif karena menghadapi musuh bersama yaitu Covid-19.

Sementara, dampak positif Covid-19 terhadap lingkungan sangat minim. PSBB hanya berlaku untuk sementara waktu dan juga tidak ketat pemberlakuannya. Maka dampak polusi dari kendaraan tidak berubah banyak dari sebelum Covid-19.

Apakah perubahan-perubahan yang dirasakan saat ini hanya bersifat sementara?

Sementara atau tetap tergantung banyak hal dan yang pasti tergantung kebijakan negara yang dapat menjamin infrastruktur teknologi yang memadai dan juga akses ekonomi terhadap penggunaan teknologi tersebut. Contoh mudah, jika suatu daerah memiliki jaringan internet tetapi tidak memiliki kemampuan untuk membeli pulsanya, maka teknologi tersebut menjadi tak berarti.

Maka kehadiran teknologi tidaklah cukup, dapat atau tidaknya masyarakat mengakses teknologi itulah yang menjadi hal yang menentukan kesiapan kita.  

Bagaimana Ibu melihat kehidupan masyarakat di era new normal? Apakah akan ada kebiasaan baru yang menetap meski nantinya pandemi sudah usai?

Untuk mereka yang telah memahaminya, melihat pentingnya dan yang pasti dapat melakukannya, kebiasaan baru seperti cuci tangan, masker dan lain-lain akan menjadi norma keseharian yang baru.

Secara sosial, bagi beberapa kalangan, gaya hidup berkelompok akan terus berlangsung karena perlu waktu untuk akhirnya mereka kembali dapat bersosialisasi seperti dulu.

Apakah menurut Ibu masyarakat Indonesia akan siap menjalani new normal atau kehidupan setelah pandemi dengan protokol kesehatan yang baik?

Tidak, karena minimnya keseriusan pemerintah untuk mendorong masyarakatnya dalam memahami protokol kesehatan yang baik. Walau pada tahap tertentu masyarakat dapat disalahkan untuk kelalaiannya tetapi perlu dipahami bahwa perilaku masyarakat tergantung kebijakan dan penegakan kebijakan tersebut. 

Kejadian luar biasa seperti Covid-19 ini ternyata begitu mempengaruhi kehidupan. Tanpa pengetahuan yang memadai, tentu sulit bagi kita untuk beradaptasi dengan kondisi saat ini. Terlebih pandemi Covid-19 memberikan dampak bukan hanya di Indonesia, melainkan seluruh dunia. 

Untuk bisa memahami kondisi yang terjadi di dunia, kamu bisa mempelajarinya di Jurusan Hubungan Internasional atau International Relations Study, Quipperian. Salah satu universitas yang unggul dalam jurusan ini adalah International University Liaison Indonesia (IULI). 

Kuliah di International University Liaison Indonesia (IULI), Apa Keunggulannya?

Bukan hanya unggul di jurusan ini, kampus yang berdiri sejak 2014 tersebut juga memiliki berbagai jurusan lain seperti Aviation Engineering, Electrical Engineering, Computer Science, Biomedical Engineering, Food Technology, Hotel and Tourism Management, International Business Administration, dan Management.

International University Liaison Indonesia (IULI) didirikan pada tahun 2014 lalu oleh putra sulung almarhum B.J. Habibie yaitu Dr. Ing. Ilham Habibie. MBA dan Profesor Pscheid. Kampus yang berlokasi di BSD Green Office Park Boulevard, BSD City, Tangerang, Banten, ini menjanjikan pengalaman serta kualitas pendidikan seperti di luar negeri. IULI merupakan universitas internasional yang punya kerja sama dengan European University Consortium. Keren kan?

 

Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang