Home » Quipper Campus » Campus Info » Mau Jadi Mahasiswa Asing dan Bisa Kuliah di Luar Negeri? Perhatikan Hal-hal Berikut Ini!

Mau Jadi Mahasiswa Asing dan Bisa Kuliah di Luar Negeri? Perhatikan Hal-hal Berikut Ini!

by Mawardi Janitra
keuntungan kuliah di luar negeri

Setelah lulus SMA, Quipperian pilih lanjut kuliah atau pengen jalan-jalan dulu ke luar negeri sekaligus menambah pengalaman? Hmm, tapi kalau bisa melakukan kedua hal ini secara bersamaan kayaknya bakalan seru ya? FYI, kamu bisa banget lho melakukan kedua hal tersebut secara bersamaan dengan memilih kuliah di luar negeri.

Hingga saat ini masih banyak siswa siswi Indonesia yang bercita-cita kuliah di luar negeri seperti di negara tetangga, Malaysia. Hal ini dikarenakan manfaat yang didapatkan jauh lebih banyak dibanding biaya kuliah yang dibayarkan.

So, apa aja sih keuntungan yang bisa didapatkan ketika kuliah di luar negeri dan menjadi mahasiswa internasional?

Keuntungan Kuliah di Luar Negeri

1. Memiliki kemampuan berbahasa asing di atas rata-rata

Tidak bisa dipungkiri bahwa kemampuan komunikasi merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki jika ingin memperluas circle pertemanan. Sehingga ketika memutuskan untuk kuliah di luar negeri paling tidak kamu juga sudah siap dengan kemampuan komunikasi yang baik.

Ketika awal-awal berangkat, kamu tidak dituntut untuk jago banget berbahasa asing. Paling tidak, kamu bisa memenuhi standar yang ditentukan, biasanya menggunakan standar TOEFL untuk Bahasa Inggris, JLPT untuk Bahasa Jepang, dan HSK untuk Bahasa Mandarin.

Peluang kamu untuk semakin meningkatkan kemampuan berbahasa adalah ketika kamu sudah sampai kemudian tinggal di negara tersebut dan menjalani kuliah di kampus tujuan. Di kelas internasional, bahasa pengantar yang digunakan adalah bahasa Inggris, kemudian komunikasi antar mahasiswa juga menggunakan bahasa Inggris.

2. Menjalin pertemanan dengan sesama mahasiswa dari berbagai negara

Quipperian pernah dengar kan pepatah yang mengatakan “banyak teman, banyak rezeki”? Nah, di kelas internasional pertemanan kamu lintas negara lho. Dengan begitu, kamu juga memiliki kesempatan yang lebih luas untuk berkarier di berbagai negara lewat informasi yang kamu dapatkan dari teman-temanmu.

Selain itu, kalau mau traveling ke negara lain juga bisa lebih murah karena tidak perlu mengalokasikan budget untuk penginapan, karena bisa tinggal di rumah teman.

3. Peluang karier yang lebih baik

Keuntungan yang ketiga ini memang terkesan diskriminatif tapi ini rasional sih. Para lulusan luar negeri dianggap memiliki kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman yang lebih dibanding lulusan dalam negeri.

Hal ini dikarenakan peringkat kampus luar negeri yang membuka kelas internasional biasanya di atas rata-rata. Paling tidak, ketika kuliah di luar negeri kamu dianggap memiliki kemampuan berbahasa asing yang juga di atas rata-rata dan perusahaan melihat hal tersebut sebagai nilai plus.

4. Pilihan program yang menarik

Kampus-kampus di luar negeri menawarkan berbagai program menarik yang belum tentu dapat kamu jumpai di Indonesia lho! FYI, buat kamu yang tertarik kuliah di luar negeri, Malaysia adalah salah satu pilihan terbaik karena lokasinya yang dekat dengan Indonesia.

