
Siapa sih yang nggak suka dengerin musik? Hampir nggak ada! Musik sebagai hal yang universal bisa dinikmati oleh siapapun, baik laki-laki atau perempuan dari berbagai kalangan. Beberapa orang bahkan memutuskan menjadi musisi saking passionate-nya dengan musik.
Nah, kalau kamu tertarik untuk terjun ke dunia musik, sekarang sudah banyak, lho, perguruan tinggi di Indonesia yang menawarkan program studi di bidang musik. Namun, jurusan ini masih memiliki banyak stigma, salah satunya adalah anggapan kalau prospek kerja jurusan di bidang musik itu suram alias susah nyari kerja. Masa sih?
Nggak sedikit yang menyarankan untuk menjadikan musik sebagai hobi saja karena anggapan ini. Padahal, musik selalu berkembang yang artinya orang-orang baru akan selalu dibutuhkan. Bahkan, musik tidak hanya mencakup Jurusan Seni Musik saja, tapi terdapat pula jurusan-jurusan lainnya yang masih berhubungan, salah satunya Jurusan Bisnis Musik.
Mengenal Jurusan Bisnis Musik
Merasa asing dengan jurusan tersebut? Itu karena Jurusan Bisnis Musik memang belum seterkenal Jurusan Seni Musik. Apa saja fakta-fakta menarik dari Jurusan Bisnis Musik? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
1. Masih jarang di Indonesia
Nggak heran kalau kamu nggak pernah dengar jurusan yang satu ini karena Jurusan Bisnis Musik memang terbilang masih sangat jarang di Indonesia. Di Indonesia, biasanya hanya ada Jurusan Musik saja. Faktanya, menurut data dari Forlapdikti, ada 108 jurusan di Indonesia yang berhubungan dengan musik, tetapi hanya ada satu Jurusan Bisnis Musik, yaitu di SAE Indonesia.
Di luar negeri sana, sudah banyak kampus yang menawarkan jurusan ini. Namun, SAE Indonesia adalah satu-satunya kampus di Indonesia yang menawarkan Jurusan Bisnis Musik dengan jenjang Diploma 3 (D3). Program Music Business atau Bisnis Musik di SAE Indonesia sudah divalidasi oleh Middlesex University di London, lho.
2. Tidak hanya belajar tentang bisnis dan musik
Kuliah di Jurusan Bisnis Musik juga akan belajar hal-hal lainnya, misalnya komunikasi dan hukum. Jurusan Bisnis Musik di SAE Indonesia akan menyiapkan kamu untuk menghadapi industri musik yang terus berkembang sesuai zaman dengan tenaga pengajar yang sudah berpengalaman.
Jangan salah, meski dianggap remeh, industri musik sangat menuntut, lho. Makanya, selain belajar ilmu-ilmu terkait bisnis dan musik di dalam kelas, mahasiswa di jurusan ini juga akan melaksanakan proyek besar sebelum kelulusan sebagai langkah mempersiapkan diri untuk ‘bertarung’ di dunia kerja nanti.
Apalagi dengan industri musik yang terus berkembang, di SAE Indonesia, kamu akan belajar bagaimana caranya untuk terus update dengan perkembangan yang ada. Asyiknya, kamu jadi tahu seluk-beluk dunia industri musik di Tanah Air. Siapa yang tahu kalau suatu saat nanti kamu malah dapat kesempatan bekerja dengan musisi favorit kamu. Seru banget, kan?
3. Berbeda dengan Jurusan Musik
Meski berada di bawah bidang yang sama, Jurusan Bisnis Musik tentu sangat berbeda dengan Jurusan Musik, mulai dari kurikulum yang diajarkan, proses pembelajaran hingga hasil yang diharapkan dari proses pembelajaran itu sendiri.
Di Jurusan Musik, kamu akan mempelajari teori musik, melatih keterampilan dalam memainkan instrumen, mempelajari berbagai aliran musik, bagaimana cara menciptakan atau mengarang sebuah lagu, memproduksi musik, dan sebagainya. Intinya, jurusan ini berfokus pada musik itu sendiri.
Sedangkan di Jurusan Bisnis Musik, kamu akan mempelajari bagaimana caranya mengelola karir seorang musisi, mulai dari memasarkan, promosi, penerbitan, sampai musisi tersebut sukses. Intinya, seorang lulusan Jurusan Bisnis Musik ini bertanggung jawab untuk memastikan bahwa musik yang diciptakan oleh seorang musisi bisa sukses dan dinikmati oleh para penggemar.
Jurusan Bisnis Musik sangat cocok bagi kamu yang ingin berkecimpung di industri musik tetapi bukan sebagai pemain utamanya. Dari segi prospek karier pun berbeda. Lulusan Jurusan Musik nantinya bisa bekerja sebagai musisi, penata musik, membuat soundtrack film, dan sebagainya.
Sedangkan lulusan Jurusan Bisnis Musik nantinya bisa berprofesi sebagai promotor, manajer tur, manajer promosi dan pemasaran musik, eksekutif rekaman, pemilik label rekaman, penerbit, pengembangan bisnis musilk, dan lainnya.
4. Peluang karier tidak hanya di industri musik
Lulusan Jurusan Musik terbilang memiliki peluang karier yang lebih sempit jika dibandingkan dengan lulusan Jurusan Bisnis Musik. Ternyata, peluang karier seorang lulusan Bisnis Musik tidak hanya terbatas di industri musik saja.
Saat kuliah, mahasiswa Jurusan Bisnis Musik tidak hanya dibekali dengan ilmu musik saja, tetapi juga ilmu-ilmu penting lainnya seperti komunikasi, bisnis, hukum, keuangan, dan sebagainya. Karena cakupan ilmu yang lebih luas, lulusan dari Jurusan Bisnis Musik juga memiliki jangkauan atau prospek karier yang lebih besar.
Bisnis Seru Bidang Musik yang Bisa Kamu Tekuni di Era Masa Kini
Dengan dasar ilmu bisnis yang kamu terima selama perkuliahan, kamu juga bisa berkecimpung di dunia bisnis, terutama bisnis di industri atau dunia hiburan dan media. Kamu juga bisa berkarier di bidang media dan manajemen dengan bekal ilmu yang kamu punya. Gelar yang kamu peroleh dari jurusan ini memungkinkan kamu untuk merambah industri lainnya. Bahkan, kamu bisa membuka bisnis kamu sendiri dengan bekal ilmu bisnis yang kamu punya.
Seperti itulah gambaran Jurusan Bisnis Musik di Indonesia, khususnya di kampus SAE Indonesia yang berlokasi di Jakarta. Kuliah di Jurusan Bisnis Musik di SAE Indonesia akan mempersiapkan kamu untuk terjun langsung menjadi seorang profesional dalam bidang industri musik setelah lulus nanti. Dengan segala ilmu dan keterampilan yang kamu peroleh selama kuliah, kamu akan siap menghadapi industri musik yang dinamis dan selalu berkembang. Apakah kamu tertarik?
Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com
