Home » Quipper Campus » Campus Info » Mengenal Jurusan Manajemen Pajak, Belajar Apa Saja?

Mengenal Jurusan Manajemen Pajak, Belajar Apa Saja?

by Mawardi Janitra
manajemen pajak

Quipperian, tahukah kamu jika masalah perpajakan merupakan urusan yang cukup serius, khususnya pada tingkat korporasi? Mengapa dikatakan serius? Karena, penanganan pajak yang buruk bisa berdampak pada pencabutan izin usaha bahkan hukuman pidana lho! Itu sebabnya, memahami tentang manajemen pajak menjadi sesuatu yang sangat penting.

Memahami Manajemen Pajak

Manajemen pajak adalah segala upaya yang dilakukan oleh wajib pajak dalam tata kelola perpajakannya agar tetap sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku dan dilakukan dengan efektif dan efisien.

Perusahaan yang menjalankan manajemen pajak dengan baik tentu akan merasakan manfaat positif. Pada dasarnya, tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan manajemen pajak adalah meminimalisasi beban pajak dengan pengorganisasian dan pengawasan yang baik. Dengan begitu, perusahaan tidak membayar pajak melebihi dari jumlah yang seharusnya dikeluarkan.

Untuk melakukan manajemen perpajakan dengan baik, setidaknya ada tiga syarat yang harus dipenuhi. Pertama, tidak melanggar peraturan yang berlaku. Kedua, harus rasional (tidak mengada-ada). Ketiga, harus didukung oleh bukti-bukti yang valid, baik dari sisi hukum ataupun pencatatan akuntansinya, seperti invoice, bukti tagihan, dan dokumen pendukung lainnya.

Nah, sampai di sini sudah cukup jelas ya cakupan manajemen perpajakan? Selanjutnya, jika kamu ingin mendalami hal ini atau ingin bekerja pada bidang yang berhubungan dengan tata kelola perpajakan, pilihan jurusan kuliah yang paling relevan adalah Jurusan Manajemen Pajak.

Jurusan Manajemen Pajak

Jurusan Manajemen Pajak atau disebut juga Jurusan Manajemen Perpajakan adalah jurusan yang pada umumnya bernaung di Fakultas Ekonomi dan fokus studinya mengenai tata kelola perpajakan. Selain pemahaman mendalam mengenai tata kelola perpajakan, mahasiswa Jurusan Manajemen Perpajakan juga dibekali beberapa keterampilan khusus, antara lain:

  • Membuat laporan keuangan komersial berdasar pada standar dan peraturan akuntansi yang sudah ditetapkan.
  • Membuat laporan keuangan fiskal berdasar pada undang-undang perpajakan dan ketentuan-peraturan ringkas yang lain.
  • Membuat Surat Pernyataan (SPT) dan Surat Setoran Pajak (SSP) Pajak Pendapatan (PPh) sesuai ketentuan perundangan yang berjalan.
  • Membuat Surat Pernyataan (SPT) dan Surat Setoran Pajak (SSP) Pajak Bertambahnya Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPn BM) sesuai ketentuan perundangan yang berjalan.
  • Memilih sistem dan melakukan proses audit perpajakan sesuai standar kontrol yang berlaku.
  • Mengaplikasikan pendayagunaan manajemen perpajakan pada perusahaan.
  • Menjalankan dan manfaatkan software, program pengolah angka, program pengolahan data, program presentasi, dan program perpajakan.
  • Melakukan dan mengaplikasikan etika bisnis dan profesi perpajakan.

Selain itu, ada juga beberapa keterampilan umum yang akan dilatih selama menjadi mahasiswa lulusan Jurusan Manajemen Perpajakan, di antaranya adalah:

  • Mampu bekerja dengan baik dan terukur
  • Memiliki pribadi yang logis, inovatif, dan bertanggung jawab
  • Berorientasi pada keakuratan data dan kekuatan analisis
  • Mampu berkolaborasi dan bekerja sama dengan baik
  • Memiliki kemampuan dokumentasi dan pengarsipan yang baik

Menarik banget ya, Quipperian! Kira-kira, untuk memiliki keterampilan seperti itu, mahasiswa Jurusan Manajemen Perpajakan belajar apa saja ya?

Mata Kuliah Jurusan Manajemen Pajak

Daftar mata kuliah berikut ini merupakan mata kuliah yang dipelajari di salah satu universitas swasta terkemuka di Jakarta yaitu Universitas Bina Sarana Informatika (Universitas BSI) yang juga memiliki Program Studi Manajemen Pajak untuk jenjang D3.

1. Dasar-dasar Perpajakan

Mata kuliah dasar-dasar manajemen perpajakan memberikan pengetahuan mendasar kepada mahasiswa seputar perpajakan, mulai dari konsep dasar, ruang lingkup, fungsi, landasan hukum, hak dan kewajiban wajib pajak, sampai dengan perpajakan internasional.