Nah, salah satu kampus di Malaysia yang punya pilihan program menarik yang terbuka bagi mahasiswa asing adalah Methodist College Kuala Lumpur (MCKL). Terdapat program Pre-University (Pra-Universitas) yaitu kursus persiapan bagi siswa yang ingin melanjutkan studi mereka. Program Pre-University (Pra-Universitas) membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan belajar yang tepat sehingga siswa akan mampu menghadapi tantangan saat melanjutkan ke program sarjana.

Selain itu, ada juga Program Diploma in Early Childhood Education bagi kamu yang tertarik bidang pendidikan usia dini. Kemudian untuk kamu yang ingin belajar terkait teknologi dan informasi bisa memilih Diploma in Information Technology atau Diploma in Computer Science.

Ada pula program Diploma in Digital Marketing untuk belajar pemasaran digital dan Diploma in E-Commerce yang mempelajari pemanfaatan teknologi dalam bisnis. Pilihan program Diploma lainnya adalah Diploma in Social Work yang mempelajari pekerjaan sosial. Sebagai tambahan informasi, lulusan MCKL dapat melanjutkan studi mereka untuk meraih gelar sarjana hanya satu tahun di universitas mitra.

Selanjutnya, buat kamu yang tertarik kuliah di Amerika, terdapat program yang menawarkan ‘jalur cepat’ untuk belajar ke universitas di Amerika yakni American Degree Transfer Program. Jadi, siswa akan mengikuti sebagian program di Methodist College Kuala Lumpur (MCKL), sementara sisanya akan diselesaikan di universitas Amerika Serikat pilihan mereka. Kalau kamu tertarik dengan Methodist College Kuala Lumpur (MCKL) dan pilihan-pilihan program lainnya, bisa cek profil kampus ini di website Quipper Campus ya!

Tips Kuliah di Luar Negeri

Selanjutnya, agar bisa belajar di luar negeri tanpa hambatan, ada beberapa hal yang harus kamu persiapkan selain kemampuan berbahasa asing yang sudah kita bahas sebelumnya, antara lain:

1. Lengkapi persyaratan yang dibutuhkan

Melengkapi persyaratan pastinya menjadi hal utama karena sangat disayangkan jika kamu gagal kuliah hanya karena kelupaan atau ketinggalan dokumen yang dibutuhkan.

Oleh karena itu, kamu harus mempersiapkan semuanya sejak jauh hari sebelumnya. Beberapa dokumen yang dibutuhkan antara lain transkrip nilai, ijazah, paspor, student visa, curriculum vitae (CV), Letter of Acceptance (LoA), IELTS, dan TOEFL.

2. Persiapkan untuk dapat beasiswa

Karena biaya kuliah sebagai mahasiswa asing itu tidak murah, maka akan lebih baik jika kamu memperoleh beasiswa. Nah, beasiswa ini sendiri bisa kamu dapatkan sekalipun kamu sudah terdaftar sebagai mahasiswa aktif di kampus tujuan.

Namun, dalam pengurusan beasiswa tentunya ada persyaratan dokumen yang harus dipenuhi bukan? Misalnya, motivation letter dan lain-lain. Untuk itu, kamu harus mempersiapkan semuanya sebelum keberangkatan.

3. Rencanakan keuangan dengan baik

Merencanakan keuangan adalah hal yang juga tidak kalah penting dari semuanya. Sekalipun kamu kuliah dengan beasiswa penuh, tetap saja kamu wajib melakukan perencanaan. Ada saja kondisi yang memungkinkan untuk kamu mengeluarkan uang lebih dari yang sudah direncanakan. Untuk itu penting juga kamu menggunakan produk-produk asuransi untuk mem-backup hal tersebut.

Cara Mempertahankan Status Mahasiswa di Luar Negeri

Nah, setelah kamu berhasil lulus ke universitas impian, usahamu belum selesai. Kamu juga harus memastikan jika statusmu sebagai mahasiswa internasional di kampus tersebut tidak terancam. Ada banyak hal yang dapat mempengaruhi status aktifmu sebagai mahasiswa asing, seperti status hukum, perilaku yang tidak baik, dan masih banyak lagi.

