Tak Hanya Sutradara, Ini 5 Prospek Karier untuk Kamu yang Kuliah di Jurusan Film

kuliah jurusan filmQuipperian, tau nggak sih kalau untuk membuat sebuah film yang bagus ternyata nggak hanya bergantung pada produser, sutradara, dan para aktor serta aktrisnya aja lho! Banyak banget bagian yang saling bekerja sama untuk mendukung kesuksesan sebuah film. 

Kalau kamu punya cita-cita menggeluti bidang film, kamu harus memiliki kemampuan dan pengetahuan dasar yang memadai tentang perfilman. So, kuliah di Jurusan Film adalah langkah yang tepat!

Ini Alasan Para Millennials Memilih Kuliah di Jurusan Film

Saat kamu kuliah di Jurusan Film nanti, kamu akan menyadari kalau ternyata ada banyak banget pekerjaan yang saling berkaitan di balik sebuah produksi film. Bukan nggak mungkin, pekerjaan-pekerjaan ini justru akan menjadi kariermu kelak setelah lulus dari Jurusan Film. 

Berikut 5 prospek karier yang bisa dijajal jika kamu kuliah Jurusan Film

1. Screenwriter

Profesi yang satu ini cocok untuk kamu yang gemar menulis dan bercerita. Screenplay writer atau yang biasa disebut screenwriter adalah orang yang menerjemahkan ide-ide untuk film menjadi sebuah jalan cerita. Hasil karya seorang screenwriter disebut dengan skenario atau script. Sebutan lain untuk profesi ini adalah script writer, penulis skenario atau penulis naskah. 

Dalam sebuah produksi film, screenwriter bisa dibilang memiliki peranan yang cukup penting lho. Skenario yang dibuat akan menjadi panduan bagi jalannya pembuatan film, termasuk dialog-dialog yang diperankan oleh para pemain. Untuk itu, seorang screenwriter harus punya daya imajinasi yang tinggi karena secara nggak langsung dia ikut membentuk karakter tokoh-tokoh yang ada di dalam film.

Jika Quipperian akan memulai perjalanan karier sebagai seorang screenwriter, kamu nggak perlu minder karena nggak ada senioritas dalam dunia penulisan naskah. Nggak jarang pendatang baru pun bisa merebut perhatian para penikmat film. Seperti gebrakan yang dibuat oleh film Parasite saat memenangkan Skenario Asli Terbaik (Best Original Screenplay) pada Academy Award ke-92 atau Oscar 2020. Skenario film asal Korea ini berhasil mengalahkan skenario film-film Hollywood bahkan yang dibuat oleh sineas kawakan  Quentin Tarantino.

2. Sinematografer

Meski profesi ini nggak setenar sutradara dan produser, sinematografer (cinematographer) juga memiliki peranan penting dalam sebuah produksi film terutama dari segi tampilan. Sinematografer (cinematographer) sering juga disebut dengan director of photography (DoP). 

Sinematografer memiliki tanggung jawab untuk mengatur komposisi gambar mulai dari segi pemilihan angle, penataan cahaya hingga teknik pengambilan gambar. Intinya, seorang sinematografer dituntut untuk bisa menghasilkan gambar-gambar yang menarik dengan komposisi yang apik tapi tetap berpegang teguh pada naskah yang telah dibuat.

3. Video editor

Supaya nggak monoton dan penonton nyaman menyaksikan film yang kita produksi, maka diperlukan seseorang yang bertugas merangkai potongan-potongan adegan, mengatur komposisi gambar hingga memberikan efek-efek tertentu. Nah, orang ini biasanya disebut dengan video editor atau penyunting gambar.

Editing atau penyuntingan film biasanya dilakukan saat seluruh rangkaian pengambilan gambar telah selesai dilakukan, makanya kegiatan ini dikategorikan dalam kegiatan post production atau pasca produksi. Seorang video editor biasanya nggak akan berada seharian penuh di lokasi pengambilan gambar selayaknya sutradara. Video editor lebih banyak menghabiskan waktunya di studio bersama dengan komputer canggih yang dilengkapi editing software terkini.

Dalam melakukan pekerjaannya, video editor bekerja sama dengan berbagai pihak seperti penata musik, director of photography, tim visual efek dan tentunya sutradara film tersebut. Seorang video editor berpengalaman biasanya akan melebarkan sayapnya pada beberapa bidang lain yang masih berkaitan dengan video editing seperti menjadi colorist yang mendalami kemampuan color grading atau koreksi warna hingga menjadi visual effect artist.

4. Line producer

Line producer dalam Bahasa Indonesia sering kali disebut dengan produser lini. Profesi ini memiliki tanggung jawab baik pada saat pra produksi, produksi film, pasca produksi hingga untuk urusan manajemen. Jadi bisa dibilang, line producer ikut terlibat di berbagai bidang dalam produksi film.

