Perbedaan Jalur Masuk PTN antara SNMPTN, SBMPTN, dan Mandiri

Quipperian yang sekarang ini duduk di kelas 12, kira-kira sudah mempersiapkan apa saja untuk menghadapi tes masuk perguruan tinggi nanti? Sudah tahu ada jalur apa saja yang tersedia? Yup, untuk mendaftar ke PTN, kalian bisa mencoba tiga jalur yang ada, yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan jalur mandiri universitas. Jika sudah tahu, apa kalian juga sudah mengerti ketiga perbedaan jalur masuk PTN tersebut?

Buat kalian yang sudah tahu, good job! Berarti persiapan kalian sudah baik! Buat yang belum tahu, tidak usah khawatir. Quipper Blog akan menjelaskan soal perbedaan jalur masuk PTN di atas. Yuk simak, supaya enggak bingung lagi!

1. SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri)

SNMPTN ini adalah jalur yang akan pertama kali Quipperian bisa ikuti. Jalur ini memungkinkan Quipperian untuk bisa masuk PTN tanpa harus ikut ujian tertulis. Caranya, dengan memperhitungkan nilai rapor atau prestasi selama sekolah termasuk yang non akademik sebagai nilai tes ujian masuk. Akreditasi sekolah juga jadi bahan pertimbangan.

Untuk bisa mengikuti ujian SNMPTN, Quipperian harus mendaftar ke panitia SNMPTN melalui sekolah. Biasanya, proses ini didaftarkan oleh guru BK sekolah dan Quipperian hanya tinggal menyerahkan berkas-berkas yang dibutuhkan saja. Jalur SNMPTN ini juga sering dikenal dengan sebutan jalur undangan. Jalur ini diperuntukkan hanya untuk mereka yang lulus di tahun yang sama dengan pelaksanaan SNMPTN. Maka, kali ini hanya lulusan 2019 saja yang bisa mengikuti SNMPTN.

Jurusan yang bisa Quipperian pilih maksimal tiga jurusan. Salah satu PTN yang dipilih wajib berada di satu wilayah yang sama dengan sekolah Quipperian. Kuota yang diberikan untuk jalur SNMPTN di tahun 2019 ini adalah 20% dari total kuota per universitas. Oiya, ujian ini tidak dipungut biaya ya, alias gratis!

2. SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri)

Dulu, SBMPTN ini sama-sama bernama SNMPTN juga. Perbedaannya, yang satu SNMPTN undangan dan yang sekarang dikenal sebagai SBMPTN, dulu bernama SNMPTN tulis. SBMPTN ini seperti yang pastinya Quipperian tebak, adalah jalur yang mengharuskan kamu untuk mengikuti tes tertulis. Nantinya, nilai dan usahamu dalam mengerjakan ujianlah yang menentukan. Di sini, akreditasi sekolah dan prestasi selama Quipperian sekolah tidak diperhitungkan, ya.

Untuk edisi 2019 ini, banyak perubahan yang terjadi pada sistem SBMPTN. Sekarang, Quipperian harus mengikuti ujian dulu, baru mendaftar ke PTN yang diinginkan. Berbeda dengan tahun lalu yang mengharuskan kalian untuk mendaftar ke jurusan dan PTN yang diinginkan, baru mengikuti tes. Selain itu, Quipperian yang mengikuti tes SBMPTN bisa mengikuti ujian sampai 2 kali! Jadi, kalau Quipperian enggak puas dengan hasil tes pertama, kalian bisa mengulang kembali untuk mendapatkan nilai yang lebih bagus.

BACA JUGAInfo Kampus Perguruan Tinggi Berkualitas, Lengkap dengan Jurusan hingga Beasiswa

Di SBMPTN ini, semua tes diadakan berbasis komputer. Namanya Ujian Tulis Berbasis Komputer alias UTBK. Ada dua materi utama yang bakal diujikan, Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kompetensi Akademik (TKA). Untuk TKA, materi yang diujikan adalah materi-materi rumpun sains dan teknologi (saintek) dan sosial humaniora (soshum). Sedangkan TPS, Quipperian akan mengerjakan tes seputar kemampuan kognitif, penalaran, dan pemahaman umum. Enggak cuma itu aja, kalau Quipperian mau mendaftar di jurusan yang membutuhkan tes keterampilan seperti olahraga dan seni, Quipperian juga harus siap menjalaninya.

Untuk mengikuti jalur ini, Quipperian harus membayar Rp200.000. Berbeda dengan SNMPTN tadi, di jalur ini pesertanya bisa berasal dari tiga angkatan terakhir, minimal kelulusan 2019 dan maksimal kelulusan 2017. Tapi tenang saja, untuk kuota penerimaan SBMPTN jadi yang paling tinggi, yaitu 40% dari total kuota penerimaan.

3. Jalur Mandiri

Daftar Passing Grade 2018 SNMPTN UI Jurusan IPA & IPS Lengkap

Selain dua jalur dari pemerintah tadi, banyak juga PTN yang mengadakan penerimaan calon mahasiswanya sendiri. Misalnya, Universitas Indonesia dengan jalur SIMAK UI (Seleksi Masuk Universitas Indonesia), UTUL UGM (Ujian Tulis Universitas Gadjah Mada), USM UNSRI (Ujian Saringan Masuk Universitas Brawijaya), dan beberapa jalur mandiri di universitas lain. Namun, tidak semua PTN mengadakan jalur mandiri seperti ini. Ada juga PTN yang mengalokasikan kuota jalur mandiri mereka ke dalam kuota kursi SBMPTN dan SNMPTN, misalnya ITB dan Universitas Padjadjaran.

Untuk materi dan tata cara ujian mandiri, pastinya berbeda-beda. Sesuai dengan kebijakan yang dikeluarkan oleh PTN itu sendiri. Namun, biasanya sih enggak jauh berbeda dari ujian SBMPTN. Kalau Quipperian mengikuti jalur mandiri yang mengharuskan adanya tes tertulis, maka Quipperian kemungkinan akan seperti menjalani SBMPTN lagi saja.

Namun, ada juga PTN yang membuka jalur mandirinya bukan dengan sistem ujian tertulis, tapi dari nilai SBMPTN yang diperoleh. Beberapa PTN tersebut di antaranya adalah Universitas Airlangga dan Universitas Sebelas Maret. Jadi, kalau nilai SBMPTN Quipperian tidak lolos dalam seleksi nasional, Quipperian bisa banget mencoba lewat jalur mandiri yang saingan nilai SBMPTN-nya pasti lebih sedikit.

Untuk kuota yang ditetapkan, adalah minimal 30% dari total kuota yang ditetapkan oleh universitas. Jadi, cukup besar, kan, peluangnya? Selain itu, kalau di SNMPTN dan SBMPTN jurusan yang dibuka untuk pendaftaran hanya S1 saja, biasanya lewat jalur mandiri, Quipperian juga bisa memilih jurusan vokasi. Seperti yang terjadi di SIMAK UI dan SMUP Universitas Padjadjaran.

Nah, itu dia perbedaan jalur masuk PTN antara SNMPTN, SBMPTN, dan seleksi mandiri. Dengan mengetahui perbedaan ini, semoga Quipperian bisa mulai memfokuskan diri mempersiapkan kemampuan untuk menjalani seleksi lewat tiga jalur tadi, ya! Semoga, Quipperian bisa bijak dalam menentukan strategi. Semangat!

Uji Potensi

Sumber:

Penulis: Kiram

Yuk, mulai siap-siap PTS! Kode promo: CERMAT Mulai belajar