Meningkatkan Daya Tahan Tubuh dengan Asupan Gizi Seimbang Selama Pandemi Covid-19

meningkatkan daya tahan tubuh

Di tengah pandemi saat ini, Quipperian harus selalu menjaga daya tahan tubuh. Salah satunya dengan memperhatikan pola makan dan nutrisi yang dikonsumsi. Food and Agriculture Organization (FAO) telah menghimbau pentingnya menjaga pola makan sehat selama pandemi Covid-19. 

Melansir laman resmi FAO, nutrisi dari asupan yang dikonsumsi sangat penting untuk membantu tubuh mengatasi infeksi, termasuk virus Corona (Covid-19). Saat terjadi infeksi, tubuh penderita akan mengalami demam sehingga membutuhkan energi dari nutrisi asupan yang dikonsumsi dari makanan. 

Menjaga pola makan sehat dengan asupan gizi seimbang adalah bagian penting untuk mendukung sistem daya tahan tubuh selama pandemi Corona ini. Maka itu, selama masih memungkinkan untuk membeli dan mengkonsumsi makanan sehat, Quipperian disarankan untuk tetap memilih makanan bergizi seimbang. 

Menurut Mirza Rizqi Zulkarnain, STP, MSc, Dosen Department of Food Technology, Faculty Life of Science, International University Liaison Indonesia (IULI), ada beberapa cara meningkatkan sistem imunitas tubuh terhadap virus. 

Hal ini beliau sampaikan dalam program Special Class International University Liaison Indonesia (IULI) dengan tema “Tips Gizi untuk Meningkatkan Kekebalan Tubuh Terhadap Covid-19”.

Nah, kalau Quipperian ingin tahu apa saja hasil dari seminar tersebut, berikut ini beberapa rangkuman yang penting diperhatikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh selama pandemi Covid-19.

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh di Masa Pandemi Covid-19

1. Apa yang harus dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh? 

Seperti yang mungkin sudah Quipperian terapkan selama ini, ikuti anjuran pemerintah untuk tetap di rumah saja ya. Bila harus keluar rumah, gunakan masker dengan benar. 

Kemudian, cuci tangan secara teratur dengan air mengalir dan sabun. Dan jangan lupa, tetaplah berolahraga serta mengonsumsi makanan bernutrisi seimbang (karbo, protein, vitamin, mineral, dan lain-lain).

2. Vitamin apa saja yang diperlukan untuk menjaga daya tahan tubuh? 

Ada banyak jenis vitamin yang berguna untuk menjaga daya tahan tubuh, seperti vitamin A, B6, B9, C, D, dan E . Setiap jenis vitamin terkandung dalam makanan yang berbeda-beda.  

Vitamin A (AKG = 600-700 mcg RE/microgram retinol) bisa diperoleh dengan mengonsumsi kuning telur, ayam, hati ayam, keju, dan ikan baronang. Namun, pastikan tidak melebihi komposisinya, agar tetap aman bagi tubuh.

Vitamin B6 (AKG = 1,2-1,7 mg) bisa diperoleh dari ikan salmon, pisang, daging sapi, alpukat, dada ayam, kacang pistachio. Vitamin B9 (AKG = 400 mcg) bisa diperoleh dengan mengonsumsi edamame, sayur bayam, brokoli, selada, sayur hijau dan kacang-kacangan. 

Vitamin C (AKG = 50-90 mg) bisa diperoleh dengan mengonsumsi jeruk, daun singkong, pepaya, mangga golek, jambu biji, cabai rawit, dan cabai hijau. 

Untuk vitamin D (AKG = 15-20 mcg) bisa Quipperian dapatkan dengan berjemur atau mengkonsumsi makanan laut, susu, telur, sarden, dan minyak hati ikan. Vitamin E (AKG = 11-20 mg) bisa dicukupi dengan mengonsumsi olive oil, minyak sawit, kuaci, kacang almond, dan ikan trout.

Pastikan Quipperian memperhatikan Angka Kecukupan Gizi (AKG) dari setiap vitamin, karena jika terlalu banyak akan menyebabkan dampak bagi tumbuh.

3. Apakah ada zat lain yang dibutuhkan selain vitamin?

Selain dari vitamin, tubuh memerlukan mineral lain seperti zinc, selenium, iron, dan lainnya. Kebutuhan zinc untuk tubuh adalah 8-18 mg yang berasal dari bahan makanan seperti kacang merah, kacang kedelai, kerang, dan daging sapi. 

Untuk selenium, tubuh membutuhkan AKG sebesar 19-36 mcg yang bisa dikonsumsi dari daging sapi, jamur shitake, kerang, udang, pasta holid, dan ikan tuna. Untuk kebutuhan iron, setidaknya tubuh membutuhkan AKG sebesar 8-18 mg. Iron bisa diperoleh melalui heme-hewani dan non heme-nabati. 

Beberapa contoh heme iron yang lebih mudah diserap adalah hati ayam, kacang kedelai, abon, bayam merah, paru sapi, dan beras merah.

4. Apakah ada hal yang harus dihindari?

Quipperian harus tahu betul bahwa tidak aman membeli makanan mentah dari luar. Meskipun makanan tersebut tampak seperti makanan sehat, seperti salad atau sushi. 

Kalau membeli makanan dari luar, sebaiknya Quipperian bersihkan dulu packaging-nya sebelum dibuka. Sebaiknya, Quipperian juga memanaskan dulu makanan tersebut sebelum dikonsumsi, jika makanan memungkinkan untuk dipanaskan. 

Namun, sangat disarankan untuk menghindari membeli makanan olahan dari luar. Kamu bisa memasak sendiri, karena dengan memasak sendiri akan lebih mudah mengatur dan menentukan AKG pada makanan.

5. Apakah berjemur dapat meningkatkan daya tahan tubuh?

Selama di rumah, kalian juga sering berjemur, kan? Sinar matahari memiliki kandungan vitamin D alami, Quipperian, oleh karena itu sangat disarankan untuk berjemur selama 15 sampai 20 menit. Namun, pastikan waktu berjemur yang baik adalah berkisar antara pukul 09.00 hingga pukul 10.00. Ketika itu, kandungan ultraviolet tidak lebih dari dari 5%. 

Kalau ultraviolet semakin tinggi, maka akan berisiko terhadap kulit. Untuk itu, sebaiknya jika memilih berjemur di atas jam 10, maka durasinya juga harus semakin pendek (3-5 menit).

6. Bagaimana menjaga daya tahan tubuh selama bulan puasa?

Bagi Quipperian yang sedang berpuasa, kebanyakan imun tubuh akan drop dibanding hari biasanya. Oleh sebab itu, saat puasa di tengah pandemi virus corona (Covid-19) akan lebih baik jika tetap di rumah saja.

Selain itu, untuk tetap mempertahankan daya tahan tubuh, Quipperian tidak boleh melewatkan makan sahur. Dan yang tidak kalah penting adalah makan sahur dan buka puasa dengan makanan bergizi seimbang. Sangat disarankan untuk mengurangi konsumsi makanan dan minuman dingin.

Nah, mudah-mudahan dengan menerapkan beberapa tips di atas, kita bisa meningkatkan daya tahan tubuh selama pandemi virus Corona. Stay safe and healthy, Quipperian!

 

Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com