Pada saat pra produksi, seorang line producer biasanya akan merinci naskah yang telah disusun oleh screenwriter dan membuat estimasi anggaran untuk syuting, menyusun penjadwalan hingga memikirkan pembayaran kru. Saat proses syuting, line producer juga harus hadir karena bertanggung jawab dengan logistik, meninjau kelengkapan alat dan kru hingga bertanggung jawab terhadap crisis control. 

Nah, saat pasca produksi, line producer masih memiliki tanggung jawab terhadap pengembalian perlengkapan hingga mencari studio yang cocok untuk editor bekerja. Karena pekerjaan dan tanggung jawabnya yang meliputi banyak bidang, maka seorang line producer sebaiknya nggak hanya mengerti urusan manajemen tetapi juga memiliki pengetahuan terhadap alur dan kebutuhan dalam pembuatan film. 

5. Video blogger atau content creator

Profesi satu ini sedang naik daun dan tak sedikit orang yang ingin eksis menjadi video blogger (vlogger) atau content creator. Penghasilan yang menggiurkan, waktu kerja yang fleksibel dan popularitas yang diraih menjadikan pekerjaan ini sangat menarik bagi banyak orang.

Menjadi content creator bukan hanya sebatas merekam dan mengunggahnya di media sosial saja tetapi juga harus bisa mengelola konten yang kamu buat termasuk untuk urusan produksi hingga manajemen. Pemasukan seorang content creator umumnya berasal dari iklan yang tayang pada video mereka. Oleh karena itu kamu harus membuat konten yang menarik supaya makin banyak orang yang menonton videomu dan makin banyak iklan yang tayang. 

Dengan bekal kemampuan yang kamu dapatkan selama kuliah di Jurusan Film tentu kamu nggak hanya jago untuk urusan produksi. Quipperian juga bisa membuat vlog dengan konten terkait ulasan film terbaru dan membahasnya dari sisi teknis hingga hal-hal detail yang disukai oleh penonton. 

Wah, ternyata banyak banget ya prospek karier untuk lulusan Jurusan Film.  Nggak hanya pada produksi layar lebar, lulusan Jurusan Film juga dapat berkarier di industri pertelevisian, production house hingga industri periklanan. Hal ini bisa terjadi karena kemampuan lulusan Jurusan Film dalam mengolah media audio visual baik secara teknis maupun kreatif. Nggak cuma bekerja pada perusahaan, lulusan Jurusan Film juga bisa menjadi entrepreneur dengan mengelola vlog-nya sendiri.

Ingin Karier Kekinian di Industri Media Kreatif? Kamu Harus Kuliah di Kampus Keren Ini!

SAE Indonesia, Pilihan Pendidikan Vokasi untuk Bidang Film

Kuliah di Jurusan Film seharusnya nggak sekadar belajar teori, karena pada kenyataannya saat bekerja sebagai insan perfilman kamu akan lebih banyak melakukan hal-hal yang sifatnya praktik. Kalau kamu ingin kuliah di Jurusan Film, salah satu pilihannya adalah program Bachelor of Film yang ada di SAE Indonesia.  

Sebagai kampus vokasi di bidang media kreatif, tentunya SAE Indonesia akan membekali mahasiswanya dengan banyak kemampuan praktis. Kampus vokasi adalah pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu. Jadi, disamping pembelajaran berupa teori, para mahasiswa SAE Indonesia juga akan banyak terlibat di perkuliahan yang lebih bersifat praktik.

Program Bachelor of Film yang ada di SAE Indonesia merupakan pendidikan diploma 4 yang bisa kamu tempuh selama 8 semester. Nah, selama di kampus kamu akan belajar banyak hal terkait dengan dunia perfilman seperti penulisan naskah, mengaplikasikan teori-teori perfilman, sinematografi, penyutradaraan, produksi film pendek, produksi film dokumenter, dan banyak lainnya. 

Nggak hanya belajar di kelas, kemampuanmu di bidang perfilman juga akan diasah melalui program magang (internship). SAE Indonesia akan juga melibatkan para mahasiswanya dalam berbagai project seperti creative project pada semester 6 dan major project di semester 8 yang menjadi salah satu syarat kelulusan. Nah, kalau lulus dari Bachelor of Film yang ada di SAE Indonesia maka kamu akan menyandang gelar Sarjana Terapan Seni (S.Tr.Sn) di bidang Film & Produksi TV.

Tips Memilih Jurusan Untuk Yang Berjiwa Kreatif Agar Tidak Salah Jurusan!

Oh iya, pendaftaran program Bachelor of Film dan program lain di SAE Indonesia untuk tahun ajaran 2020 sudah dibuka lho! Jadi, kalau kamu serius ingin menjadi insan kreatif yang berdaya saing tinggi maka kamu harus banget bergabung dengan kampus keren ini. Pantau terus laman resmi SAE Indonesia di Quipper Campus supaya kamu nggak melewatkan berbagai informasi tentang pendidikan di bidang industri kreatif.

 

Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com