Ini Kata Mahasiswa Universitas Nusa Cendana Tentang Kampusnya
Universitas Nusa Cendana merupakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) tertua dan satu-satunya di Nusa Tenggara Timur. Informasi apa saja yang sudah kamu dapat soal kampus ini, Quipperian? Selain mencari tahu tentang program studi, fasilitas, dan kegiatan perkuliahan, sebaiknya kamu juga mendengar cerita soal kampus dari mereka yang memang terdaftar sebagai mahasiswa di sini. Penasaran apa kata mahasiswa-mahasiswa Universitas Nusa Cendana tentang kampusnya sendiri? Yuk dengarkan cerita ketiga mahasiswa ini!
Fransiskus Wisnu Wardhana Dany, Mahasiswa Ilmu Komunikasi
Mahasiswa kelahiran Mataloko 20 Juni 1994 ini menambatkan pilihan pertamanya di Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Nusa Cendana. Passion yang ia miliki dalam bidang jurnalistik membawanya untuk memilih program studi tersebut di Universitas Nusa Cendana. Apalagi Ilmu Komunikasi merupakan salah satu program studi favorit di kampus ini. Menurut Fransiskus, Universitas Nusa Cendana memiliki tenaga pendidik yang kompeten dan berkualitas, baik sebagai akademisi maupun sebagai praktisi.
Kompetensi dan kualitas yang dimiliki para tenaga pendidik inilah yang dinilai Fransiskus dapat memberinya kemampuan teoritis dan juga praktis untuk menjadi lulusan Ilmu Komunikasi yang memiliki daya saing. Selain itu, kampus juga memberikan kesempatan kepada para mahasiswanya untuk menjalani kegiatan yang bersifat nonakademik.
“Selama menjalani kuliah, selain aktif dengan kegiatan yang bersifat akademik, saya juga aktif berorganisasi dengan menjadi anggota dari Asosiasi Mahasiswa Indonesia Timur Relasi Asing (MITRA). Organisasi ini bergerak di bidang pengembangan kepemudaan khusus wilayah Indonesia Timur,” ungkap mahasiswa angkatan 2012 ini.
Baginya, sarana penunjang yang masih dirasa kurang memadai tidak membuatnya menyerah, melainkan justru memberinya memotivasi untuk tetap bisa memaksimalkan potensi diri dengan memanfaatkan keterbatasan yang ada.
Nurhildayati, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris
Universitas Nusa Cendana merupakan universitas yang menjadi impian dari gadis asli Kupang, Nusa Tenggara Timur ini. Ketertarikannya akan Bahasa Inggris dan mimpinya menjadi seorang guru atau tenaga pendidik membuatnya menjatuhkan pilihan di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Nusa Cendana. Menurut mahasiswa angkatan 2013 ini, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nusa Cendana sudah berhasil melahirkan para alumnus yang berprestasi, berkualitas, dan sukses dalam karier yang dijalaninya.
Selain memiliki prestasi akademik yang baik, Nur, sapaan akrabnya, juga aktif dalam berorganisasi. Ia merupakan wakil presiden sekaligus relawan pengajar di beberapa program yang dijalankan Asosiasi Mahasiswa Indonesia Timur Relasi Asing (MITRA). Saat ini ia menjadi seorang mentor untuk program kerja sama antara Universitas Nusa Cendana dengan Universitas-Universitas di Australia, yaitu Uni Bridge Project.
“Belajar di Universitas Nusa Cendana merupakan kesempatan yang sangat berharga bagi saya karena saya bisa bertemu dengan banyak orang yang memiliki visi yang sejalan serta dapat belajar banyak hal mengenai Pendidikan Bahasa Inggris, baik kemampuan teoretis maupun secara praktis. Selain itu saya melihat Universitas Nusa Cendana merupakan salah satu universitas terbaik di Nusa Tenggara Timur yang sudah menghasilkan banyak alumnus yang memegang jabatan strategis di pemerintahan. Salah satunya adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya,” ujarnya
Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian kampus, ungkapnya, adalah terkait urgensi penyelenggaraan kegiatan kepemudaan/kemahasiswaan seperti konferensi mahasiswa di tingkat lokal, nasional, maupun internasional. Pentingnya penyelenggaraan konferensi ini adalah agar mahasiswa dapat mengembangkan potensi dan soft skill-nya serta memberikan manfaat terhadap berbagai kegiatan masyarakat.
Stefanus Noe Parera, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris
Mahasiswa yang akrab dipanggil Stefan ini merupakan mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Nusa Cendana. Ada beberapa hal yang menjadi alasan mahasiswa angkatan 2012 ini memilih Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Nusa Cendana. Selain karena jarak yang tidak terlalu jauh dengan tempat tinggal dan daerah asalnya, Stefan melihat masih kurangnya keberadaan guru Bahasa Inggris di daerah asalnya. Untuk itulah Stefan bercita-cita mengabdikan dirinya menjadi guru Bahasa Inggris di daerahnya.
Selain sebagai mahasiswa, laki-laki kelahiran 30 Mei 1994 ini juga aktif dalam berorganisasi. Dia merupakan Koordinator Divisi Hubungan Internasional di Asosiasi Mahasiswa Indonesia Timur Relasi Asing (MITRA), menjadi mentor dalam University Building Relationship through Intercultural Dialogue and Growing Engagement (Uni Bridge) Project yang merupakan hasil kerja sama antara Universitas Nusa Cendana dengan Department of Foreign and Trade (DFAT) dan menjadi English trainer di salah satu lembaga bimbingan belajar di Kupang.
Tidak hanya aktif berorganisasi, ia pun seringkali mewakili kampusnya dalam berbagai kompetisi dan meraih prestasi yang membanggakan. Stefan mewakili Universitas Nusa Cendana dalam the 1st Students Discussion – 3rd Trilateral University Roundtable Meeting (Indonesia-Australia-Timor Leste), menjadi penerima Uni Bridge Awards Australia. Baru-baru ini, ia juga terpilih untuk menjadi councellor di Pre-Service English Teacher Training Camp EPIC oleh Regional English Language Office (RELO) di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta.
“Kuliah di Universitas Nusa Cendana menjadi salah satu hal yang sangat berharga dalam hidup saya. Di sini saya bisa bertemu dan berkenalan dengan banyak mahasiswa berprestasi yang mau berbagi pengalaman dan membantu memotivasi saya untuk dapat membanggakan almamater,” ujar Stefan.
Seru banget ya cerita mereka? Ada beberapa hal yang bisa kamu simpulkan dari cerita mereka. Selain berprestasi secara akademik, Universitas Nusa Cendana juga memberikan kesempatan kepada para mahasiswanya untuk aktif di kegiatan yang bersifat nonakademik. Hal ini tentu bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan memimpin dan berorganisasimu yang kelak akan digunakan saat kamu lulus nanti. Selain itu, kegiatan perkuliahan juga didukung oleh tenaga pendidik yang memiliki kompetensi dan kualitas di bidangnya masing-masing. Jadi hari-harimu sebagai mahasiswa di Universitas Nusa Cendana dipastikan bakal dipenuhi dengan banyak kegiatan seru, Quipperian.
Penulis: Randi Herdiansyah
Referensi:
Hasil interview langsung dengan Fransiskus, Nurhildayati, dan Stefan.