Setiap negara biasanya memiliki regulasi yang berbeda terkait penanganan mahasiswa asing. Nah, berikut ini Quipper Blog akan memaparkan beberapa hal penting yang harus diperhatikan bagi Quipperian berdasarkan regulasi yang berlaku di Malaysia.

Untuk itu, Quipperian perlu memperhatikan beberapa hal berikut ini dengan baik.

1. Mempertahankan status hukum yang sah

Sebagai pelajar internasional, Quipperian harus memiliki dokumen perjalanan/paspor yang masih berlaku, setidaknya masih berlaku selama 12  bulan dan juga izin yang masih berlaku yang dikeluarkan oleh Departemen Imigrasi Malaysia.

Selain itu kamu juga harus melengkapi dokumen lain, seperti Pass Kunjungan Sosial Tanggungan/Jangka Panjang, Tiket Pembebasan Imigrasi, Status Penduduk Permanen, Kartu Penduduk, dan Kartu Pelajar.

Jika Quipperian ingin mengajukan permohonan kartu pelajar baru, maka Quipperian  harus memiliki masa berlaku paspor selama 18 bulan. Lalu, jika Quipperian ingin memperbarui kartu pelajar yang ada saat ini, maka masa berlaku paspornya harus 12 bulan.

2. Berperilaku baik

Dengan status mahasiswa internasional, maka kamu harus mematuhi semua hukum dan peraturan yang ditentukan oleh kampus dan Pemerintah Malaysia. Kamu tidak dibolehkan terlibat dalam aktivitas apapun yang dianggap kriminal yang dapat  membahayakan nyawa, kerugian harta benda, dan lain-lain. Termasuk melakukan pekerjaan pekerjaan yang tidak sah sesuai visa belajar yang Quipperian miliki.

3. Kehadiran kuliah

Kamu harus berhati-hati dengan kehadiran karena semua kehadiran mahasiswa internasional akan dilaporkan secara berkala ke Kementerian Pendidikan. Bagi mahasiswa yang tidak memenuhi setidaknya 80% kehadiran di setiap kelas yang terdaftar akan terancam drop out.

So, jika memang Quipperian tidak bisa hadir karena alasan tertentu, misalnya alasan kesehatan, maka harus  dibuktikan dengan Surat Keterangan Sehat atau surat keterangan dari orang tua/wali. Kondisi Ini juga berlaku sebagai persyaratan untuk mempertahankan beasiswa yang diberikan.

4. Prestasi akademik

Untuk urusan akademik, mahasiswa internasional diwajibkan memenuhi standar IPK setidaknya 2.0 pada setiap semester.

5. Pertanggungan asuransi

Setiap mahasiswa asing diwajibkan memiliki asuransi yang setidaknya dapat meng-cover perawatan rawat jalan, rawat inap, operasi, dan repatriasi. Mahasiswa yang tidak memiliki asuransi akan mendapatkan surat peringatan dan dapat dikeluarkan dari kampus.

Wah, ternyata banyak juga pantangan dan hal-hal lain yang harus dipenuhi. Namun, Quipperian yang sudah membulatkan tekad untuk menjadi mahasiswa internasional di Malaysia tidak perlu khawatir sih karena sangat mungkin jika pihak kampus akan membantu.

Misalnya kampus Methodist College Kuala Lumpur (MCKL) menyediakan kantor layanan khusus bagi mahasiswa internasional yang disebut International Student Services Office (ISSO).

Ini merupakan bentuk komitmen Methodist College Kuala Lumpur (MCKL) dalam memberikan dukungan dan pendampingan kepada mahasiswa internasional yang kuliah di kampus tersebut. Bentuk-bentuk pengarahan sudah mulai dilakukan sejak mahasiswa masih dalam program orientasi dan fasilitas tersebut bisa terus dimanfaatkan mahasiswa internasional sampai lulus nanti.

Penulis: Mawardi Janitra
Editor: Tisyrin Naufalty T

Lainya untuk Anda