Seimbang dalam Prestasi Akademik dan Non Akademik, Ini Prestasi Para Mahasiswa UKI

prestasi akademikDunia kampus nggak melulu soal belajar di kelas dan segala macam kegiatan akademik. Kamu akan bertemu dengan banyak kegiatan non-akademik yang juga bisa mengantarkanmu meraih prestasi. Seperti kehidupan yang harus selalu seimbang, saat kuliah nanti Quipperian harus bisa menyeimbangkan antara prestasi kegiatan akademis dengan prestasi non akademik, seperti yang ditunjukkan oleh para mahasiswa di Universitas Kristen Indonesia.

Rektor Universitas Kristen Indonesia, Dr. Dhaniswara K. Harjono, S.H., M.H., MBA bertekad untuk menciptakan alumni yang unggul termasuk bidang non akademik. Dengan adanya dukungan yang diberikan dari kampus, mahasiswa UKI dapat mengaktualisasi diri di berbagai bidang dan tentunya meraih prestasi pada ajang-ajang bergengsi. Yuk simak prestasi-prestasi terbaru dari para mahasiswa UKI ini.

Berikut Prestasi Akademik dan Non Akademik yang Pernah Diraih Universitas Kristen Indonesia

1. Karateka UKI Berjaya di Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi DKI Jakarta

Mahasiswa FISIPOL UKI, Vhelen Claudya Sampelan, berhasil menyabet Juara 1 cabang olahraga Karate, Kategori Kumite, kelas 55 kg senior putri pada gelaran Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMPROV) DKI Jakarta VII yang diselenggarakan di GOR Otista Jakarta, Oktober 2018 lalu.  Mahasiswi Program Studi Hubungan Internasional ini berhasil mengalahkan karateka lain yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta.

“Berdoa dan berusaha adalah kunci utama saya dalam menghadapi pertandingan. Saya mendapatkan banyak manfaat dari olahraga Karate ini yaitu membangun ketahanan tubuh. Dengan jiwa dan raga yang sehat, saya merasa lebih percaya diri. Bahkan saya bisa mengunjungi berbagai kota dan sampai ke luar negeri,“ ungkap Karateka DAN 1 yang menguasai tiga teknik karate yaitu Kihon (teknik dasar), Kata (jurus) dan Kumite (pertarungan).

Sebelumnya, gadis kelahiran 6 Februari 2000 ini telah meraih prestasi seperti Juara 1 Senkaido Open 2018, Juara 1 Tebing Tinggi Open 2018, Juara 3 Panglima Cup 2018 dan masih banyak kemenangan Vhelen pada kejuaraan lainnya, termasuk Juara 3 dalam ajang Turki Open di Turki pada Juli 2018 untuk Kategori Kumite.

Selain dari pihak kampus, ternyata dukungan alumni juga dirasakan oleh Vhelen. UKOM karate UKI dilatih oleh para pelatih andal yang merupakan alumni kampus ini. Alumni UKI kerap mendukung kegiatan olahraga, khususnya karate di lingkungan kampus UKI.

“Mahasiswa dilatih profesionalisme dan sportivitas dalam bidang olahraga. Salah satunya olahraga karate dapat membangun rasa percaya diri seorang mahasiswa dalam aktivitas perkuliahan atau pekerjaannya. Kecerdasan emosi dapat terasah dengan berlatih karate. Keberhasilan kecerdasan emosi dan kecerdasan intelektual mahasiswa dapat diterapkan dalam pergaulan di kampus,“ ungkap Denny Tumiwa (Karateka DAN 5 dari Shotokan Karate-do International Federation), Pelatih UKOM karate UKI yang juga merupakan Alumni FEB UKI tahun 1979 dan peraih Juara 1 Kejuaraan Nasional Karate tahun 1983-1990.

Rasa bangga terhadap prestasi dalam Pomprov DKI Jakarta juga diungkapkan oleh Errol Moniaga, alumni FEB UKI tahun 1979 yang juga menjadi pelatih UKOM karate. Ia pun berharap prestasi ini terus berlanjut.

2. Unjuk Gigi di Bidang Akademik, FK-UKI Terpilih Bidding Hosting AMSEP AMSA Jepang

Berhasil menjadi tuan rumah bagi delegasi internasional tentu menjadi kebanggaan tersendiri, hal ini layaknya prestasi yang diraih Indonesia saat menjandi tuan rumah Asian Asian Games 2018 lalu. Hal ini juga dirasakan oleh para Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (FKUKI) lewat AMSA FK UKI yang berhasil terpilih dalam bidding Hosting Asian Medical Students Exchange Program (AMSEP) AMSA-Japan.

Wakil Dekan 3 Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia (FKUKI), dr. Louisa A. Langi, M.Si., M.A. menjelaskan bahwa AMSA FK UKI berhasil memenangkan bidding Hosting Asian Medical Students Exchange Program (AMSEP) AMSA-Japan dan hosting ini telah berlangsung pada 22-28 Desember 2018.

Asian Medical Students Exchange Program (AMSEP) merupakan program pertukaran pelajar yang diikuti oleh anggota AMSA dari berbagai negara. Dalam segala kegiatannya AMSA-UKI memiliki tiga filosofi yaitu; Knowledge (Pengetahuan), Action (Karya), dan Friendship (Persahabatan).

“Proposal AMSA UKI yang dinilai oleh AMSA Indonesia layak untuk memenangkan program pertukaran pelajar dengan AMSA Jepang. Setiap universitas yang menjadi anggota AMSA-Indonesia harus mengirimkan booklet untuk mempromosikan keunggulan program mereka. Booklet AMSA UKI menjelaskan Jakarta sebagai ibukota negara dan pusat pemerintahan. Selanjutnya dijelaskan bahwa Fakultas Kedokteran UKI juga merupakan fakultas kedokteran tertua di Indonesia serta menjelaskan pula fasilitas-fasiliitas yang dimiliki FK UKI. Selain itu kita juga memasukkan program-program yang akan dilakukan jika negara luar akan berkunjung ke Jakarta. Setiap kegiatan yang kami akan lakukan harus mengandung ketiga filosofi tersebut yaitu Knowledge, Action, and Friendship.” papar Karina Yesika Manalu selaku Project Officer of AMSEP Japan 2018.

Wah, selamat ya untuk tim Universitas Kristen Indonesia! Semoga Quipperian juga bisa termotivasi untuk menorehkan prestasi akademik maupun non akademik dan mengharumkan nama almamatermu serta Indonesia ya!

 

Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang