3 Teknik Belajar Generasi Z Harus Tahu Untuk Siap Hadapi Dunia Kerja

Generasi millenial. Topik mengenai generasi yang satu ini memang masih merajalela. Namun, tak dapat dipungkiri bahwa saat ini ada generasi baru yang tak boleh luput dari perhatian. Lahir antara 1997-2010, Generasi Z memiliki karakteristik yang agak berbeda dengan generasi sebelumnya. Ketika para millenial sudah sibuk mengembangkan karier mereka, insan-insan Gen Z baru mulai berdatangan untuk menerjang lapangan kerja dengan ilmu yang berlimpah. Mungkin salah satunya adalah kamu, Quipperian!

Dikenal sebagai tech-savvy, Gen Z merupakan penerus bangsa yang jauh lebih kompetitif. Kamu juga merasakannya, bukan? Secepat mungkin, mereka ingin memupuk karier impian, baik dengan bergabung perusahaan atau mendirikan bisnis sendiri. Maka dari itu, generasi ini harus dikenalkan pada dunia profesional sedini-dininya tentunya dengan kemampuan menggunakan teknologi dengan baik. Nah, untuk melayani kebutuhan Gen Z seperti kamu ini, Universitas Prasetiya Mulya menerapkan pendekatan pembelajaran yang sekaligus mempersiapkan kamu untuk terjun ke dunia kerja agar bisa lulus secara terarah, lho! Lalu, seperti apa sih rasanya kuliah di Prasmul? Check this out!

3 Teknik Belajar Generasi Z Ala Prasmul

1. Teknik Belajar Generasi Z – Pelajari Kasus Nyata dari Perusahaan Ternama

Di dunia perkuliahan masa kini, belajar tak melulu lewat teori, Quipperian. Untuk membuat kegiatan belajar makin seru, banyak kampus yang membekali mahasiswanya melalui kegiatan praktik. Nah, kalau di Prasetiya Mulya, Case-Based Approach hadir sebagai metode untuk mengaplikasikan teori dalam praktik nyata.

Mahasiswa Prasmul S1 Branding Prasmul dengan Manajemen Taman Impian Jaya Ancol

Terjun langsung ke perusahaan ternama untuk mendapatkan realcase yang harus dipecahkan, hingga mengangkat topik kekinian sebagai bahan perkuliahan adalah hal yang menarik dari metode ini, Quipperian. Taman Impian Jaya Ancol, Traveloka, Angkasa Pura, dan Lexus Indonesia adalah beberapa perusahaan kenamaan yang telah digandeng oleh Prasmul sebagai lahan praktiknya. Selain memperoleh real-case pada tiap semester, mahasiswa Prasmul juga berkesempatan presentasi dan melempar ide secara langsung di depan CEO perusahaan tersebut, lho! Hitung-hitung melatih mental sejak dini ya, Quipperian!

Mahasiswa Prasmul Presentasi Untuk Taman Impian Jaya Ancol

Bukan hanya mengunjungi perusahaan ternama, Prasmul seringkali mengundang petinggi perusahaan ke kampus untuk memberikan CEO Lecture bermakna. Hal ini bertujuan agar mahasiswa semakin memahami dunia industri. Beberapa nama yang akrab di telinga adalah Achmad Zaki (CEO Bukalapak), Wishnutama (CEO Net TV), dan Leontinus (CEO Tokopedia). Teknik-teknik pembelajaran ini tentu akan meminimalisir culture-shock bagi lulusan Prasmul ketika mereka akan menjadi seorang profesional. Dengan begitu, tentunya akan lebih siap menata masa depan, bukan?

2. Teknik Belajar Generasi Z – Kreatif dan Aktif Kembangkan Idemu

Tak hanya membuat produk, mahasiswa juga diberikan peluang untuk pitching hasil karya mereka di hadapan angel investor, venture capitalist, serta networker berkompeten, Quipperian. Di bawah naungan Entrepreneur Development Center (EDC), Business Launch and Investor Day (BLIDz) diadakan tiap tahun untuk membentuk mahasiswa menjadi educated entrepreneurWah, kapan lagi sebuah calon bisnis bisa mendapatkan feedback berfaedah dari para expert?

Kegiatan-kegiatan di atas merupakan sebagian contoh dari banyaknya Project-Based Approach yang diterapkan Prasmul, Quipperian. Dengan program tersebut, tentu otak kreatif kamu akan terus dipacu dan profesionalitas kamu akan diuji ketika produk-produk tersebut dipertemukan langsung dengan konsumen dan investor. Kerennya, semua ajang ini juga merupakan bagian dari penilaian mata kuliah, lho!

3. Teknik Belajar Generasi Z – “Nyemplung” ke Dunia Kerja Sejak Awal Semester

Kamu perlu tahu Quipperian, bahwa setiap tahunnya terdapat 750-800 ribu fresh graduate yang berebutan untuk mengisi slot lapangan kerja yang terbatas. Terbayang kan sulitnya bertanding dengan sesama Gen Z yang ambisius? Inilah alasan hadirnya program On the Job Training (OJT) oleh Prasmul, yaitu program magang yang sifatnya wajib diikuti oleh Prasmulyan, sebutan bagi mahasiswa Prasetiya Mulya. Kalau kampus lain melakukan magang di semester akhir, justru Prasmul mengadakan program magang pada semester awal untuk mengenal dunia kerja sejak dini, Quipperian.

Memasuki masa libur, mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih organisasi yang ingin dia rambah selama 22 hari. Sedangkan bagi mereka yang belum menemukan opsi, tersedia Career Development Center (CDC) untuk membimbing dan menginformasikan lowongan magang yang berasal dari mitra-mitra Prasmul yang paling terpercaya. Setelah merasakan manfaat bermagang, tak jarang para Prasmulyan “ketagihan” untuk kembali menjalankan program OJT di semester-semester berikutnya, lho!


Nah, melalui pemaparan di atas, tak diragukan lagi bahwa pendekatan pembelajaran serta program-program Universitas Prasetiya Mulya sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan Generasi Z di bidang pengembangan karier, Quipperian. Selain terbekali ilmu praktik kerja nyata, CV lulusan Prasmul juga berlimpah dengan work experiences berkualitas yang pasti jadi nilai plus di mata para recruiterSo, are you the next Prasmulyan?

Yuk, lihat informasi lengkapnya atau bisa juga daftar langsung dengan mengisi formulir di bawah ini!

 

Sumber:

https://www.forbes.com/sites/deeppatel/2017/03/29/10-ways-to-prepare-for-gen-z-in-the-workplace/#34bcce5b29ee

https://www.staffmanagement.com/blog-preparing-gen-z-workplace/

http://jabar.tribunnews.com/2017/11/08/akibat-selektif-pilih-pekerjaan-angka-pengangguran-lulusan-sarjana-di-indonesia-sangat-tinggi?page=all

Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com

Lainya Untuk Anda

Rahasia Kuliah Gratis & Pengalaman Keren? Cek Beasiswa Djarum Foundation!

Fakultas Farmasi: Cocok Buat Kamu yang Suka Sains, Penasaran Sama Obat, dan Mau Jadi Peneliti Keren di Dunia Kesehatan!

Gratis Kuliah S1 di Korea? Daftar GKS Aja!