2. Ketentuan Umum Tata Cara Pajak

Mata kuliah ini mengulas tentang ketentuan-ketentuan umum dalam dunia perpajakan yang juga diatur dalam aturan perundang-undangan.

3. PPh Badan

Pada mata kuliah ini, kamu akan mendalami skema PPh suatu badan usaha yang berkewajiban membayar pajak. Adapun topik-topik yang dipelajari antara lain Subjek Pajak, Biaya Fiskal dan Non Biaya Fiskal, Tarif Pajak, Fasilitas PPh Badan, dan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh Badan.

4. Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Mata kuliah ini membahas tentang konsep umum PPN dan PPnBM (Pajak Pertambahan Nilai Barang Mewah. Beberapa topik yang dipelajari antara lain pengkreditan PPN, restitusi PPN, PPN masukan, PPN keluaran, dan faktur pajak.

5. Analisa Laporan Keuangan

Analisa Laporan Keuangan membahas tentang berbagai jenis analisis kritis pada suatu laporan keuangan termasuk teknik tahap-tahap dan teknik dalam melakukan analisa.

6. Akuntansi Perpajakan

Mata kuliah Akuntansi Perpajakan membahas prinsip-prinsip dasar dalam akuntansi pajak termasuk pembukuan dan pencatatan pada beberapa jenis kegiatan, seperti investasi jangka pendek, dan pajak untuk piutang.

7. Audit Pajak

Fokus mata kuliah ini adalah memberikan pemahaman tentang prosedur dan tata tertib pengauditan. Selain itu, mahasiswa juga menerima materi tentang metode praktis dalam proses internal audit.

8. Manajemen Keuangan

Jurusan Manajemen Pajak juga mempelajari tentang manajemen keuangan. Topik yang dipelajari kurang lebih sama saja dengan mata kuliah manajemen keuangan pada umumnya seperti analisis rasio keuangan, risiko investasi, dan kebijakan dividen. Namun, karena ini Jurusan Manajemen Pajak maka topik-topik yang dipelajari akan ditinjau juga dari sisi manajemen pajak.

Prospek Kerja Jurusan Manajemen Pajak

Nah, setelah mengetahui mata kuliah apa saja yang akan kamu pelajari selama di bangku kuliah, pastinya kamu juga penasaran bukan seperti apa peluang kerja yang akan kamu hadapi setelah lulus?

Untuk hal ini kamu tidak perlu khawatir karena ada beberapa jabatan atau posisi spesifik yang hanya cocok diisi oleh lulusan Jurusan Manajemen Perpajakan.

1. Konsultan pajak

Konsultan pajak adalah orang menyediakan jasa konsultasi perpajakan dan membantu wajib pajak dalam menyelesaikan segala urusan yang berhubungan dengan perpajakan.

Selain memberikan jasa konsultasi kepada orang per orang, konsultan pajak juga memberikan jasa konsultasi kepada badan atau perusahaan. Untuk menjadi konsultan pajak, kamu harus terdaftar sebagai anggota di salah satu asosiasi konsultan pajak yang telah diakui dan terdaftar di Direktorat Jenderal Pajak Republik Indonesia.

2. Staf administrasi pajak

Staf administrasi pajak adalah orang yang bertanggung jawab pada segala urusan yang berhubungan dengan perpajakan perusahaan. Staf administrasi pajak bertugas mengelola laporan pajak perusahaan termasuk mengarsipkan dan mempersiapkan dokumen pendukung.

3. Staf administrasi keuangan

Selain menjadi staf administrasi pajak, lulusan Jurusan Manajemen Pajak juga memiliki kompetensi menjadi staf administrasi keuangan. Cakupan tanggung jawab staf administrasi keuangan yaitu terlibat dalam penyusunan kebijakan anggaran keuangan perusahaan, terlibat dalam pengurusan surat berharga perusahaan, mencatat arus keuangan perusahaan, dan melakukan monitoring atas besaran kredit yang dilakukan perusahaan dan melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo.

Selain beberapa profesi yang sudah dijelaskan di atas, tentunya masih banyak lagi pilihan profesi yang bisa dipilih lulusan Jurusan Manajemen Pajak, seperti Pegawai Negeri Sipil (PNS), pegawai bank, dosen, dan admin perdagangan luar negeri.

So, jika kamu tertarik untuk kuliah di Jurusan Manajemen Pajak khususnya yang tersedia di Universitas BSI (Bina Sarana Informatika), kamu bisa melakukan pendaftaran di website http://pendaftaran.bsi.ac.id/.

Penulis: Mawardi Janitra
Editor: Tisyrin Naufalty Tsani

Lainya untuk Anda